Home Berita Nagekeo: Eksekusi Lahan Mahmud Vs Kornelis Sempat Terjadi Perlawanan

Nagekeo: Eksekusi Lahan Mahmud Vs Kornelis Sempat Terjadi Perlawanan

844
0

Focus Indonesia News – Pengadilan Nageri Bajawa resmi melakukan eksekusi lahan (7/11/2018) atas Perkara Perdata antara Muhamad Ngarong selaku pihak penggugat melawan Kornelis Suara, sebagai tergugat yang dimenangkan oleh penggugat muhamad ngarong.

Berdasarkan data dihimpun tim redaksi ini, proses eksekusi dilakukan berdasarkan Perkara Perdata nomor: 13/Pdt.G/2015/PN. Bjw, antara Mahmud Ngarong dan kawan-kawan selaku Penggugat melawan Kornelis Suara, dan kawan-kawan selaku Tergugat.

Berikut batas lahan yang dieksekusi adalah bagian Utara berbatasan dengan lahan milik Muhamad Ngarong, bagian Timur berbatasan dengan jalan setapak dan lahan yang sebelumnya diketahui sebagai lokasi balai benih, bagian Selatan berbatasan dengan lahan milik Petrus Pinga dan bagian Barat berbatasan dengan jalan raya Danga-Marapokot.

Pantauan lapangan (7/11), turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya, pihak Panitera PN Bajawa bersama para saksi, berikutnya unsur Badan Pertanahan Kabupaten Nagekeo, Lurah Mbay I serta para pihak khususnya para penggugat dan tergugat.

Kegiatan berlangsung sekitar pukul sebelas wita lewat dengan dikawal regu pengamanan dari Polres Ngada, Flores. Usai membacakan surat putusan resmi, proses eksekusi dilakukan petugas Pengadilan Negeri Bajawa atas lahan yang diperkirakan seluas 2.110 m2.

Rangkuman lapangan, selain pepohonan dan material dalam kawasan eksekusi terdapat satu unit bangunan rumah permanen, satu unit rumah semi permanen dan juga tempat pengolahan pembakaran batu merah serta sejumlah materi lainnya sebagaimana kondisi lapangan.

Jalannya eksekusi dihiasi aksi protes, pasalnya oleh pihak tergugat terhadap Pengadilan Bajawa dan Badan Pertanahan Kabupaten Nagekeo untuk menghalangi proses eksekusi.

Rangkuman redaksi, aksi protes dilakukan dan pihak tergugat mengungkapkan bahwa lahan yang dieksekusi adalah tanah milik tergugat yang juga dibuktikan dengan bukti sertifikat hak milik atas nama Kornelis Suara alias Tergugat.

Sementara, dikutip pantauan lapangan, pihak pengadilan mengungkapkan Putusan Pengadilan sudah inkrah dan sudah melalui peringatan sesuai ketentuan, atau sudah diperingatkan sebanyak tiga kali.

Terhadap kondisi ini tergugat yang diketahui juga sudah berusia tua tetap melakukan perlawanan dan tidak mau keluar dari dalam rumahnya sebab tidak memiliki tempat tinggal lagi.

Terkait keadaan dan perlawanan, akhirnya dilakukan negosiasi oleh unsur Polres Ngada melalui Kabagops Polres Ngada bersama regu anggota Polwan kepada pihak Tergugat. Selanjutnya eksekusi berjalan hingga selesai dalam keadaan kondusif. (Tim/Red)