Home Berita Ngada : Diduga Bansos Dipotong Sepihak, Ini Jawaban Data Kelompok Ternak

Ngada : Diduga Bansos Dipotong Sepihak, Ini Jawaban Data Kelompok Ternak

375
0

Focus Indonesia News – Sebelumnya dikabarkan lambatnya penyerapan Dana Bantuan Sosial di Kabupaten Ngada hingga tanggal 28 Desember 2018 baru masyarakat dipanggil berbondong-bondong ke Kantor Keuangan Daerah setempat. Keterlambatan realisasi nomen klatur Bansos terjadi untuk dua kategori anggaran Bansos yakni Bansos dari Dana Induk yang penetapannya sejak awal tahun 2018 dan yang kedua Bansos Dana Perubahan tahun 2018 yang dipalu pada pertengahan tahun 2018.

Ditemukan sejumlah pertanyaan dan juga keganjilan tanpa penjelasan, misalnya berdasarkan data proposal (contoh kasus) pemohon mengajukan bantuan senilai Rp. 53.600.000. Pemohon mengajukan angka sesuai RAB  untuk kelompok tani, namun saat dipanggil untuk fase tandatangan pada akhir tahun, pengaju (masyarakat) harus menandatangani surat yang berisi permohonan pencairan dana dan akhirnya mereka mengakui saja bahwa yang mereka ajukan hanya senilai Rp. 3 juta sehingga realisasinya pun Rp. 3 juta. Diduga kuat terjadi rekayasa angka pengajuan yang tidak sesuai lagi dengan pengajuan dengan modus perbuatan praktek administrasi sepihak.

Terhadap pemberitaan ini tim media menghubungi Kepala Dinas setempat guna dimintai penjelasan dan Kepala Dinas mengungkapkan dirinya tidak tau sebab tidak sedang berada di tempat.

Penelusuran awak media di Kabupaten Ngada (29/12/2018) berhasil mengantongi sejumlah data akurat dari Kelompok Ternak Cendrawasih terkait kebingungan mereka atas realisasi Dana Bantuan yang menurun jauh dari RAB pengajuan sesuai kebutuhan masyarakat.

Berikut foto data lampiran yang dibuka kepada media :   

Menjawab pertanyaan awak media mengapa kelompok ternak tersebut menerima meskipun tidak sesuai kebutuhan. Kepada tim media ini di Bajawa, dijelaskan bahwa penerimaan tersebut untuk menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada merealisasikan kebutuhan masyarakat seturut selera pihak-pihak terkait di daerah menentukan angka secara sepihak tanpa mempedulikan data kebutuhan sesuai mekanisme legal yang sudah dipenuhi warganya. Pasalnya kejadian yang sama dialami para penerima Bansos di Ngada.  

“Jujur saja kami bingung dengan cara realisasi Bansos. Minta untuk kebutuhan kelompok masyarakat tapi berinya tiga juta. Kalian kira untuk kami beli pisang goreng atau kalian mau hibur hadiah natal dan tahun baru kah. Aneh betul”, pungkas warga kelompok ternak.

Berikut data alokasi anggaran Bansos tahun 2018 Kabupaten Ngada yang sudah ditetapkan Pemerintah Daerah bersama DPRD Ngada sesuai plafon kebutuhan masyarakat, Dana Induk Tahun 2018 yang ditetapkan awal tahun 2018 nomen klatur Bansos senilai Rp.14.474.933.417,00. Selanjutnya Anggaran Perubahan Daerah 2018 kembali dianggarkan dan ditetapkan pasca pertengahan tahun dengan besaran nilai Rp. 15.766.500,000, 00. (Tim/Red)