Home Renungan Harian Vera Beatitudo ~ Kebahagiaan Sejati

Vera Beatitudo ~ Kebahagiaan Sejati

42
0
Hari Raya Semua Orang Kudus dalam Gereja Katolik
Hari Raya Semua Orang Kudus dalam Gereja Katolik

Kamis, 01 November 2018
Pekan Biasa XXX
Hari Raya Semua Orang Kudus
¤ Why 7:2-4,9-14
¤ Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6
¤ 1Yoh 3:1-3
¤ Mat 5:1-12a
“Vera Beatitudo”
~ Kebahagiaan Sejati ~

Pada hari ini Gereja Katolik merayakan ‘Hari Raya Semua Orang Kudus’, yakni hari yang dikhususkan untuk menghormati segenap anggota Gereja yang bergabung dalam persekutuan para kudus. Mereka adalah orang-orang yang telah berhasil memenangkan pertempuran di dunia dan mengalami sukacita surgawi. Perayaan hari ini juga merupakan suatu undangan bagi kita untuk meneladani sikap hidup para kudus dan mengikuti jejak mereka dalam mengejar kekudusan.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menekankan bahwa kehidupan yang bahagia adalah hasil atau akibat dari sikap hidup yang tepat. Dan masing-masing sikap hidup yang tepat itu membawa kebahagiaan tersendiri.
Mari kita merefleksikan kata “BERBAHAGIALAH” dari sabda bahagia ini melalui

1. Pemaknaan
“Berbahagialah” disebut ashrê(Yunani) dan makarioi dari kata dasar makarios yang berarti “diberkati” atau “berbahagia” atau “sukacita” (Joy) dengan eksistensi beruntung. Sukacita (Joy) yang tidak terganggu oleh perubahan situasi kehidupan. Sabda bahagia Yesus ini berbicara mengenai sukacita dan hidup yang melewati kesedihan, kehilangan, penderitaan, aniaya, keadaan tidak berdaya, diejek dan dihina dunia karena IMAN Kristiani.
Jadi makna kata ‘berbahagialah’ di sini menunjuk pada sukacita / keadaan diberkati karena hidupnya berkenan dihadapan Tuhan; itulah makarios yakni kebahagiaan sejati.

2. Pengajaran
Menurut ajaran Katekismus Gereja Katolik,1717
“Sabda bahagia mencerminkan wajah Yesus Kristus dan cinta kasih-Nya. Mereka menunjukkan panggilan umat beriman, diikutsertakan di dalam sengsara dan kebangkitan-Nya; mereka menampilkan perbuatan dan sikap yang mewarnai kehidupan Kristen; mereka merupakan janji-janji yang tidak disangka-sangka, yang meneguhkan harapan di dalam kesulitan; mereka menyatakan berkat dan ganjaran, yang murid-murid sudah miliki secara rahasia; mereka sudah dinyatakan dalam kehidupan Perawan Maria dan semua orang kudus”

3. Penghayatan
Sabda bahagia Yesus memang tak mungkin kita hayati sendirian dan sesaat saja. Kita dapat MEMILIH sabda bahagia mana yang sesuai dengan hidup, panggilan, dan tugas perutusan kita. “Berbahagialah orang yang SUCI HATI-nya, karena mereka akan melihat Allah”(Mat 5:8)
“Suci hatinya”, dinyatakan dalam “perkataan yang suci” disahkan oleh “perbuatan yang suci” sesuai dengan perkataannya. Orang yang suci hatinya, tidak mencari-cari perkataan baik agar perbuatannya kelihatan suci. Orang yang suci hatinya dengan lugas akan berkata “ya” kalau memang “ya” dan “tidak” kalau memang “tidak”; karena dalam kesucian hatinya terkandung unsur kejujuran, ketulusan dan kebenaran yang mutlak. Kebenaran yang mutlak adalah Yesus sendiri, karena itu, hanya orang yang ada di dalam dan berjalan serta hidup bersama Yesuslah bisa suci hatinya, karena Yesus selalu menyucikannya dengan DarahNya sendiri.
Saudaraku, hanya orang yang suci hatinya seperti itulah yang akan melihat Allah dan di situlah terletak kebahagiaan sejati atau sukacita surgawi
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.