Home Berita Terkait Rujab Waket DPRD Lembata Diduga Ada Keterangan Tidak Jujur

Terkait Rujab Waket DPRD Lembata Diduga Ada Keterangan Tidak Jujur

650
0

Focus Indonesia – Diduga tidak ditempatinya rumah jabatan unsur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata namun tetap dibayar, sedikitnya melahirkan tanda tanya, atau juga dugaan ada keterangan tidak jujur terhadap fakta yang ada.

Penelusuran lapangan Tim medai (20/10/2018) mendapati rumah dinas yang tidak berpenghuni. Sebelumnya, berdasarkan konfirmasi yang dilakukan redaksi media ini, adanya pengakuan dari unsur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata yang mengungkapkan bahwa dirinya menempati rumah jabatan. Laporan tim media menemukan hal sebaliknya.

Berikut rangkuman pemberitaan media ini atas dugaan pembiaran rumah dinas unsur wakil Ketua DPRD Lembata yang tidak ditempati dan diduga tetap dibayar.

Santer disebut salah satu rumah Dinas dari unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Lembata, Provinsi NTT tidak ditempati oknum penjabat, namun aliran pembiayaan untuk rujab, seperti biaya uang makan minum, kebutuhan rumah dinas, setiap bulannya tetap dibayar dengan angka bisa mencapai sekitar Dua Puluhan Juta Rupiah.

Menurut Kabag Keuangan Setwan Kabupaten Lembata, Ani Ujan (16/10/2018) berdasarkan wawancara melalui sambungan telepon mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui betul apakah rujab salah satu unsur pimpinan tidak ditempati, namun jika terkait pembayaran, kata dia, pembayarannya berjalan normal.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Ferdinandus Koda, seperti dikutip redaksi, melalui wawancara per telepon (16/10/2018) dalam keterangannya menyatakan ketidaktahuannya terkait desas-dasus rujab yang tidak ditempati tersebut, namun selaku Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Ferdinandus Koda memastikan khusus untuk dirinya sebagai Ketua DPRD, rumah dinas ditempati sesuai ketentuan.

“Untuk saya sebagai Ketua DPRD saya pastikan saya tempati rumah dinas. Bisa uji petik lapangan, sebab saya betul-betul menempati. Tetapi tentang yang lain, saya kurang perhatikan”, ungkap Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Ferdinandus Koda.

Dihubungi pada hari yang sama, salah satu Wakil Ketua DPRD Lembata, Paul Dolu, menjawab singkat.

“Ngga’, saya tempati ko”, kata Wakil Ketua DPRD Lembata, Paul Dolu.

Pantauan tim media ini (20/10/2018) di Lewoleba Kabupaten Lembata, ditemukan hanya beberapa penjaga dan sopir dari wakil ketua nampak sedang melakukan bersih-bersih dan menjaga rumah jabatan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan rumah jabatan Ketua DPRD Kabupaten Lembata yang nampak ditempati bersama keluarganya sejak Januari 2018.

Berdasarkan data penelusuran tambahan (20/10) saat menyambangi rumah jabatan Ketua DPRD Lembata, tim media berhasil menemui isteri dan sanak keluarga Ketua DPRD Lembata, FerdinandUs Koda. Kehadiran awak media dijamu isteri Ketua DPRD Lembata. Dikutip redaksi, dikisahkan, sejak Januari 2018, dirinya menempati rumah jabatan tersebut.

Diungkapkan, perabotan rumah tangga yang diadakan oleh sebuah perusahaan, diduga kuat milik salah seorang Wakil Ketua DPRD Lembata, tidak memuaskan.

“Saya dan suami masuk dan menempati rumah jabatan ini sejak bulan Januari, tetapi saya ingin sampaikan bahwa meubel yang diadakan sebuah perusahaan jasa untuk rumah ini, sungguh diluar dari kualitas sebagaimana diharapkan. Sofa saja sudah rusak, lemari semua juga sudah rusak. Banyak perabotan terpaksa saya beli sendiri,” ujar Isteri Ketua DPRD Lembata.

Sedangkan, rumah jabatan Wakil Ketua DPRD I, inisial YDS, saat didatangi crew media, jelas-jelas tidak berpenghuni. Upaya mitra media mengetuk pintu rujab yang nampak baru selesai rehab, tidak menuai hasil, tidak satupun penghuni mendiami rumah jabatan tersebut. Sementara pintu gerbang rujab nampak dibiarkan terbuka begitu saja.

Hal serupa dijumpai juga di rumah Jabatan Wakil Ketua II, yang sedianya ditempati Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lembata, inisial PMD.

Liputan keterangan warga sekitar rumah jabatan berhasil dirangkum pernyataan kesaksian warga setempat.

“Kalau rumah jabatan Ketua DPRD ditempati Pa Ketua DPRD dan keluarganya, tetapi untuk rumah jabatan Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II, tidak ditempati. Hanya sesekali kami lihat ada mobil dinas parkir. Kalau malam ada yang datang untuk hidupkan lampu. Tetapi kalau sehari hari rumah jabatan itu dibiarkan kosong,” ujar warga setempat. (Tim/Red)