Home Berita Keseharian Ketua BARNAS Indonesia Untuk Para Jompo Dan Kaum Marginal

Keseharian Ketua BARNAS Indonesia Untuk Para Jompo Dan Kaum Marginal

304
0

Focus Indonesia News – Garda Nasional Relawan Jokowi Dua Periode, Barisan Nasional (BARNAS) yang dipimpin oleh perwakilan Kaum Kartini sebagai Ketua Umum, Ery Primasari Kusuma Dewi, memiliki catatan unik, sebuah keteladanan keberpihakan dalam kiprah perjuangan untuk sesama.

Seperti ditampilkan dalam tayangan video berita ini, keseharian Ketua Umum BARNAS, Ery Primasari Kusuma Dewi adalah seorang pekerja sosial tanpa pamrih yang mendedikasikan diri bagi kaum jompo, anak gelandangan dan kaum difabel dengan berbagai cara membantu mereka, memberikan peneguhan dan hiburan serta tidak tanggung-tanggung berjuang bagi kaum-kaum marginal agar bisa mendapatkan perhatian kasih dari sesama yang peduli dan sadar bahwa hidup ini diutus untuk saling membahu, tolong-menolong dengan kaum-kaum kecil yang sangat membutuhkan perhatian dari sesama.

Dikutip sumber Bidang Media Barisan Nasional, kilas sosok Ery Primasari Kusuma Dewi, dulunya adalah seorang gadis remaja yang mengalami kelumpuhan sementara, akibat kecelakaan di Surakarta.

Kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk penuntasan rawat dan pengobatan gadis remaja itu atas jeritan kesehatan yang diderita, mengakibatkan kesehatan sang gadis terus menurun bersama ketidakberdayaan, trauma dan depresi sakit lumpuh yang diderita.

Kegelisahan gadis remaja dalam kelumpuhan sementara menjadi kian bertambah, bahkan mulai hilang harapan.  Tidak disangka, di tengah kesusahan dan sakit yang dideritanya, masih terdapat orang baik hati yang terpanggil menolong dari keterbatasannya.

Seseorang yang belum dia kenal memberi bantuan untuk pengobatannya. Namun kisah penolong itu pun tidak kelihatan. Penolong itu tidak pernah ingin melihat keadaan dan kondisi gadis yang menderita tersebut. Si penolong mengirim bantuan dan pembiayaan dan dia hanya percaya bahwa amanahnya tersampaikan.

Berangsur-angsur kondisinya pulih, dengan beban untuk bisa bertemu sekedar mengucapkan terimakasih kepada orang yang menolongnya.

Orang yang menolongnya tak kunjung bersua. Seperti kata pepatah “Kebaikan tetaplah kebaikan. Jalan kebaikan selalu dibukakan. Dari cara seseorang menolong, kita bisa mengetahui bagaiamana ketulusan pertolongan itu bagi sesama”.

Sampai akhirnya terdengar kabar bahwa kisah pertolongan itu adalah oleh seorang pelayan masyarakat dan begitu banyak kaum kecil mengusungnya akan mencalonkan menjadi seorang Walikota.

Ya, tak disangka. Dia adalah Joko Widodo. Lalu selanjutnya menjadi Presiden Republik Indonesia.

Hanya doa yang bisa gadis itu panjatkan untuk melandasi langkah kebaikan dalam setiap tujuan mulia untuk sesama.

Sampai detik ini, Gadis itu hanya bisa tercengang, menangis, bangga, bercampur ratapan setiap merenung kebaikan yang sebaik itu, setulus itu yang diterimanya.

Gadis itu kini tumbuh menjadi dewasa. Gadis itupun memilih jalan bekerja tanpa pamrih untuk sesama.

Dia bergerak membantu para gelandangan, orang sakit yang keterbatasan ekonomi, dia menghibur kaum-kaum lemah, dia terjun ke jalanan bersama wong cilik, berbagi hati dengan para jompo, bergembira dan bergerak bersama kaum keterbatasan fisik dan mental, terus berkarya, kerja, kerja dan kerja bagi sesama dalam keterbatasannya tanpa pamrih.

Gadis lumpuh itu kini sehat untuk negeri dan mendapat amanat kokoh sebagai kaum Kartini memimpin Barisan Nasional Indonesia (BARNAS), Ery Primasari Kusuma Dewi. Kelahiran, Surakarta, 25 Oktober 1981. (Tim/Red/)