Home Berita Kekerasan Keji Terhadap TKW Nagekeo, TSK Markus Kewo Huni Tahanan Polda NTT

Kekerasan Keji Terhadap TKW Nagekeo, TSK Markus Kewo Huni Tahanan Polda NTT

674
0

Focus Indonesia News – Dikabarkan sebelumnya, naas menimpa seorang Calon Tenaga Kerja Wanita di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. TKW berinisial MN (23Th ) asal Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo dianiaya pelaku yang merekrutnya setelah dibawa ke Kota Kupang.

Pelaku mengiming-imingi korban dengan modus akan dipekerjakan ke Jakarta dengan gaji menggiurkan. Menurut pengakuan korban dalam sebuah wawancara ekslusive tim redaksi media ini tanggal 6 Januari 2019, perbuatan keji pelaku terhadap korban tidak hanya berupa kekerasan pemukulan dan aniaya biasa, namun juga tindak pemerkosaan secara paksa usai korban dianiaya pelaku hingga sekarat.

Dikisahkan tindakan pelaku terhadap dirinya dilakukan secara berulangkali. Dirinya dipukul, ditendang, diinjak dan kepalanya dibenturkan pada tembok.

Korban juga mengisahkan, kejadian terakhir yang bisa diingatnya adalah kekejian penganiayaan berat, lalu dalam kondisi sempoyongan korban sempat melihat ada sebuah peti mayat kosong berada dalam ruangan yang sama, diletakan dekat dengannya. Korban juga memastikan dirinya dianiaya hingga sekarat dan itu terjadi berulangkali. Beberapa kali korban sadar dari pingsan usai penganiayaan, dirinya menemukan kostum yang dikenakannya sudah berganti, ada juga bekas sobekan.

Korban juga mengaku pelaku pernah juga menganiaya dirinya dengan cara menyerobot kamar mandi saat korban mandi dalam kondisi tidak mengenakan pakaian. Lalu pelaku langsung memukuli korban hingga sempoyongan. Korban juga mengaku pelaku masuk menganiaya korban pada malam hari saat korban tidur. Saat mengisahkan penderitaannya, nampak korban mengalami depresi berat meski kondisi fisiknya sudah perlahan pulih.

Yang masih diingat baik oleh korban termasuk kejadian penganiayaan terakhir dimana korban dianiaya hingga sempoyongan lalu korban sempat melihat ada sebuah peti mati kosong dalam ruangan yang sama.

Menurut kisah wawancara korban, dirinya baru kembali benar-benar sadar saat sudah berada di sebuah rumah kecil milik seorang Ibu di Aemali Kabupaten Nagekeo Pulau Flores. Selanjutnya Pemilik rumah tersebut mengantar korban ke rumah orang tuanya dalam kondisi korban menderita tidak berdaya.

Diungkapkan korban, dirinya baru bisa mengetahui bahwa perjalanannya dari Kota Kupang melalui penyeberangan Kapal Motor turun di Pelabuhan Aimere Kabupaten Ngada, selanjutnya menuju Aemali, adalah rangkaian kisah yang didengarnya dari Ibu pemilik rumah di Aemali dimana korban dititipkan.

Korban sendiri tidak mengetahui bagaimana caranya dirinya diberangkatkan dari Kupang hingga bisa tiba Pelabuhan Aimere selanjutnya bisa kembali ke pangkuan orangtuanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui sejauhmana pihak terkait mendalami dugaan perbuatan yang sudah berpotensi kepada tindakan menghilangkan nyawa manusia dan kekerasan keji dalam kisah korban MN ini.

Penelusuran lain media ini, sebelum dibawa ke Kota Kupang oleh rayuan pelaku, korban tergolong cakap dan anak yang baik serta ulet dalam bekerja. Korban bekerja di sebuah Koperasi di Kota Ende dengan jabatan kasir. Sebelumnya korban adalah lulusan SMA Negeri II Ende, jurusan IPA.

Baca juga : https://larantuka.com/2018/08/di-nagekeo-flores-calon-tkw-dianiaya-diduga-akibat-menolak-libido-perekrut/   

Terhadap perkara ini, konfirmasi redaksi media ini (11/1/2019) Kapolres Kupang Kota melalui materi jawaban perkembangan penanganan hukum menjelaskan informasi kepada redaksi berita. Berikut salinan keterangan Kapolres Kupang Kota, AKBP Satria Perdana Tarung Binti, SIK diterima redaksi media ini (11/1/2019).

Dapat dijelaskan bahwa pada tanggal 14 September 2018 unit PPA menerima pelimpahan Laporan Polisi Nomor : LP/04/VI/2018/Sektor Boawae, tanggal 17 Juni 2018, TP pemerkosaan dan penganiayaan, Pelapor : Mikhael Goa, Korban : RN, Tersangka Markus Kewo.

Tindakan yang dilakukan sebagai berikut, awalnya menerima pelimpahan Laporan Polisi kemudian melakukan penyelidikan – melaksanakan gelar perkara – melakukan penyidikan – melaksanakan tahap 1 ke kejaksaan negeri kupang.

Pada Bulan Januari 2019 menerima P18 dari Jaksa Penuntut Umum agar Tindak Pidana tersebut dilimpahkan penanganan perkara ke Direskrimum Polda NTT karena locus delictinya terdapat di dua tempat yakni wilayah Polres Kupang Kota dan Polres Ngada.

Bahwa dalam proses penyidikan terhadap Tersangka Markus Kewo tidak dilakukan penahanan, karena tersangka Markus Kewo telah ditahan oleh Polda sehubungan dengan kasus trafiking. Demikian dapat kami jelaskan. Terima Kasih. (Keterangan Foto : Korban 6/1/2019 / Tim/Red)