Home Berita Bupati Nagekeo Tegaskan Eranya Tidak Mengenal Dendam Politik Pilkada

Bupati Nagekeo Tegaskan Eranya Tidak Mengenal Dendam Politik Pilkada

559
0

Focus Indonesia News – Bupati Kepala Daerah Kabupaten Nagekeo, Flores, Johanes Don Bosco Do dalam rangkuman redaksi media ini atas wawancara langsung pada tanggal 10 Februari 2019 menegaskan berbagai pokok pikiran dan target perjuangan Kabupaten Nagekeo dalam masa kepemimpinannya.

Menurut Bupati Don Bosco Do, mimpi buruk praktek dendam politik Pilkada harus diselesaikan dengan model tradisi politik yang baru dan itu harus dimulai dari Kepala Daerah bersama Wakil Kepala Daerah terpilih.

“Saya selaku Bupati terpilih dan Wakil Bupati berpendirian Nagekeo tidak boleh terjebak pada pola politik dendam Pilkada. Karenaitu saya mengumumkan dimana-mana bahwa berpolitik harus berjiwa besar dan pemenang Pemilu berkewajiban melakukan rekonsiliasi sehat agar arah pembangunan yang menjadi harapan seluruh stake holders dan masyarakat di daerah ini berjalan dengan keteladanan yang baik, diantaranya tidak menganut pemahaman politik dendam Pilkada”, tegas Bupati Don Bosco Do.

Terhadap para ASN di Kabupaten Nagekeo yang sebelumnya secara pribadi terlibat mendukung para paket, kata Bupati Don Bosco Do, itu merupakan hal yang wajar dalam konteks Pemilu sebagai hak untuk menentukan pilihan.

Karenaitu, lanjut dia, berpolitik harus mempunyai sikap yang unggul, diantaranya berani untuk tidak menaruh dendam siapapun. Sebaliknya, yang dibutuhkan Nagekeo saat ini, kata dia, Nagekeo membutuhkan kompetensi dan sikap profesional dalam berkinerja.

“Dendam politik adalah mimpi buruk dalam berpolitik. Terhadap ASN dan pejabat dalam lingkup Nagekeo, saya berprinsip Nagekeo menuntut kinerja dan kompetensi positif untuk menjalankan roda pelayanan publik. Jika bermain-main dengan target kinerja, disitu yang kita lakukan evaluasi dan kajian perubahan. Bukan politik dendam. Ini semua adalah daerah kita dan sudah menjadi tugas kewajiban semua warga Nagekeo termasuk seluruh ASN Kabupaten Nagekeo untuk memacu kemajuan daerah dari berbagai lini, dengan memangkas pola politik dendam Pilkada”, ujar Bupati Don Bosco Do.

Bupati Don Bosco juga berpesan, jika ASN mau berpolitik, dirinya sudah melalui fase itu dan ketika memilih untuk berpolitik, harus berani dan jangan setengah-setengah. Bahkan berani untuk undur diri. Politik itu tidak samar, tetapi nyata dan berani, untuk kebaikan dan perubahan, kata Bupati Don Bosco.

Diharapkan, dengan cara pandang profesional serta penekanan pada kewajiban menciptakan kinerja konstruktif positif, Nagekeo bergerak dalam pola watak politik membangun untuk Nagekeo maju bertahab meraih cita-cita besar, Nagekeo sukses dalam kekuatan bersama.  (Tim/Red)