Home Berita Anehnya Bansos Di Ngada Terkatung-Katung, Berikut Data Advokasi

Anehnya Bansos Di Ngada Terkatung-Katung, Berikut Data Advokasi

418
0

Focus Indonesia News – Dugaan keanehan Dana Bantuan Sosial di Kabupaten Ngada Flores bisa dibilang aneh bin unik.

Rangkuman advokasi media bersama sejumlah unsur investigasi di daerah mengungkapkan pola pencairan dana bantuan sosial di Kabupaten Ngada mempunyai sejumlah catatan aneh.

Berikut rangkuman data media dan wartawan lapangan dari advokasi yang diikuti selama tahun 2018.

1. Dana Induk Tahun 2018 yang ditetapkan awal tahun 2018 nomen klatur Bansos senilai Rp.14.474.933.417,00, hingga tanggal 3 Desember 2018 belum diketahui berapa porsen sudah dicairkan.

2. Warga Calon Penerima mengajukan permintaan dalam bentuk proposal sudah dilakukan sejak lima hingga enam bulan sebelumnya dari Bulan Desember 2018. Kesaksian warga pada akhir Bulan November dan Desember baru mulai dengan fase tanda tangan.

3. Setelah tanda tangan di Keuangan Daerah, pencairan masih menunggu lagi.

4. Meski belum dicairkan, Bansos untuk termin Anggaran Perubahan Daerah 2018 kembali dianggarkan pasca pertengahan tahun dengan besaran nilai Rp. 15.766.500,000, 00. Padahal Bansos dari Dana Induk belum cair.

5. Warga calon penerima lagi-lagi mengajukan permintaan untuk Bansos Perubahan.

6. Terhadap Bansos Perubahan, ada yang sudah tanda tangan, kebanyakan belum dipanggil tanda tangan di Kantor Keuangan Daerah walau sudah masuk akhir tahun alias Bulan Desember.

7. Berikutnya lagi-lagi Bansos untuk Anggaran Induk Tahun 2019 juga sudah dipersiapkan dan nantinya diikuti PERDA atau segera dalam waktu dekat akhir tahun di-PERDA-kan.

Sekian data advokasi Pers dan sejumlah lembaga advokasi gabungan di lapangan.

Terhadap berbagai fakta diduga anomali ini, Pemerintah Daerah Kabupaten belum sekalipun mengeluarkan keterangan resmi dan penjelasan terbuka meski berulangkali diminta wartawan.

Upaya tim media melakukan pencarian data dan informasi melalui WEBSITE resmi Kabupaten Ngada, lagi-lagi Website Daerah juga tidak aktif alias mati suri. (Tim/Red)