Home Renungan Harian Vires et Efficaciam ~ Kekuatan dan Keefektifan

Vires et Efficaciam ~ Kekuatan dan Keefektifan

36
0
biji sesawi
Ilustrasi: Shutterstock/olgaman

Selasa, 30 Oktober 2018
Pekan Biasa XXX
¤ Ef. 5:21-33
¤ Mzm.128:1-2,3,4-5
¤ Luk.13:18-21
“Vires et Efficaciam”
~ Kekuatan dan Keefektifan ~

Inilah semangat yang mengajak kita menemukan Tuhan dalam realitas konkret harian menjadi sebuah bentuk semangat merangkul dalam karya pelayanan Gereja.
Di sinilah kita diajak untuk menjadi orang yang selalu mengikut-sertakan yang ilahi dalam segala yang insani, karena jelaslah dunia perlu dirangkul untuk mengusahakan kesucian: menjadi semakin manusiawi, semakin mendunia tapi demi kemuliaan Tuhan.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan Kerajaan Allah melalui perumpamaan tentang:
Biji Sesawi dan Ragi
Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi menunjukkan kekuatan dan keefektifan Kerajaan Allah, yaitu dapat bertumbuh sangat pesat dan luar biasa mulai dari hal-hal yang sangat kecil dan sederhana.

1. Biji Sesawi
Perumpamaan tentang biji sesawi yang merupakan biji terkecil. Meskipun pada mulanya kecil namun akhirnya akan tumbuh menjadi pohon besar yang memiliki cabang yang lebat.
Demikian pula halnya dengan para rasul yang jumlahnya terbatas, sederhana tetapi mereka bekerja sebagai utusan-Nya bisa mengubah dunia berkat daya kekuatan pertumbuhan dan keefektifan dari Tuhan sendiri yang menyertai mereka untuk menghadirkan Kerajaan Allah.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari penyertaan Tuhan yang seharusnya membuat kita bersukacita karena daya kekuatan pertumbuhan dan keefektifan yang diberikan kepada kita melalui sakramen-sakramen di dalam Gereja.

2. Ragi
Perumpamaan tentang ragi ini menegaskan proses daya transformasi menyeluruh Kerajaan Allah yang berlangsung secara diam-diam namun hasilnya nyata. Proses transformasinya tidak kelihatan tetapi dampak dari proses ini terlihat jelas, yakni memperbarui seluruh dunia.
Di sinilah kita diajak untuk menghadirkan Kerajaan Allah dengan melakukan tindakan-tindakan kecil dan sederhana yang mengubah menjadi lebih baik sehingga bisa menjadi tanda dan sarana hadirnya Kerajaan Allah. Itulah sebabnya mengapa Yesus menggunakan perumpamaan tentang ragi yang jumlahnya sedikit tetapi bisa membuat adonan tepung menjadi besar.
Saudaraku, apakah hati Anda terbuka terhadap daya kekuatan dan keefektifan dari Tuhan agar tindakan kita sungguh bermakna bagi sesama untuk merasakan kehadiran Kerajaan Allah?
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang tekun setia mewartakan Kerajaan Allah. Amin.