Home Berita Kommas Ngada Kutuk Perbuatan Janji Proyek, Pinjam Uang Ditutup Pakai Bansos

Kommas Ngada Kutuk Perbuatan Janji Proyek, Pinjam Uang Ditutup Pakai Bansos

675
0

Focus Indonesia News – Kommas Ngada Jakarta (20/12/2018) melalui Ketua Kommas Ngada, CHR Roy Wattu menyatakan mengutuk keras jika benar terjadi di Kabupaten Ngada, Flores-NTT peristiwa perilaku buruk seorang oknum elit politik beraksi dengan modus berjanji membagi-bagi proyek kepada beberapa rekanan dan sebelum proyek datang oknum tersebut sudah meminjam uang dari pihak rekanan.

Pasalnya, berdasarkan informasi diterima Kommas Ngada Jakarta menyebutkan, pinjaman uang tersebut sebenarnya tidak diganti apabila proyek yang dijanjikan benar-benar diberikan. Namun nasib sial tidak dikira, justeru terjadi tagih menagih sebab proyek yang dijanjikan tak kunjung datang. Disebutkan, untuk mengamankan posisi maka kepada para rekanan penagih disiasati dengan modus mendapatkan Dana Bansos.

“Kommas Ngada menerima informasi awal adanya dugaan perilaku jaminan uang atas janji proyek, lalu ketika proyek yang dijanjikan tidak ditepati selanjutnya ditagih kembali uang tersebut kepada oknum elit politik. Oknum menyelamatkan diri dengan modus mensiasati Dana Bansos kepada sejumlah rekanan. Jika informasi itu benar, maka Kommas Ngada menyatakan itu perbuatan sangat terkutuk dan wajib diperiksa dan dihukum. Sebuah perbuatan yang benar-benar tidak tau diri dan mabuk kekuasaan. Kami akan melakukan upaya pendalaman secara organisatoris terhadap informasi yang kami terima”, ungkap Kommas Ngada Jakarta melalui Ketuanya, CHR Roy Wattu.

Kommas Ngada Jakarta juga berharap pihak Penegak Hukum di Kabupaten Ngada berani mengendus kebenaran informasi dugaan demikian dan pada saatnya pun berkenan memberikan keterangan terbuka kepada publik.

“Apabila ada indikasi ke arah sana, harus diproses secara tegas karena itu penyelewengan dan korupsi atas nama jabatan dan wewenang. Negara dan semua elemen pro penegakan hukum sangat mendukung Aparat Penegak Hukum di daerah bekerja dan bertindak sesuai tupoksi. Jika pun ditemukan tidak benar, dibeberkan saja kepada khalayak secara terbuka bahwa hal demikian tidak terjadi di daerah”, tutup Kommas Ngada.

Terhadap keterangan informasi yang juga diterima Kommas Ngada, pantauan media (20/12/2018), sejauh ini belum satu pun pihak di Kabupaten Ngada mengungkap apakah benar atau tidak benar dugaan praktek demikian.

Sebagaimana dilampirkan dalam foto berita ini, grup viral facebook milik warga Ngada, Gebrak Ngada (20/12/2018) sebuah akun bernama Pali Fridolin nampak menurunkan informasi terkait .

Kepada wartawan (20/12/2018), Juru Bicara Kommas Ngada Jakarta, Yosep Godho menambahkan Kommas sudah mendapatkan bocoran inisial nama pelaku oknum pejabat dimaksud, namun sifatnya adalah informasi tertutup untuk kebutuhan investigasi organisasi lebih lanjut. (Tim/Red)