Home Berita Di FB Suara Flotim Ada Postingan HOAX “Jokowi Bukan Presiden Indonesia

Di FB Suara Flotim Ada Postingan HOAX “Jokowi Bukan Presiden Indonesia

170
0

Focus Indonesia News – Sebuah akun facebook diduga akun palsu menurunkan postingan di grup facebook Suara Flotim (Flores-NTT) dengan isi konten hanya bertuliskan “Jokowi Bukan Presiden Indonesia”.

Akun pemosting bernama Alek Nasition Fernades. Pantauan tim media ini (17/11/2018), postingan tersebut mengundang sejumlah perdebatan, secara khusus mempertanyakan batasan postingan tanpa penjelasan dan diduga hoax serta mengundang multi tafsir dan penyesatan.

Pemilik akun nampak berkilah setelah postingannya menjadi perdebatan, namun isi konten postingan yang dinaikan memang jelas-jelas tanpa memberi batasan keterangan apapun, sehingga akun pemosting memang harus segera dilacak guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Permisi yang pertama ini orang sudah menyebar isu hoaks karena telah menyesatkan masyarakat penghuni group suara flotim. Karena bapak jokowi dalam tanda kutip masih menjabat sebagai presiden yang sah dan merupakan alat negara sebagaimana tertera dalam uu atau konstitusi kita.
Yang kedua akun yang anda pake sejatinya harus menunjukan identitas yang asli jangan asal koar di medsos dan menyebut sembarangan yang padahal kenyaatannya bukan begitu.
#Tim ciber crime tolong patrolikan nama pemilik akun ini karena dalam tanda kutip👌telah melanggar UU ITE
#Admin tolong tertibkan akun palsu yang berkeliaran di group ini
#Kita semua anak lamaholot jaga kebersamaan untuk bonum comunekebaikan bersama.
#orang lamaholot tidak suka menyebar hoaks sukanya berperaang terbuka debat atau perang sesunggunya di tempat terbuka
#salam pendapat mahasiswa UNWIRA KUOA FISIP ILMU PEMERINTAHAN✌️✌️”, demikian tanggapan salah satu member Firan Lebu Raya dalam kolom komentarnya.

Terhadap postingan tersebut, masih ditunggu seperti apa langkah kerja cyber crime Polres Flotim Larantuka dan Polda NTT, termasuk terhadap dugaan maraknya akun palsu yang nampak bebas menebar penyesatan publik melalui grup-grup facebook di wilayah Nusa Tenggara Timur. (Tim/Red)