Home Berita Rizieq Shihab Jangan Buat Gaduh Di Arab Saudi

Rizieq Shihab Jangan Buat Gaduh Di Arab Saudi

214
0

Focus Indonesia News – Tim Pembela Demokrasi Indonesia atau TPDI melalui Koordinatornya Petrus Selestinus kembali melayangkan seruan peduli, agar Rizieq Shihab tidak membuat kegaduhan.

Penegasan TPDI diterima redaksi (10/11/2018) melalui Petrus Selestinus selaku Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia. Berikutnya penegasan TPDI, dikutip redaksi.

RIZIEQ SHIHAB JANGAN BUAT GADUH DI ARAB SAUDI, KEMBALILAH DAN HADAPI PROSES HUKUM UNTUK MENDAPATKAN KEADILAN DI NEGERI TERCINTA INDONESIA.

Kepolisian Negera Republik Indonesia (POLRI), sewaktu-waktu dapat membuka kembali penyidikan atas dua perkara dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada Rizieq Shihab, masing-masing Tindak Pidana Chat Pornografi antara Rizieq Shihab dengan Firza Husein di Polda Metro Jaya dan kasus dugaan Tindak Pidana Penodaan Lambang Negara dan Pencemaran Nama Baik Proklamator Ir. Soekarno di Polda Jawa Barat, yang keduanya sudah di SP3-kan sejak bulan Februari dan Mei 2018 yang lalu.

Oleh karena itu keliru besar jika kubu Rizieq Shihab menganggap perkaranya sudah ditutup dan terbebas dari proses hukum atas dua Tindak Pidana yang sudah di SP3-kan itu. Secara yuridis, Penghentian Penyidikan/SP3 atas sebuah Tindak Pidana, bukanlah suatu keputusan hukum yang bersifat permanen (final and binding), karena setiap saat Penyidik dapat membuka lagi penyidikan berdasarkan temuan-temuan baru dalam tahap penyelidikan atas perkara pidana yang bersangkutan.

Artinya SP3 itu tidak menghentikan Penyelidikan, karenanya Penyelidik akan terus menerus melakukan penyelidikan, hingga mendapatkan bukti yang cukup untuk nantinya dibuka kembali penyidikannya dan status tersangka akan disematkan kembali kepada orang yang diduga sebagai pelaku Tindak Pidananya. Artinya penyelidikan atas Tindak Pidana yang diduga dilakukan oleh Rizieq Shihab masih terus dilakukan, baik oleh Polda Jawa Barat maupun Polda Metro Jaya. Rizieq Shihab seharusnya sadar bahwa dua perkara dugaan Tindak Pidana yang sudah dihentikan Penyidikannya atau SP3 itu, bukanlah sebuah keputusan hukum yang bersifat final and binding, akan tetapi hanya bersifat sementara, karena sewaktu-waktu atas dasar pertimbangan hukum, politik dan sosiologis yang didukung dengan bukti-bukti yang cukup, maka tahap Penyidikan bisa dibuka kembali dan Rizieq Shihab kembali menjadi Tersangka untuk dilanjutkan hingga ke tahap Penuntutan di Pengadilan. Jadi kubu Rizieq Shihab jangan “gede rasa” dengan SP3 yang diperoleh Rizieq Shihab, karena sewaktu-waktu akan dibuka kembali sesuai dengan perkembangan hasil penyelidikan.

Saat ini Rizieq Shihab secara tidak bertanggung jawab mensomasi Presiden Jokowi dan menuntut keadilan di tempat pelariannya di Arab Saudi. Padahal keberadaan Rizieq Shihab di Arab Saudi saat ini karena menghindarkan diri ketika menghadapi proses hukum atas dirinya di Indonesia. Padahal meskipun saat ini kasusnya sudah di SP3-kan, toh Rizieq Shihab tidak mau kembali ke Indonesia.

Ini adalah sikap seorang warga negara yang tidak sportif dan tidak terpuji, karena Rizieq Shihab seharusnya kembali ke Indonesia menggunakan segala upaya hukum yang tersedia untuk mendapatkan keadilan sekaligus memberikan pertanggungjawaban pidana atas sejumlah kasus lain (Laporan Masyarakat) yang masih menanti di Polda Metro Jaya. Posisi Pemerintah jelas tetap memberikan perlindungan hukum kepada setiap warga negaranya di luar negeri, tidak terkecuali terhadap Rizieq Shihab, ketika warga negaranya menghadapi persoalan hukum di negara lain.

Oleh karena itu sangat tidak beralasan hukum bagi Rizieq Shihab melontarkan tuduhan bahwa Pemerintah melalui BIN telah melakukan kriminalisasi terhadap dirinya di Kota Suci Makkah Almukarromah dengan cara menempatkan aparaturnya di sekitar lokasi, lantas menempelkan poster bendera ISIS di didinding rumahnya yang berujung dengan adanya tindakan kepolisian Arab Saudi terhadap Rizieq Shihab. Ini jelas tuduhan yang tidak berdasar, bahkan melecehkan Kehormatan dan Kedaulatan negara Arab Saudi yang sangat dihormati oleh Pemerintah Indonesia secara timbal balik.

Pernyataan Rizieq Shihab yang bersifat “somasi” kepada Presiden Jokowi untuk tegakan keadilan dan jangan biarkan keadilan diinjak-injak, seolah-olah Presiden Jokowi telah bertindak tidak adil terhadap dirinya dan sejumlah pihak di Indonesia serta hanya mementingkan pencitraan, ini jelas pernyataan ngawur dengan memutarbalikan fakta-fakta hukum yang ada, karena sesungguhnya yang menginjak-injak hukum adalah Rizieq Shihab sendiri yang sampai saat ini belum mau pulang ke Indonesia dan menggunakan hak-haknya melalui sarana hukum yang tersedia untuk menuntut keadilan.

Sedangkan terhadap kasus lain yaitu Novel Baswedan dan Hermansyah hingga saat ini proses penyidikannya tetap jalan dengan berbagai tingkat kesulitan yang berbeda.

(Petrus Selestinus, Koordinator TPDI & Pimpinan Nasional Ormas Harimau Jokowi)