Home Renungan Harian Misericordiae – Belas Kasihan

Misericordiae – Belas Kasihan

52
0
Sumber: Google

Kamis, 17 Januari 2019
Pekan Biasa I
PW. St. Antonius, Abas
Ibr. 3:7-14
Mzm. 93:6-7,8-9,10-11
Mrk. 1:40-45
“Misericordiae”

Belas Kasihan –
Inilah perasaan yang timbul dari lubuk hati yang paling dalam ketika melihat penderitaan orang lain, sehingga perasaan ini memunculkan usaha untuk menolongnya. Belas kasihan lebih kuat dari pada simpati. Rasa simpati belum sampai pada tindakan yang konkrit, sedangkan belas kasihan adalah kasih dan kepedulian yang dinyatakan dalam perbuatan. Dan kita dapat menyaksikan bahwa setiap kali hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan, maka Dia segera bertindak untuk menolong. Sikap belas kasihan Tuhan Yesus merupakan dasar dari seluruh karyaNya. Itulah isi hati Tuhan Yesus yang berbelas kasih ketika melihat kesengsaraan manusia, sehingga Dia hadir juga dalam dunia ini, “menyentuh” kita yang berdosa dan membebaskan kita dari belenggu dosa dan maut. Belas kasihNyalah yang mengalahkan segalanya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, dikisahkan ada seorang kusta datang dan tanpa malu-malu memohon Yesus untuk menyembuhkannya. Ketika mendengar permohonan si kusta, Yesus mendekatinya dan menyembuhkannya. Ia mengulurkan tanganNya, menjamah dan menyembuhkan si kusta.
Adapun kisah Yesus menyembuhkan seorang sakit kusta ini, menginspirasikan kita untuk bersikap:

Mengandalkan-Nya
Allah maha kuasa. Hanya kuasa Allah yang bisa menyembuhkan: “Engkau dapat mentahirkan aku”. Kuasa Yesus bekerja di dalam dan melalui perkataanNya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” dengan senang hati memberikan kuasa sekaligus kemurahan hati bagi mereka yang mau datang dan menyerahkan diri kepada kehendakNya.
Di sinilah kita diajak untuk mengandalkan-Nya. Mau datang dan berangkat keluar dari kungkungan kenajisan dan cinta diri, mau lahir baru dengan penuh rasa syukur karena Tuhan selalu mengasihi kita.

Mentaati-Nya
Belas kasihan Tuhan harus diresponi dengan ketaatan. Sebab ketidaktaatan akan menghambat kesaksian atau pemberitaan kabar baik, bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup.
Di sinilah kita diajarkan bahwa ketaatan kepada segala perintahNya sebenarnya merupakan wujud dari kasih dan syukur kita atas kebaikan dan kemurahanNya. Demikian pula bentuk ketaatan yang tidak kalah pentingnya yaitu ketaatan untuk berbelas kasihan kepada sesama yang menderita, terpinggirkan, orang-orang yang kurang beruntung dalam dunia ini.
Saudaraku, marilah kita sadari dan hayati bahwa kita semua adalah orang berdosa dan dengan rendah hati serta bantuan rahmat Tuhan mohon kasih pengampunan atau penyembuhan.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.