Home Berita SIG PMII Kupang : Masih Ada Diskriminasi Kaum Perempuan Di NTT

SIG PMII Kupang : Masih Ada Diskriminasi Kaum Perempuan Di NTT

232
0

Focus Indonesia News – Penghujung 2018 Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kupang selenggarakan Sekolah Islam dan Gender (SIG) di R.A. Muslimat NTT Bonipoi Kota Lama. Diterima redaksi media ini, rangkaian SIG dilaksanakan pada 16 Desember 2018.

Mandataris Kopri, Nur Alfi Laily dalam sambutannya mengatakan generasi Indonesia kedepannya semakin kompleks dan menantang, sehingga mahasiswa harus benar-benar belajar agar mampu menjadi kader Agama, kader Bangsa dan Kader Indonesia.

Sekolah Islam dan Gender (SIG), kata Nur Alfi Laily, merupakan pendidikan formal bidang pemberdayaan perempuan PMII. Langkah awal untuk menjadi kopri PMII anggota PMII harus mengikuti SIG. Selanjutnya, peserta yang akan lulus pendidikan formal tingkat satu kopri akan mengikuti jenjang berikutnya yakni Sekolah Kader Kopri (SKK).


Sekolah Islam dan Gender bertujuan agar Perempuan-perempuan PMII handal dalam segala bidang, misalnya bidang ekonomi, sosial, politik dan berbagai bidang kehidupan lainnya. PMII melalui bidang pemberdayaan Perempuan akan massif dalam menjalankan program kerja yang telah terprogram melalui rapat kerja cabang.


Kegiatan Sekolah Islam dan Gender PMII Kupang dihadiri oleh Majelis Pembina Cabang Bidang Perempuan Ibu Hj. Nurny H. Amirrudin, S.Ag.M.Pd.i dan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang.


Menurut Ibu Hj. Nurny Amiruddin, S.Ag.M.Pd.i dalam sambutannya, PMII merupakan organisasi Mahasiswa Islam terbesar di Republik ini, karenaitu diharapkan selalu memberikan kontribusi positif dalam mendorong percepatan pembangunan Nasional maupun regional melalui perempuan dan ataupun kader-kader terbaiknya.

Dengan demikian, Ibu Hj. Nurny Amiruddin, S.Ag.M.Pd.i, para kader PMII dituntut belajar serius agar menjadi perempuan-perempuan hebat baik dalam urusan agama, sosial, ekonomi , politik dll di republik ini.

Penegasan PMII Kupang juga diutarakan oleh Ketua Umum PMII Kupang, Hasnu Ibrahim.  Dia menghimbau pembangunan komitmen dan konsistensi Kopri PMII Kupang dalam misi pembentukan dan penguatan kader-kader bangsa melalui sukses SIG.

“Melalui forum mulia ini saya ingin menyampaikan bahwa Bidang Pemberdayaan Perempuan PMII jangan terlalu kaku, artinya bahwa Kopri selain memperhatikan aspek internal organisasi tetapi harapan terbesar nya adalah kopri harus menjadi centrum gerakan perempuan-perempuan Nusa Tenggara Timur’, tandas Ketua Umum PMII Kupang, Hasnu Ibrahim.

Persoalan kaum perempuan di NTT, tambah dia, cukup banyak, diantaranya diskriminasi atas nama feminisme, perempuan lemah dalam urusan politik, Ekonomi, dan Politik, sehingga peranan perempuan di NTT belum begitu dimaksimalkan termasuk upaya-upaya pemberdayaannya.

“Harapan terbesar saya adalah setelah mengadakan kegiatan ini kopri PMII Kupang harus betul-betul tampil di ruang publik, melakukan pendampingan secara intensif terkait issue keperempuanan, melakukan pendampingan, dan program pemberdayaan secara langsung ke masyarakat. Agar eksistensi Kopri PMII Kupang ada dan bermanfaat bagi Rakyat NTT’ tutup Ketua Umum PMII Kupang, Hasnu Ibrahim.

(Sumber : Bidang Pers dan Media PMII Kupang/ Tim/Red)