Home Berita Menggemparkan Flotim Untuk Menggempur Stunting

Menggemparkan Flotim Untuk Menggempur Stunting

697
0
Bupati Flores Timur bersama Ditjen Gizi Kemenkes RI

Focus Indonesia, LarantukaNEWS – Jelang pukul 10.00 WITA, Direktur Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Ir. Doddy Izwardy, MA, didampingi Bupati Flores Timur Anton G. Hadjon, bersama rombongan tiba di arena “Deklarasi Flores Timur Gempur Stunting” di Lapangan Bola Kaki Bintang Timur Lebao Larantuka Flores Timur, Jumad/16/10/2018. Diiringi ‘tarian muro ae’, tarian menyambut tamu ala Nagi Tanah Larantuka, rombongan berarak menuju arena utama.

Di lapangan yang sekompleks dengan pusat perkantoran di Kabupaten Flores Timur ini, Forum Pangan dan Gizi (Foranzi) Flores Timur yang merupakan gabungan OPD Flores Timur dan para pihak yang peduli pangan dan gizi yang didampingi Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Flores Timur dan yang didukung oleh SNV (Stichting Nederlandse Vrijwilligers) digelarlah “Deklarasi Flores Timur Gempur Stunting”. Seminggu sebelumnya (9/11/2018), Foranzi bersama YPPS menggelar workshop persiapan deklarasi ini.

Bupati Anton Hadjon pada kesempatan ini dengan penuh antusias memekikkan spirit Flotim bebas stunting. “Kita gemparkan Flores Timur untuk gempur stunting. Kita bangun bersama dan gerak bersama mempercepat Flores Timur menuju sejahtera,” tegas Hadjon. Untuk maksud ini, Bupati Anton Hadjon memohon bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan untuk mendukung gerakan Flores Timur Gempur Stunting.

Sementara itu, Doddy Izwardy yang didaulatkan memberikan ‘kuliah umum’ seputar persoalan stunting menarikan tiga hal sebagai benang merah dari keseluruhan proses menggempur stunting. Ketiga hal itu yakni persoalan pangan, gizi dan kesehatan. Berulang kali, Izwardy yang pernah menjabat sebagai Direktur Bina Gizi, Ditjen Bina Gizi dan KIA tahun 2013, menekankan pentingnya menaruh porsi yang tak berkesudahan pada ketiga hal ini. Baginya, pangan yang bergizi akan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI yang dirilis 30 Oktober 2018, Propinsi Nusa Tenggara Timur menempati urutan tertinggi dari 34 propinsi di Indonesia terkait proporsi status gizi buruk dan gizi kurang pada balita (29,9%), tertinggi juga untuk proporsi status gizi sangat pendek pada balita (42%), tertinggi pula untuk proporsi risiko kurang energi kronis pada wanita usia subur yakni pada wanita tidak hamil dan wanita hamil (32,8% dan 36,8%); serta terendah untuk klasifikasi proporsi aktivitas fisik kurang (25,2%).

Sementara itu, yang namanya stunting itu (kerdil/bodoh karena gagal tumbuh lantaran gagal tumbuhnya sel otak pada usia emas 1000 hari pertama sejak dalam rahim yang disebabkan oleh gizi kronis akibat dari intake/asupan zat gizi, status gizi dan penyakit infeksi) akan berdampak pada rendahnya potensi SDM, prestasi belajar, kualitas SDM, produktivitas kerja, kualitas hidup dan kualitas generasi.

Jelang pukul 12.00 WITA, para perwakilan peserta deklarasi tampil ke panggung utama. Berseragam putih dan tenunan asli Flores Timur, para aggota perwakilan dengan gegap gempita memekikan kata-kata deklarasi. “Kami berjanji dengan sungguh hati untuk: pertama, memerangi sikap tidak peduli terhadap stunting; kedua, melakukan pembelajaran yang luas kepada semua pihak tentang sebab dan akibat stunting; ketiga, melalukan gerakan bersama memerangi stunting; keempat, menurunkan prosentasi stunting di Flores Timur; kelima, menyatakan tahun 2023 Flores Timur Bebas Stunting.” Kata-kata itu kemudian ditutup dengan sebuah impian akan masa depan Flores Timur: “Demikian ikrar kami demi generasi Flores Timur yang sehat, cerdas, tangguh dan berdaya saing.”

Meski diterpa mentari pada sesi-sesi awal dan diguyur hujan pada sesi-sesi akhir, para peserta deklarasi dengan penuh antusias terlibat aktif dalam sesi demi sesi. Turut hadir dalam momen awal ‘penyelamatan masa depan generasi Flores Timur ini, Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Hakim Dermawan dari Kantor Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi dari Bappenas Jakarta dan Y. M. Ronaldus Amapiran dari Bappeda Propinsi NTT, SNV perwakilan NTT Mei J.O. Tatengkeng, sejumlah Kepala OPD Kabupaten Flotim, tokoh-tokoh agama, tokoh pemuda dan lembaga-lembaga non pemerintah.

Anselmus D. Atasoge
Komunitas Studi Kreatif Lintas Iman Flores