Home Berita Chek Info Bansos Di Keuangan, Warga Ditipu PNS Ngada Bernama Saiful

Chek Info Bansos Di Keuangan, Warga Ditipu PNS Ngada Bernama Saiful

1277
0

Focus Indonesia News – Seorang Pegawai Negeri Sipil yang mengaku bernama Saiful dan bekerja sebagai pegawai pada Dinas Keuangan Kabupaten Ngada membuat aksi tidak terpuji kepada warga calon penerima Bantuan Sosial dari anggaran induk Kabupaten Ngada tahun 2018.

Kejadian ini dialami warga asal Were I Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Emanuel Uma (3/12/2018) TKP garasi mobil teras dinas keuangan ngada atau beberapa meter memasuki pintu Dinas Keuangan Kabupaten Ngada, Flores.

Berikut petikan kronologi kejadian oknum PNS mengaku bernama Saiful dalam aksinya membuli warga di Ngada.

“.Sejak lima atau enam bulan lalu kami mengajukan permintaan pertolongan dari daerah melalui pengajuan proposal bantuan sosial. Kami ajukan bantuan sosial dari anggaran induk Ngada tahun 2018, bukan anggaran perubahan. Berbulan bulan tidak ada tanda-tanda dan informasi kejelasan. Pada bulan November dan Desember ini saya dengar informasi tentang bantuan sosial sebenarnya ada hanya tidak tahu apa masalahnya sehingga tidak ada realisasi dan tidak jelas kepastian. Pada tanggal 3 Desember 2018 bersama teman saya nekat pergi ke Kantor Keuangan Daerah mau tanya apakah ada kesalahan sehingga tidak ada jawaban apapun kepada kami masyarakat. Sekaligus mau tanya mengapa tidak ada penggilan untuk urusan tanda tangan dan lain-lain, agar kami bisa tau pasti. Saya akirnya tiba di Kantor Keuangan Daerah sekitar jam sebelas siang. Kami baru mau menuju ke tangga pintu kantor keuangan, persis di garasi mobil itu, keluarlah satu pegawai keuangan dengan seragam Dinas PNS dan mendatangi kami. Dia langsung menyapa kami dan memberikan penjelasan. Begini penjelasan PNS itu “Sudah ada aturan baru, kalian harus panggil dengan Kepala Desa terpilih datang kesini karena sudah ada aturan baru. Kalau Kades terpilih tidak ada, maka tidak bisa urus Bansos”, kata pegawai itu”, urai Emanuel Uma.

Mendengar pemberitahuan dari PNS tersebut, lanjut Emanuel Uma, dirinya bingung dan menjawab, kalau Kades terpilih tidak ada hubungan, karena ini mau tanya pengajuan bansos yang dari awal tahun tetapi tidak jelas. Dan untuk Kepala Desa terpilih dari hasil Pilkades, itu tidak bisa datang karena baru habis pemilihan dan belum ada penetapan pelantikan, yang ada hanya pejabat desa yang sah saat ini.

Oknum PNS tersebut kembali menjawab seperti ini “ya tetapi tetap tidak bisa. Harus Kepala Desa terpilih karena sudah ada aturan baru.

Emanuel Uma lalu bertanya, Pa’ ini nama siapa. Nama saya Saiful, pegawai keuangan disini, kata oknum PNS yang mengaku bernama Saiful.

Atas kejadian itu Emanuel Uma memutuskan pulang sebab sudah mendapat penjelasan dari petugas. Si petugas pun kembali masuk ke dalam ruangan kantor. Emanuel Uma lalu berjalan sampai ke depan pintu gerbang kantor daerah namun dirinya memutuskan berhenti duduk di pos penjagaan kantor daerah. Di tempat itu, beberapa saat Emanuel Uma kembali memikirkan kejadian yang baru saja dialaminya dan sangat membingungkan.

Setelah beberapa saat duduk di pos penjagaan, Emanuel Uma memutuskan kembali menuju kantor keuangan dan kali ini langsung ke dalam kantor. Setibanya di dalam kantor Emanuel Uma dilayani dan Emanuel Uma menyampaikan tujuan kedatangan untuk chek informasi tentang pengajuannya yang tidak diketahui kejelasan informasi dan realisasi.

Petugas Keuangan lalu meminta Emanuel Uma tanda tangan dan memesan seperti ini “tunggu saja, mungkin dalam minggu ini”, kata Emanuel Uma menirukan kata petugas.

Setelah itu Emanuel Uma bertanya apakah mengenal petugas Saiful, karena tadi mengatakan harus ada Kades terpilih. Pertanyaan¬†Emanuel Uma hanya dijawab “kami tidak tahu, tidak ada petugas bernama Saiful dalam unit kerja keuangan daerah.

Terhadap kejadian ini, wartawan langsung mengkonfirmasi Kepala Dinas Keuangan Kabupaten Ngada Wilhemus Bate, SH (3/12/2018).

Menurut Kepala Dinas Keuangan Kabupaten Ngada Wilhemus Bate, SH , dirinya juga tidak mengenal PNS dimaksud dan tidak ada yang bernama Saiful di Dinas Keuangan Kabupaten Ngada.

“Kami tidak tidak bisa membaca nama yang biasanya ditempel di dada para PNS karena dia tidak tempel namanya di baju, dan banyak PNS di Ngada tanpa leter nama pada baju kerja mereka. Orang itu berseragam lengkap PNS dan bilang namanya Saiful”, tambah korban, Emanuel Uma.

Keganjilan dan keanehan perilaku oknum ASN membuli warga ini masih terus dicaritahu hingga berita ini diturunkan. (Keterangan Foto warga Emanuel Uma / Tim/Red)