Home Artikel Kinerja Bupati Ende Dan Sumpah Kinerja Hari Pahlawan

Kinerja Bupati Ende Dan Sumpah Kinerja Hari Pahlawan

294
0

Apel Kenegaraan tanggal 10 November 2018 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, Flores (NTT)  bersama segenap stake holder daerah yang digelar di Tanah Pahlawan Marilonga, Kampung Watunggere, Kecamatan Detukeli, merupakan sebuah inisiatif positif dan patut diberi apresiasi, sebab telah menandai sebuah langkah baru bagi rakyat wilayah sektor tertinggal secara kenegaraan.

Setuju atau tidak setuju, Kecamatan Detukeli masuk kategori Potret ketertinggalan yang masih ada dalam tugas pengentasan pembangunan sektor prioritas satu, bersama sejumlah wilayah lainnya yang kurang lebih masih bernasib sama.

Agenda Apel Kenegaraan di Tanah Pahlawan sangat berhak menerima apresiasi positif dari masyarakat, sebab merupakan sebuah terobosan baru, Pemda Masuk Kampung.

Namun lebih dari itu, Kepemimpinan Dua Periode Bupati Ende Ir. Marsel Petu, seyogyanya harus diberi kado dukungan konstruktif, diantaranya visi sumpah kinerja.

Mengenal Pahlawan berarti mengenal nilai-nilai yang terkandung di dalam keseluruhan kepahlawanan.

Bangsa yang maju harus berdiri diatas nilai-nilai dan nilai-nilai itu wajib diteruskan menjadi peristiwa-peristiwa nyata dan atau kinerja.

Inilah poin utama yang bisa dialamatkan untuk pelaksanaan system pada konteks demokrasi negara berkembang dan ataupun juga negara maju serta sebagai relevansi esensial peradaban manusia bagi Bangsa dan Negara.

Beberapa poin yang bisa dikedepankan kepada Pemda Ende dalam kegiatan positif Hari Pahlawan. Poin-poin ini digariskan sebagai kado penghormatan dan selendang penghargaan, yakni, Pertama, Sumpah Kinerja.

Sumpah Kinerja, dalam konteks ini bukanlah sumpah dengan mengacungkan jari jemari ke angkasa raya di hadapan para pahlawan. Namun sebagai sumpah nurani oleh setiap abdi negara dan para pemimpin, yang bisa dilakukan dengan banyak cara, tetapi dengan memposisikan leluhur dan para pahlawan (Ibu Pertiwi) sebagai saksi sumpah suara hati untuk mengentaskan problematika pembangunan daerah dan atau bangsa dalam amanat cita-cita Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Kedua, Pengentasan dan Percepatan Real. Dalam konteks Ende Lio, sudah waktunya Bupati Ende dan stake holder daerah (terkait) menaikan terobosan porsi alokasi pembangunan, anggaran pro pengentasan.

Poin ini menjadi bagian dari sumpah nurani untuk meyakinkan renungan nilai-nilai kepahlawanan dalam peristiwa nyata. Deretan wilayah di Kabupaten Ende yang belum tersentuh penerangan listrik PLN, akses jalan sangat memprihatinkan, dan lain-lain, sementara kemajuan Kota Ende sudah menyerupai semi metropolitan, menerangkan kesenjangan terlampau jauh, dan dibalik itu memberi kesan Pemda tengah diuji menyeimbangkan konsentrasi pembangunan pro seluruh kampung di Kabupaten Ende, Flores.

Ketiga, Anti Korupsi. Sudah waktunya Bupati Ende menerapkan strategy pembangunan berbasis Anti Korupsi. Mau tidak mau, ini merupakan jalan perubahan agar azas manfaat tidak sekedar alokasi untuk kehilangan banyak anggaran di tengah jalan. Bupati Ende, Ir. Marsel Petu sangat dinanti-nantikan menjadi Kepala Daerah berbasis Anti Korupsi, sebab diketahui dengan itu akan mendidik segenap generasi dan daerah untuk bertindak sesuai azas dan atau manfaat gelontoran anggaran sesuai tujuan yang sesungghunya.

Tanpa ini, skema pembangunan akan cenderung jatuh ke dalam ruas kekurangan azas manfaat alokasi anggaran dan memberi ruang kepada para pelaku yang tidak bertanggungjawab untuk berfoya-foya dengan anggaran masyarakat.

Tiga poin diatas ini menjadi catatan sederhana dan bahasa kebanggaan kepada segenap tata kelola Pemda Ende untuk masyarakat dari catatan lepas, agar Apel Hari Pahlawan tidak mudah pincang di level berikutnya, fase implementasi nilai-nilai kepahlawanan Ende Lio dalam kinerja pembangunan pro pengentasan.

Salam Kinerja dan Salam Pemimpin Daerah sebagai mahkota kebanggaan. Hormat Hari Pahlawan Bangsa Indonesia.

Setiap Hari Pahlawan, tak mesti jadi pahlawan. Cukup hidupkan segenap nilai pada darah dan nadi untuk martabat Bangsa Indonesia, itulah roh kepahlawanan untuk peradaban. Agar tertulis di seluruh zaman “Pahlawan Tidak Mati hanya untuk Bangsa ini sekedar rayakan MERDEKA dan atau Bebas dari jajahan Bangsa lain..!. “SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER – TERCINTA.

Proficiat kepada Bupati Ende, Ir. Marsel Petu dan Wakil Bupati bersama seluruh jajaran Pemerintah Daerah.

Catatan Lepas Hari Pahlawan 10 November 2018 dan untuk Pemda Kabupaten Ende, Flores. Penulis: Aurelius Do’o, Wartawan.