Home Artikel Menakar Ulang Tahun Ir. Marsel Petu Dan Apel Pahlawan Di Daerah Terisolir

Menakar Ulang Tahun Ir. Marsel Petu Dan Apel Pahlawan Di Daerah Terisolir

192
0

Kepemimpinan Kabupaten Ende bersama Bupati Kepala Daerah Ir. Marsel Petu telah mengukir sejumlah catatan sentuhan pembangunan berbagai sektor pembangunan riil di wilayah Kabupaten Ende, Flores.

Perjalanan Ir. Marsel Petu dengan latar belakang Pelaku Swasta di daerah telah menulis sejumlah kiprah hingga memasuki dua periode terpilih sebagai Kepala Daerah.

Tidak semua publik mengetahui namun hampir seluruh elemen yang mengenal Ir. Marsel Petu pasti mempunyai catatan masing-masing terhadap figur Kepala Daerah yang satu ini.

Sedikitnya ada dua peristiwa dalam tulisan ini, yakni Ulang Tahun, berikutnya Apel Hari Pahlawan. Keduanya digelar di satu titik kecamatan yang sama, yakni dalam wilayah Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende.

Pertama, Hari Ulang Tahun di Kampung Nida atau disebut Nida-Watunggere .

Menjelang akhir masa jabatan sebagai Bupati Ende pada Periode Pertama, persis Hari Ulang Tahun Ir. Marsel Petu, warga Kampung Nida Nuamuri, Kecamatan Detukeli menyambut kedatangan Bupati Ende, Ir. Marsel Petu bersama rombongan.

Sesungguhnya, kehadiran dalam bingkai tradisi, merupakan sebuah penghargaan sangat luar biasa bagi masyarakat Kampung Nida-Watunggere, meski mereka hidup dalam catatan pembangunan terbelakang.

Bisa dikata, Kampung Nida Watunggere, untuk bau Kabel Listrik PLN pun nyaris bisa dibilang masih sebatas mimpi dan atau harus berjalan keluar puluhan kilo meter baru bisa melihat bentuk atau rupa kabel listrik PLN yang sebenarnya seperti apa.

Begitu juga akses jalan menuju perkampungan Nida bersama jejeran sejumlah Kampung lainnya, yakni Kampung Wololanu, Lewagare, Bongapau, Detuboro dan Nida Nuamuri.

Jalan masuk menuju perkampungan yang satu ini, jika ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, dikata Jalan Lompat Katak. Jalan ala lompat kodok.

Betapa tidak, jejeran bebatuan lepas dengan lubang lekak lekuk sepanjang jalan, menjadi santapan warga selama puluhan tahun hingga hari ini.

Kedua, usai terpilih Periode Kedua, Hari Pahlawan 10 November 2018, dirayakan di Kampung asal Marilonga yakni Kampung Watunggere.

Jarak tempuh Watunggere dan Nida sekitar setengah jam perjalanan. Watunggere adalah Ibu Kota Kecamatan Detukeli di Kabupaten Ende.

Kampung Pahlawan yang satu ini memiliki catatan ketertinggalan juga, yakni belum terpasok Listrik PLN, kesulitan air bersih dan akses jalan menuju Kampung ini, jika musim hujan tiba, pengendara berhadapan parade titik jalan rusak berat mulai cabang Jalan Negara Wokonio hingga Kampung Watunggere.

Catatan buruk pemenuhan jalan layak pakai menuju Kecamatan Detukeli, dikenal dengan ungkapan ‘langganan jalan putus,  akses menuju tanah pahlawan tidak terjangkau saat musim hujan tiba.

Secara keseluruhan, Peta Pembangunan Kecamatan Detukeli di Kabupaten Ende berisikan litania panjang, tangisan masyarakat, apalagi ketika musim hujan tiba.

Sementara hariannya, dibalut catatan-catatan diatas, termasuk ketiadaan pasokan Listrik PLN dalam rekor  Kecamatan daerah tertinggal.

Terhadap kondisi diatas, hemat penulis, pertama, dua peristiwa penting mendesak masyarakat daerah-daerah tertinggal di wilayah Kabupaten Ende, secara khusus Kecamatan Detukeli, menanti apa langkah berikutnya setelah merekam seluruh kondisi, secara khusus dari Bupati Kepala Daerah Kabupaten Ende.

Apakah pada musim panas tiba baru akan ada gelar kunjungi masyarakat perkampungan, ataukah ini menjadi dua tanda dalam sejarah, bahwa Kabupaten Ende segera menjawab tangisan rakyat, Nida, Watunggere dan segenap perkampungan lainnya di Kabupaten Ende yang hidup dengan tangisan sepanjang peradaban.

Kedua, Iya kah Pemerintah Daerah Kabupaten Ende segera melakukan terobosan anggaran pro pengentasan berpaketan dengan strategy Pembangunan Anti Korupsi agar anggaran dilekatkan dengan pengawasan tegas untuk manfaat sesuai tujuan.

Ataukah masih sebatas alokasi pembangunan minim pengawasan kinerja, minim mutu dan ataupun kehilangan arah ketegasan Pemimpin Daerah terhadap potensi gonjang ganjing perilaku kualitas proyek lapangan.

Sudah waktunya Pemerintah terpilih membuktikan skema perubahan melalui berbagai terobosan. Tidak hanya soal membangun tetapi dipaketkan dengan edukasi pengawasan melekat agar pembangunan yang didasari nilai-nilai keberpihakan tidak mudah tergerus, selebihnya dapat diukur tahan uji azas manfaatnya bagi peradaban perubahan yang dinanti-nantikan.

Semuanya ini masih menunggu kearifan terobosan Pemimpin daerah bersama lakon Ende Lio dibawah kendali Bupati Ir. Marsel Petu yang juga mendorong prinsip Kerja,Kerja dan Kerja. Salam Sukses Ende Lio. Wassalam.

Penulis: Aurelius Do’o, Wartawan.