Home Renungan Harian Vocationem Nostram ~ Panggilan Hidup Kita

Vocationem Nostram ~ Panggilan Hidup Kita

30
0
Foto: Google

Jumat, 30 November 2018
Pekan Biasa XXXIV
Pesta St. Andreas, Rasul
¤ Rm.10:9-18
¤ Mzm. 19:2-3,4-5
¤ Mat. 4:18-22
“Vocationem Nostram”
~ Panggilan Hidup Kita ~

Inilah saat mengenang panggilan hidup kita masing-masing sebagai murid-muridNya. Kita bersyukur atas rahmat panggilan dan perutusan-Nya. Kita berterima kasih kepada keluarga, sahabat dan kenalan yang selalu siap memberi aneka dukungan dan peneguhan dalam menjalani panggilan hidup ini.
Pada hari ini, 30 November Gereja Katolik merayakan pesta Santo Andreas, Rasul. Dalam bahasa Yunani ‘Andreas’ berarti gagah perkasa atau sang pemberani. Sesuai dengan namanya ia tampil sebagai pribadi yang murah hati, siap menolong, terbuka dan entusias. Dia dikenal sebagai saudara dari Simon Petrus, berasal dari kota Betsaida.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, kita belajar beberapa hal terkait dengan perjuangan untuk menjawab panggilan hidup ini.
Adapun perayaan Santo Andreas, membantu kita untuk mengenang kembali sejarah panggilan hidup kita masing-masing, antara lain:

1. Mencari dan menemukan
Yesus senantiasa bergerak, mencari dan menemukan orang-orang yang layak menjadi murid-Nya. Ia memanggil para murid tanpa memandang latar belakang mereka. Ia hendak menunjukkan bahwa keselamatan itu bersifat universal. Ia memanggil para nelayan yang menangkap ikan untuk menjadi nelayan yang menangkap manusia.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa Tuhan Yesus selalu melakukan pendekatan pertama kepada kita. Ia menyusuri lorong-lorong kehidupan kita, melihat dan mengenal kita apa adanya dan memanggil kita sesuai kehendak-Nya. Orang-orang yang mendengar Sabda dan merasakan Kerajaan Allah tidak hanya sejahtera secara rohani tetapi juga secara jasmani.

2. Mendengar dan mengikuti
Para murid mendapat panggilan Tuhan di dalam hidup mereka yang nyata, di tempat di mana mereka bekerja, dan saat itu mereka sedang bekerja. Sikap batin yang mereka tunjukkan adalah mendengar panggilan Tuhan. Mereka mendengar dengan baik sebab di saat yang sama mereka merasakan kasih dan kebaikan Tuhan. Mereka segera meninggalkan pekerjaan mereka dan mengikuti Yesus. Mereka berani melepaskan diri dari berbagai ikatan seperti pekerjaan, keluarga dan harta kekayaan supaya layak mengikuti Yesus yang memanggil mereka.
Di sinilah kita diajak untuk memiliki ketulusan hati, iman dan kepercayaan kepada Tuhan dalam menjawabi panggilan hidup kita masing-masing.

3. Mensyukuri dan mengikuti
Kita bersyukur kepada Tuhan sebab Ia juga mengunjungi dan memanggil kita semua untuk mengikuti-Nya dari dekat. Kita percaya kepada-Nya sebab Ia juga menjadikan kita sebagai penjala manusia sesuai dengan kenyataan hidup kita. Ia memanggil kita sesuai dengan kehendak-Nya dan dalam hidup kita yang nyata.
Di sinilah kita diajak untuk berani melepaskan diri dari segala sesuatu yang mengikat dan segera mengikuti-Nya. Kita mengikuti Tuhan Yesus sebab Ia mengasihi kita.
Saudaraku, pengalaman yang sama sudah lebih dahulu dialami oleh Santo Andreas. Mari kita juga mengantar sesama kepada Yesus.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria yang selalu menyertai kita sekeluarga dalam mengikuti panggilanNya. Amin.