Home Berita Realisasi Bansos Di Ngada Diduga Ada Pemotongan Sepihak

Realisasi Bansos Di Ngada Diduga Ada Pemotongan Sepihak

727
0

Focus Indonesia News – Lagi-lagi Dana Bansos di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur menuai catatan tidak sedap penghujung tahun. Pantauan crew media ini di Kota Bajawa Kabupaten Ngada, Flores (28/12/2018) mulai siang hingga Pukul 20.00 wita, Kantor Keuangan Daerah Kabupaten Ngada nampak dipadati ratusan warga.

Berdasarkan pengumpulan bahan keterangan tim media di lapangan (28/12/2018), dilaporkan, warga yang memenuhi Kantor Keuangan Daerah adalah kelompok warga penerima Bantuan Sosial yang sempat ajukan protes karena tidak mengetahui alasan mengapa realisasi Bantuan Sosial bagi mereka sudah digeser hingga tanggal 28 Desember baru dimulai dengan pemenuhan tanda tangan administrasi penerimaan dan lain-lain, berikutnya diduga ada pemotongan sepihak tanpa penjelasan.

Rangkuman lapangan, sejumlah warga sempat mengajukan protes terkait angka bansos dalam administrasi anggaran yang mereka tandatangani nampak ada penurunan drastis dari RAB tanpa diikuti penjelasan mengapa terjadi penurunan drastis.

“Aneh sekali ini administrasi yang kami tandatangan. Petugas hanya bilang mereka hanya melaksanakan tugas. Mereka tidak jelaskan mengapa angka-angka bantuan berubah drastis. Kalau dari angka kami rasa ada pemotongan sepihak. Kalian tidak jelaskan tetapi jangan sampai nama kami masyarakat yang terima lima juta, nanti kalian tulisnya lain disaat kalian bertanggungjawab ke pihak-pihak yang lebih diatas. Ada yang Bansos dari usulan 15 juta jadinya 5 juta, 10 juta jadinya 5 juta, 5 juta turun 3 juta, pokoknya seperti Potong sepihak”, gerutu warga, dikutip awak media di Kantor Dinas Keuangan setempat.

Konfirmasi tim redaksi (28/12/2018), Kapala Dinas Keuangan Kabupaten Ngada, Wilhelmus Bate, SH melalui sambungan telepon menyampaikan dirinya tidak sedang berada di tempat dan tidak mengetahui adanya kejadian itu.

“Saya nih mohon maaf Pa. Saya kebetulan tidak berada di tempat. Sedang berada di luar. Saya belum tau ada penurunan itu. Itu saya kurang tau. Saya belum diberitahu, Saya berada di luar. Saya tidak ikuti perkembangan. Saya berada di luar, tidak berada di tempat”, kata Kapala Dinas Keuangan Kabupaten Ngada, Wilhelmus Bate, SH dalam wawancara telepon tim redaksi (28/12/2018).

Dihimpun tim media, dugaan anomali penurunan angka realisasi dari hak masyarakat ataupun dugaan pemotongan sepihak bisa jadi cukup beralasan, sebab total pagu anggaran sebenarnya sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah bersama DPRD setempat tanpa mengalami perubahan apapun hingga finalisasi sebagai tugas Dinas terkait. (Tim/Red)