Home Suara Redaksi Kinerja Penyerapan Beberapa Anggaran Di Ngada Diduga Semau Gue

Kinerja Penyerapan Beberapa Anggaran Di Ngada Diduga Semau Gue

232
0

Suara Redaksi

Sejumlah indikator fakta terkait pendistribusian anggaran oleh penetapan anggaran sebagai produk Pemda bersama DPRD, secara khusus Kabupaten Ngada masih menunjukan dugaan adanya penyakit kronis dalam lini sistem, semau gue.

Setidaknya sejumlah catatan atas lansiran fakta pemberitaan daerah terkait realisasi anggaran belanja di Kabupaten Ngada, Flores, secara terang benderang menunjukan adanya hal itu.

Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun, sejumlah poin anggaran dari Tahun Induk yang telah dipalu pada awal tahun 2018 misalnya, di Kabupaten Ngada hingga melewati masa Anggaran Perubahan (sidang Perubahan) pun tidak mampu terealisasi sesuai jadwal hukum acara anggaran yang seharusnya menjadi patokan mendasar pelaksanaan tata anggaran negara di seluruh tingkatan termasuk daerah-daerah.

Belum lagi ditambah dengan akumulasi Anggaran Perubahan yang tentunya potensial terkatung-katung juga, sebab bisa dibayangkan jika hingga Bulan November Tahun 2018 tahun anggaran berjalan, item dana induk masih terkatung-katung bahkan dipenuhi kegaduhan perdebatan realisasi, maka apa jadinya terhadap item-item anggaran perubahan yang ada di daerah.

Seperti dilansir media ini sebelumnya, sedikitnya tercatat sejumlah fakta terjadi di Kabupaten Ngada Tahun 2018, mulai dari catatan minor molornya realisasi Dana BOS bagi sekolah-sekolah, selanjutnya item Dana Desa yang juga menghiasi surat kabar, berikutnya Bansos tahun induk hingga melewati sidang anggaran perubahan pun masih diendap-endap, tambah lagi terakumulasi dengan segmen anggaran perubahan yang ikutan terkatung-katung, maka sudah sewajarnya raport kinerja dipertanyakan para pemerhati kebijakan dan kinerja di bangsa ini.

Seharusnya patut disadari bersama bahwa ketika kinerja tata kelola daerah tidak mengalami progres atau cenderung menurun kinerja pelayanan, maka sesungguhnya negara ini cukup dirugikan, sebab pembiayaan negara melalui anggaran negara yang dikucurkan ratusan milyaran bahkan triliunan per tahun anggaran untuk menggaji stake holders system, menghasilkan belum mampu mendongkrak kesadaran dan motivasi kinerja dalam peran vital ikut menata negara pada era perubahan masa kini.

Gelontoran anggaran negara untuk belanja pendanaan bagi perangkat negara yang digaungkan untuk berbasis kinerja, dengan cara menggaji para abdi negara mulai dari masa hidup hingga meninggal dunia sebagai hak pensiunan dan seterusnya, ternyata belum mampu diseimbangkan dengan persembahan dedikasi konstruktif bagi negara, masyarakat dan bangsa ini.

Preseden Buruk dan Bukan Cerminan Tradisi Mendidik

Terhadap tabiat molornya penyerapan anggaran, pertanyaannya iyakah mempunyai dampak hukum, atau hanya sejauh lintasan koreksi dari waktu ke waktu, sepanjang masa.

Terhadap gambaran-gambaran singkat dan bersifat fakta seperti diatas, sesungguhnya roda tata laksana pelayanan publik dan ataupun pembangunan tengah menunjuk “nilai merah, atau memberikan preseden buruk di hadapan bangsa yang diketahui tengah berjuang keras melakukan transformasi perubahan multi sektor tata kelola negara dan daerah-daerah.

Sementara sasaran pesan pendidikan dari sebuah raport kinerja pun tentu berdampak kurang menguntungkan untuk segenap sektor terbawa dan masyarakat, bahkan dapat mempengaruhi degradasi mentalitas pelayanan yang sehat, apabila tidak dibenahi secara sungguh-sungguh dan sistematis.

Dengan demikian yang dibutuhkan adalah visi pembenahan dan upaya peningkatan kinerja pelayanan system secara lebih nyata, tegas dan berani di setiap daerah, tidak hanya Kabupaten Ngada,

Agar pada ujungnya preseden buruk tidak melahirkan bencana kegagalan raport kinerja, tetapi sebaliknya menjadi modalĀ  berharga yang akirnya melahirkan perubahan serius pada berbagai lini, pada seluruh sektor dan komponen tata kinerja pembangunan bangsa dan daerah-daerah.

Salam Pembenahan dan Perubahan ).