Home Artikel Analisa Politik: Caleg NTT yang Harus Saya Pilih

Analisa Politik: Caleg NTT yang Harus Saya Pilih

281
0

Oleh : Anthony Tonggo*

DIAM-DIAM, cukup banyak orang NTT yang mengontak saya untuk bertanya: “Caleg mana yang harus kami pilih?” Pertanyaan ini baik untuk caleg kabupaten, propinsi, pusat, maupun DPD. Semula saya menjawab satu-dua, tapi karena lama-lama jadi banyak, maka saya perlu menjawabnya di sini.

Saya tidak menjawab dengan merekomendasikan untuk dipilih masyarakat, tapi saya cukup menjawab bahwa jika saya punya hak pilih di NTT, maka saya akan memilih caleg yang mana. Hal ini karena itu hak saya untuk memilih dengan berbagai pertimbangan yang saya miliki. Karena saya punya panggilan moral untuk melakukan pendidikan politik, maka saya harus menulis untuk masyarakat umum.

Pertanyaannya: Jika saya punya hak pilih di NTT, siapa sajakah caleg yang akan saya pilih? Mengapa saya memilih mereka itu?
**

Kriteria Caleg Pilihan

CALEG akan menjadi DPR/DPRD/DPD. Tugas mereka adalah membuat UU/Perda dan mengawasi pemerintah dalam menjalankan UU/Perda, meminta keterangan pemerintah tentang jalannya pelaksanaan UU/Perda, dan melakukan mosi tidak percaya kepada pemerintah.

Untuk itu, modal dasar seorang caleg harus punya: 1. Wawasan (termasuk tentang kenegaraan) harus memadai, 2. Komitmen kerakyatannya harus kuat, 3. Menguasai metodologi/akademik harus mumpuni, 4. Keberanian untuk memperjuangkan kebenaran.

Dari semua caleg yang ada di NTT, ada yang teman saya, saudara saya, dan ada yang bukan teman dan juga bukan saudara saya. Namun berdasarkan 4 kriteria di atas, saya tidak akan memilih berdasarkan pertemanan dan keluarga/saudara. Saya akan memilih berdasarkan kompetensi mereka.

Saya mengenal dan menilai mereka berdasarkan informasi media, buku, kesaksian saya, dan aktivitas mereka di media massa, termasuk media sosial.

Saya juga akan mempertimbangkan pengumuman KPU atas sejumlah caleg mantan koruptor. Juga termasuk mempertimbangkan sejumlah parpol pengusung caleg mantan koruptor, kecuali caleg-caleg tertentu yang bisa dipercayai berdasarkan integritas dan watak pribadinya yang saya pandang bisa melawan oligarki parpol (mirip BTP terhadap parpol).
**

Nomero Uno

SAYA hanya memilih satu caleg sesuai amanat UU dan itulah yang terbaik. Orang Latin bilang nomero uno (nomor satu).

Saya menjamin dan bersumpah, bahwa dalam memilih ini saya tidak pernah mengontak caleg-caleg itu, saya tidak pernah mendapat imbalan apa pun. Jika Anda mau membuktikan, maka silakan mencoba “membayar” saya: apakah saya menerima tawaran Anda atau tidak.

Selamat mengikuti mulai besok…! (**)

Penulis : * Anthony Tonggo, Alumnus FISIPOL UGM, Asal NTT, tinggal di Yogyakarta