Home Suara Redaksi Pemimpin NTT Vs Kelompok Korup, Siapa Menang?

Pemimpin NTT Vs Kelompok Korup, Siapa Menang?

316
0

Suara Redaksi

Selamat Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dengan record NTT menempati Provinsi Miskin urutan Tiga setelah Papua dan Papua Barat, lalu penyebab diantaranya oleh ketidak-hadiran negara saat dibutuhkan warga. Berikutnya Korupsi, dan seterusnya.

Selanjutnya, suburnya korupsi pada setiap era, disusul kerakusan perilaku pejabat bernafsu untuk perkaya diri dan kroni-kroni. Maka, semakin terang benderang diketahui, korupsi telah menjadi monster ganas yang sudah berkembangbiak dan sangat subur di wilayah Nusa Tenggara Timur tercinta.

Sumber dari hampir semua permasalahan di negeri ini adalah Korupsi yang terjadi di semua tingkatan Pemerintahan. Data menunjukan Korupsi mewabah mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi sampai tingkat Pusat. Mulai muncul humor, jika para pejabat dan aparatur negara dipercayakan menjadi kepala-kepala urusan rumah tangga di kehidupan akhirat kelak, disana nanti harus ada semacam KPK yang direkrut khusus dari Malaikat untuk memberantas tabiat bawaan dari dunia. Penyakit bawaan.

Jika korupsi tumbuh subur, maka pastinya hak-hak rakyat dirampas, termasuk hak-hak untuk mendapatkan pelayanan birokrasi yang baik, perlindungan hukum yang adil, fasilitas untuk memudahkan peningkatan kesejahteraan yang cukup, pendidikan yang terjangkau, pelayanan kesehatan yang murah, kesempatan kerja yang besar dan seterusnya.

Tidak ada pilihan, NTT wajib berperang secara terbuka dengan wajah-wajah kelompok korup berbaju pelayan negara yang terus menjarah hak-hak masyarakat dari waktu ke waktu. Jumlah kaum korup di NTT juga diyakini akan terus bertambah seiring langkah bebas para aparatur negara yang korup namun tidak terciduk dan terus mengembangkan sayap. Mereka akan melahirkan koruptor-koruptor baru era berikutnya secara alamiah dalam gerombolan penjarah dan perusak martabat bangsa.

Para Pemimpin Nusa Tenggara Timur dituntut harus menang dalam perang melawan korupsi. Dan harus menyatakan Perang Melawan Korupsi. Kemenangan itu bisa saja diraih dengan sangat mudah yakni menang atas diri sendiri.

Jika diri sendiri tidak terkendali, maka yang menang di NTT adalah korupsinya menjadi semakin jago dan juara.

Kekalahan para pemimpin atas keganasan manisan asam bernama korupsi, hanya akan melahirkan koruptor-koruptor baru ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Terhadap permasalah Korupsi di NTT, sedikitnya ada 3 hal yang patut dilakukan Pemerintah & Wakil rakyat yakni :

Pertama, Tegakan Kedaulatan Hukum dan Aturan Main dengan lebih berani dan lebih tegas lagi untuk menekan praktek-praktek korupsi di seluruh tingkatan dalam wilayah NTT.

Kedua, tegakan kedaulatan system control secara mumpuni pada berbagai tingkatan.

Ketiga, Elit politik dan para pemimpin jangan menjadikan diri sebagai tameng dan pelindung dan peluput perbuatan korupsi, agar perangkat negara seperti Polisi, Jaksa dan Hakim menindak koruptor tanpa tekanan unsur-unsur vital di provinsi ini.

Maka berikutnya diharapkan, para Pemimpin NTT Vs Kelompok Korup, yang menangnya adalah Nusa Tenggara Timur menjadi Provinsi Anti Korupsi. Selamat Ulang Tahun En-Te Te-rcinta yang ke-60. ): Suara Redaksi