Home Berita Duta Besar RI Di Riyadh Rillis Berita Penangkapan Habib Rizieq

Duta Besar RI Di Riyadh Rillis Berita Penangkapan Habib Rizieq

297
0

Focus Indonesia News – Kedutaan Republik Indonesia di Riyadh melalui rilis kabar menurunkan kronologi penangkapan Habib Rizieq. Dikutip (7/11/2018) rilis Duta Besar RI Riyadh berjudul Berita Penangkapan Habib MRS, tertanggal 7 November 2018, ditandatangani Dubes Agus Maftuh Abelgebriel.

Berikut uraiannya, ketika landing di Riyadh 5 November 2018, pukul 23:30 waktu Arab Saudi (WAS) HP Dubes langsung berdering dan menginformasikan MRS (Muhammad Rizieq Syihab) ditangkap oleh Aparat Keamanan di Mekkah. Sampai subuh Dubes terus menerus menghubungi kolega-koleganya di Saudi untuk memastikan kabar tentang penangkapan MRS.

Ibu Menlu Retno Marsudi juga melakukan komunikasi dengan Dubes untuk memastikan informasi tersebut dan mendorong dan memerintahkan KBRI untuk melakukan pendampingan dan pengayoman kepada MRS dalam menghadapi kasus yang dihadapi MRS.

Pada tanggal 6 November 2018 Dubes RI langsung memerintahkan DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) yang merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Mekkah dan memastikan kabar yang beredar tersebut.

Hasil penelusuran tersebut diinformasikan bahwa pada tanggal 5 November 2018 sekitar pukul 08.00 WAS tempat tinggal MRS didatangi oleh pihak Kepolisian Makkah karena diketahui adanya pemasangan Bendera Hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan extreemis pada dinding bagian belakang rumah MRS, pada saat tersebut sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap MRS oleh Kepolisian Makkah.

Tanggal 5 November 2018 pukul 16.00 WAS, MRS dijemput oleh Kepolisian Makkah dan Mabahis Amah (Intelijen Umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke Kantor Polisi. Selanjutnya untuk proses Penyelidikan dan Penyidikan MRS ditahan oleh pihak Kepolisian wilayah Makkah.

Bahwa Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau Terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau Terorisme dan Ekstrimisme. Pemantauan dalam medsos juga dipantau oleh pihak Keamanan Arab Saudi dan Pelanggaran IT adalah merupakan Pidana Berat jika bersentuhan dengan aroma Terorisme.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis Aamah (Intelijen Umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa tanggal 6 November 2018 sekitar pukul 16.00 WAS.

Tanggal 6 November 2018 pukul 20.00 waktu Saudi, dengan didampingi oleh Staf KJRI, MRS dikeluarkan dari Tahanan Kepolisian Mekkah dengan jaminan.

Dubes RI Agus Maftuh Abelgebriel akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada MRS. Dubes berharap hanya masalah over stay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi. Dubes sangat khawatir jika yang dituduhkan kepada MRS terkait Keamanan Kerajaan Arab Saudi. Jika ini yang dituduhkan maka lembaga yang akan menangani adalah Lembaga Super Body Saudi yang ada dibawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security.

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada MRS dan seluruh WNI pada ekspatriat Indonesia yang menghadapi masalah hukum berada di Arab Saudi.

KBRI dan KJRI akan mewakahfkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi.

Dikabarkan sebelumnya, terkait Bendera, Habib Rizieq Syihab diperiksa Aparat Keamanan Arab Saudi.

Pasalnya pemeriksaan Habib Rizieq Syihab terkait aduan pemasangan bendera yang dianggap warga setempat mirip dengan bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Seperti dilansir https://news.detik.com/ Tim dari KJRI Jeddah melakukan pendampingan terhadap Habib Rizieq.

“Menindaklanjuti konfirmasi ini, pejabat fungsi kekonsuleran KJRI Jeddah telah memberikan pendampingan kekonsuleran kepada Muhammad Rizieq Syihab sebagaimana yang diberikan kepada semua WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri,” ujar jubir Kemlu Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis, Rabu (7/11/2018).

Habib Rizieq sebelumnya memang pernah menyerukan kader dan simpatisan FPI di Tanah Air untuk memasang bendera tauhid. Seruan itu disampaikan terkait pembakaran bendera berkalimat tauhid dalam peringatan Hari Santri di Garut. Kasus pembakaran ini sudah diproses hukum dan bendera yang dibakar dinyatakan sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah.

Arrmanatha mengatakan, di rumah Habib Rizieq yang ada di Mekah, terpasang bendera yang dianggap warga setempat mirip dengan bendera ISIS.

“Dari hasil penelusuran, diperoleh konfirmasi bahwa MRS sedang dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Mekah, atas dasar laporan warga negara Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumah MRS di Mekah,” ujar pria yang akrab disapa Tata ini.

Setelah sempat diperiksa, Habib Rizieq telah diizinkan otoritas keamanan Saudi kembali ke rumahnya di Mekah sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, juga telah mengetahui soal pemeriksaan ini. Namun, menurut Kapitra, bendera yang terpasang di rumah Habib Rizieq merupakan bendera tauhid, tak terkait dengan organisasi apa pun. Kapitra juga menyatakan pemasang bendera tersebut juga masih misterius.

“Diperiksa polisi KSA (Kerajaan Arab Saudi). Iya, diduga ada orang yang pasang bendera berkalimat tauhid di dinding tembok rumah HRS (Habib Rizieq Syihab),” kata Kapitra, yang menyatakan masih aktif sebagai pengacara Habib Rizieq.

FPI Masih Crosscheck ke Habib Rizieq

Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo menyatakan masih mendalami keterangan yang disampaikan Kemlu ini. Komunikasi dengan Habib Rizieq masih terus dilakukan.

“Kalau Kemlu mengatakan bahwa itu karena ada aduan mengenai bendera ISIS sehingga Habib Rizieq diperiksa karena itu, saya belum bisa cek langsung ke beliau. Makanya saya saat ini sedang mau menanyakan sebetulnya ada apa,” tutur Sugito. (Tim/Red)