Home Berita Meski Menerima Hasil, Pilkades Were I Ngada Tanpa Saksi Calon

Meski Menerima Hasil, Pilkades Were I Ngada Tanpa Saksi Calon

645
0

Focus Indonesia News – Pemilihan Kepala Desa yang digelar serentak, di Kabupaten Ngada memiliki catatan masing-masing dari setiap penyelenggaraan Pilkades.

Pantauan tim redaksi media ini di Desa Were I Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores (27/11/2018) pelaksanaan Pemilu Kepala Desa di Were I Ngada tanpa keikutsertaan para saksi calon kades mulai dari tahab pencoblosan atau pemberian suara di TPS hingga fase perhitungan suara.

Hasil wawancara lapangan, meski demikian dari tiga calon yang bertarung dalam Pilakdes setempat menyatakan menerima seluruh proses dan hasil pemungutan suara yang sudah dilaksanakan.

Atas ketiadaan saksi dari para calon, Ketua Panitia Pilkades Were I, Sebastianus Nono dalam keterangan wawancara awak media menyatakan pada tahapan Pilkades, pihak panitia sudah mengumumkan kepada para calon untuk mempersiapkan saksi, namun hingga hari pencoblosan tiba, para calon tidak menyerahkan daftar saksi kepada pihak panitia.

Namun, Ketua Panitia Pilkades Were I, Sebastianus Nono mengakui terkait saksi calon, pihak panitia hanya mengumumkan secara lisan tanpa pemberitahuan tertulis.

“Kami sudah umumkan pada tahapan sebelumnya melalui pengumuman lisan. Kalau pemberitahuan secara tertulis memang tidak dilakukan, sebab kami mengumumkan secara lisan”, kata Ketua Panitia Pilkades Were I, Sebastianus Nono.

Sementara menurut Ketua BPD Desa setempat, Gregorius Resi, meski tidak diikuti saksi dari para calon, proses Pilkades berjalan lancar dan aman hingga proses perhitungan berakhir.

Dirangkum media ini, standar operasional dan prosedur pemungutan, perhitungan suara dan penetapan calon kepala desa terpilih periode 2018-2024, dasar hukum Perda Kabupaten Ngada nomor 3 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Desa, diikuti Peraturan Bupati nomor 41 tahun 2016 tentang Peraturan Pelaksanaan, salah satu butir menerangkan Panitia Pemilihan menerima surat mandat dari saksi calon kepala desa.

Sementara Permendagri nomor 112 tahun 2014 tentang Pilkades, poin pemungutan dan perhitungan suara, pasal 38, nomor 2 disebutkan, (2) Kegiatan panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dihadiri oleh saksi dari calon, BPD, pengawas, dan warga masyarakat. (3) Kegiatan panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibuatkan berita acara yang ditandatangani oleh Ketua panitia, dan sekurang-kurangnya 2 (dua) anggota panitia serta dapat ditandatangani oleh saksi dari calon.

Berikutnya, Pasal 41, (3) Penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan dan selesai di TPS oleh panitia pemilihan dan dapat dihadiri dan disaksikan oleh saksi calon, BPD, pengawas, dan warga masyarakat. (4) Saksi calon dalam penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (3), harus membawa surat mandat dari calon yang bersangkutan dan menyerahkannya kepada Ketua panitia. (5) Panitia membuat berita acara hasil penghitungan suara yang ditandatangani oleh ketua dan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota panitia serta dapat ditandatangani oleh saksi calon. (6) Panitia memberikan salinan Berita Acara hasil penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kepada masing-masing saksi calon yang hadir sebanyak 1 (satu) eksemplar dan menempelkan 1 (satu) eksemplar sertifikat hasil penghitungan suara di tempat umum.

Terhadap proses Pilkades, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Ngada (27/11/2018), Yohanes C Watu Ngeb, S.Sos,M.Si dalam keterangan pers saat ditelepon redaksi media ini menegaskan, jika ada pihak yang dirugikan dan atau ada pengajuan protes terhadap proses Pilkades, maka sesuai mekanisme yang berlaku, selanjutnya akan disidangkan di tingkat Kabupaten.

Menjawab wawancara awak media di lokasi Pilkades, ketiga calon, masing-masing calon nomor 1 Robertus Watu, calon nomor 2 Silvianus Pena dan calon nomor urut 3 Mikhael Bhara menyatakan mereka menerima hasil dan tidak berniat mengajukan keberatan terhadap segenap proses yang sudah dilalui.

Berikut catatan akhir perolehan suara secara keseluruhan yang dimenangkan oleh Paslon nomor urut 3 atas nama Mikhael Bhara dengan raihan perolehan sebagai berikut: total perolehan suara calon nomor urut 1 Robertus Watu sebanyak 36 suara, total perolehan suara calon nomor urut 2 Silvianus Pena sebanyak 227 suara dan total perolehan suara calon nomor urut 3 Mikhael Bhara sebanyak 382 suara.

Jumlah suara sah calon TPS 1: 282 suara, TPS2 : 278 suara, TPS 3: 185 suara, total 645 suara. Jumlah suara tidak sah, TPS 1: 7, TPS 2: 40, TPS 3: 44. Jumlah keseluruhan yang memberikan suara sebanyak 736 suara. (Tim/Red)