Home Berita RAPI Dukung Polri Usut Dugaan Ratna Sarumpaet Gelapkan Bantuan Danau Toba

RAPI Dukung Polri Usut Dugaan Ratna Sarumpaet Gelapkan Bantuan Danau Toba

622
0

Focus Indonesia News – Publik baru saja dikejutkan dengan berita penganiayaan hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, hal itu tentu saja menimbulkan polemik di masyarakat dan mencederai iklim demokrasi kita yang bersiap untuk menyongsong Pileg and Pilpres Tahun 2019.

Kepada redaksi media ini (17/10/2018) Relawan Angkatan Pembaharuan Indonesia menyebutkan Ratna Sarumpaet yang notabene tim sukses pasangan capres-cawapres Prabowo – Sandiaga sudah mencederai komitmen untuk menciptakan pemilu yang damai dan bebas dari isu2 SARA dan penyebaran informasi yang bersifat Hoax.

Ditegaskan, setiap elemen yang ada di masyarakat harus jeli melihat dan menyikapi situasi ini. Apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet pasti menimbulkan pertanyaan di benak publik, apakah hoax yang dilakukan olehnya baru pertama kali atau sudah dilakukan berkali-kali sebelumnya dengan isu yang berbeda.

Menurut Tim Hukum dari Relawan Angkatan Pembaharuan Indonesia (RAPI) yang dipimpin oleh advokat muda Junri Sihite S.H dan Haris Budiman S.H telah mengumpulkan sejumlah fakta dan informasi terkait penyalahgunaan dana bantuan terkait bencana tenggelamnya kapal K.M Sinar Bangun di Danau Toba beberapa waktu lalu yang digalang oleh Yayasan Ratna Sarumpaet dan adanya dugaan bahwa hasil penggalangan dari bantuan tersebut tidak terdistribusikan dengan baik.

“Kami dari Relawan Angkatan Pembaharuan Indonesia menyatakan sikap untuk mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dana bantuan korban KM Sinar Bangun yang dilakukan oleh Yayasan Ratna Sarumpaet. Hal tersebut dilakukan atas dasar komitmen kami sebagai anak muda yang terpanggil untuk mengawal proses demokrasi kita agar berjalan dengan damai dan juga sebagai sebagai bentuk partisipasi publik dalam menjaga amanah terhadap keluarga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut”, tegas Ketua Umum RAPI Syah Abdu El Wahid bersama Sekretaris Jenderal RAPI Antony Yudha Putra didampingi Tim Hukum RAPI: Junri Sihite S.H Haris Budiman S.H

RAPI berharap kedepannya bahwa apabila dugaan tersebut benar terjadi maka proses hukum harus segera dilaksanakan dan nama- nama yang terlibat bisa mendapatkan ganjarannya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Ditambahkan, hal itu juga demi memberikan efek jera dan efek takut apabila kedepannya ada oknum-oknum yang memiliki niat jahat serupa dan berusaha memecah belah kesatuan dan kesatuan bangsa. (red/)