Home Berita Ini Isi Curhat Dan Penegasan Korban Pemukulan Oknum Kades Boba

Ini Isi Curhat Dan Penegasan Korban Pemukulan Oknum Kades Boba

257
0

Focus Indonesia News – Perkara pasal penganiayaan yang  sudah masuk ke tahab penelitian Berkas oleh Kejaksaan Negeri Bajawa, korban bernama Damianus Wawo, pelaku inisial BA masih menjabat sebagai Kepala Desa aktif, menurut korban meski keduanya masih family atau keluarga, namun perbuatan pemukulan yang  menurutnya tanpa ada kesalahan apapun, benar-benar membuat korban memilih sikap dan komitmen tunggal yakni harus diputuskan di Pengadilan untuk memberikan rasa keadilan bagi dirinya.

Berikut petikan lurus hasil wawancara tim media di lapangan atas pengakuan curahan isi hati (curhat) korban Damianus Wawo tanggal 6 Februari 2019. Saat membuka seluruh isi hatinya, korban Damianus Wawo didampingi langsung oleh putra nya bersama sejumlah warga Boba serta saksi dari pihak korban saat kejadian .

Rangkuman redaksi, berikut pernyataan langsung korban Damianus Wawo yang menurutnya harus dibuka melalui media untuk diketahui siapapun yang mengikuti proses perkara laporan penganiayaan terhadap dirinya.

“Saya dan pelaku itu benar masih dalam satu keluarga besar. Saya dipukul tiga kali dengan menggunakan tangannya dan darah keluar. Saya hanya menundukan kepala dan tetap duduk tenang saat dia pukul saya. Saya menunduk lalu saya lihat darah saya mulai jatuh. Dia pukul saya hanya karena saya bicara begini : nanti kalau anak-anak tanya tentang pembangunan rumah yang sudah kita sepakati tahun lalu,  jawab saja baik-baik”.  Lalu dia langsung memukul saya. Dia tinju saya sebanyak tiga kali sampai darah keluar dan mulut saya juga pecah. Setelah kena pukul dan beradarah, saya bangun dan berjalan menuju ke belakang rumah dan seterusnya sampai akirnya saya ke pihak medis dan ambil visum”, tutur korban, Damianus Wawo.

Korban Damianus Wawo menyampaikan alasan dia melaporkan perkara ini secara hukum. Menurut dia, hanya hukum yang bisa menjadi tempat sandarannya karena terhadap perlakukan kekerasan yang sudah menimpanya hingga mengeluarkan darah, jika dia pasrah membiarkan begitu saja maka selain sudah dipukul, harga dirinya secara pribadi maupun bersama anak-anak dan isterinya benar-benar  hanya menjadi korban dan terus menjadi korban selamanya.

“Saya sudah dimintai oleh banyak pihak bahkan Polisi pun perna menyampaikan bahwa apakah perkara diteruskan atau diurus secara kekeluargaan. Untuk mengurus secara kekeluargaan, saya sudah menjawab kepada Polisi dan semua orang bahwa ini dia pukul saya seperti ini dan sekarang mau urus kekeluargaan, saya hanya mau satu saja yaitu ini kasus harus diproses dengan hukum dan harus sampai ke sidang Pengadilan”,   ungkap korban, Damianus Wawo.

Damianus  Wawo juga menambahkan, sejak pelaporan pertama kepada pihak Kepolisian, perkara ini terus diminta oleh dirinya untuk wajib disidangkan. Ditambahkannya, akhir-akhir ini mulai muncul pembicaraan dimana-mana bahwa kasus ini sebaiknya dibicarakan secara ke dalam, tetapi dirinya benar-benar hanya mempunyai satu pilihan ya itu harus sampai kepada sidang pengadilan untuk keputusan perkara sesuai hukum yang berlaku.

Menjawab wartawan, apakah tidak ada kemungkinan untuk berbicara secara kedalam, terhadap pertanyaan seperti ini, korban Damianus Wawo menjawab dengan suara sedikit besar “perkara ini harus disidang di pengadilan karena saya sudah putuskan untuk proses hukum”, tegas dia.

Pantauan tim media, terhadap perkara ini pro kontra pengamatan dan perhatian publik terus berdinamika. Sebagian mendukung penegakan hukum sebagaimana sikap tegas korban, sementara sebagian lainnya merasa ini berkaitan dengan urusan keluarga dan adat sehingga bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Menurut  korban Damianus Wawo dalam rangkuman  wawancara media, dirinya mengakui antara pelaku dan dirinya masih keluarga namun jika pelaku menyadari betul bahwa dirinya adalah masih family dengannya, perlakukan pemukulan harusnya pantang dilakukan, bahkan terhadap siapapun yang bukan merupakan family, bertindak memukul orang lain tidak boleh dilakukan.

Sebagaimana dibertakan sebelumnya, kembali dikutip media ini, perkara ini dipastikan merupakan Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Atas laporan pelapor, Polri dalam hal ini Polsek Golewa Kabupaten Ngada telah mengambil  keterangan pada tanggal 7 Januari 2019. Saksi dan terlapor telah diambil keterangan pada tanggal 10 Januari 2019. Penyidik telah melakukan penyeliidikan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dan terhadap satu orang terlapor namun terlapor belum mengakui perbuatan penganiayaan karena menurut terlapor hanya menampar  satu kali kepada korban dan menurutnya sebagai bentuk teguran.     

Pelaku telah berstatus Tersangka dan perkara sedang diteliti pihak Kejaksaan Negeri Bajawa.

“Saat ini sudah begini baru ramai kiri kanan bahwa berdamai. Sikap saya sebagai korban harus dihargai dan saya hanya mau diproses hukum sampai selesai, Saya minta tolong kepada wartawan dan siapa saja, tulis saja seperti ini apa adanya supaya hukum ini berlaku kepada siapa saja. saya orang kecil dan tidak berdaya tapi punya harga diri”, kata korban, Damianus Wawo. (Tim/Red)