Home Berita PADMA: Januari-November 2018 Sudah 94 Peti Mati TKI Asal NTT

PADMA: Januari-November 2018 Sudah 94 Peti Mati TKI Asal NTT

403
0

Focus Indonesia News – Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia melalui Direktur PADMA, Gabriel Goa (15/11/2018) kembali menegaskan Menentang Perdagangan Manusia di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Diutarakan Gabriel Goa, testimoni Korban Human Trafficking membuat geram Aktivis LSM, Tokoh Agama, Pers untuk segera bertindak dalam mengadvokasi upaya menuju Zero Human Trafficking. Fakta lainnya sejak Januari 2018 hingga 12 November 2018 sudah ada 94 peti mati orang NTTyang dikirim dari Malaysia.

Sementara terkait penegakan hukum terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang, apresiasi setinggi-tinggi perlu diberikan kepada Penyidik-Penyidik TPPO, baik Polda maupun Polres yang bekerja keras mengungkap dan proses hukum Pelaku dan Aktor Intelektual TPPO.

Salah satu Polres yang perlu mendapatkan apresiasi Publik adalah Polres Sumba Barat karena 11 perkara TPPO langsung diproses dan sudah ada putusannya. Tinggal 1 perkara TPPO yang sementara berjalan persidangannya di PN Waikabubak.

“Terpanggil untuk mencapai cita-cita Zero Human Trafficking maka kami dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) bersama Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia”, ungkap Gabriel Goa.

Ditegaskan, untuk mencapai cita-cita Zero Human Trafficking, pertama, mengajak solidaritas publik untuk mengawal proses persidangan TPPO yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Waikabubak, Pengadilan Negeri Soe dan Pengadilan Negeri Kefamenanu. Kedua, mendesak Polres Sumba Timur dan Polres Ngada untuk segera menangkap dan memproses Hukum Pelaku dan Aktor Intelektual Human Trafficking. Ketiga, mendesak Polda NTT segera memproses hukum Pimpinan PT. MALINDO MITRA PERKASA yang hingga saat ini baru Petugas Lapangan saja yang diproses hukum.

PADMA Indonesia juga mendesak segera memproses hukum perkara TPPO yang masih mengendap di Polda NTT. (Tim/Red)