Home Renungan Harian Puritas enim cordis ~ Kemurnian Hati

Puritas enim cordis ~ Kemurnian Hati

40
0
Kemurnian Hati
Foto: https://sanyospwt.com

Selasa, 16 Oktober 2018
Pekan Biasa XXVIII
¤ Gal. 4:31b – 5:6
¤ Mzm. 119:41.43,44,45,47,48
¤ Luk 11:37-41
“Puritas enim cordis”
~ Kemurnian Hati ~

Inilah yang dituntut dari kita sebagai orang beriman agar kita tidak suka melihat sisi kelemahan sesama dan dengan mudah langsung mengadilinya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk menjadi orang yang bersih lahir-batin. Apa yang kita katakan dan lakukan sama dengan apa yang ada dalam hati dan pikiran kita. Hati dan pikiran yang baik merupakan sumber bagi perkataan dan tindakan yang baik, bagaikan mata air yang jernih mengalirkan air yang jernih pula.
Adapun dua sikap dasar yang mengarahkan kita memiliki ‘kemurnian hati’, antara lain:

1. Beriman
Beriman artinya mempunyai iman yang bekerja melalui cinta kasih dan ketetapan hati untuk mengasihi Tuhan dan sesama.
Dalam hidup sehari-hari proses pengalaman menghayati iman; kebiasaan terlalu memperhatikan aspek legalitas dapat menghalangi setiap pribadi dalam membina relasi hidup berdampingan dengan sesama dan juga dalam ber-relasi dengan Tuhan sendiri.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa sikap batin kita jauh lebih berharga membantu bertumbuh dalam kasih dan damai; daripada terus menerus mengedepankan penampilan hal-hal lahiriah belaka. Karena iman yang bekerja melalui cinta kasih kepada sesama manusia mencakup totalitas hidupnya dan bukan hanya hal-hal eksternal saja. Itulah sebabnya untuk menjadi sempurna di hadirat Tuhan, orang tidak perlu banyak berbicara tentang cinta kasih tetapi melakukan perbuatan cinta kasih.

2. Bersih
Bersih dan jernih (suci dan murni) hati dan jiwanya, tiada kepalsuan apapun; tulus dan jujur terhadap diri sendiri, entah secara pribadi, keluarga atau kelompok. Apa yang nampak ada di luar (penampilan) sesuai dengan apa yang ada di dalam hati dan jiwa kita. Dengan demikian, kita akan mudah bersikap jujur, apa adanya terhadap orang lain.
Di sinilah kita diajak untuk membiasakan diri membersikan hati (suci) dan menjernihkan budi (murni) agar mampu bersikap dan bertindak jujur terhadap Tuhan dan sesama sehingga pola pikir, sikap dan bertindak kita juga bersih dan jernih dalam kehidupan sehari-hari.
Saudaraku, punyailah kebiasaan lebih fokus membersihkan hati yang tak terlihat orang lain tetapi dapat dilihat oleh Tuhan sendiri. Tinggalkan kebiasaan lebih mementingkan penampilan luar hanya untuk mendapatkan pujian orang lain. Dengan demikian hati dan pikiran kita akan ada bersama dengan hati dan pikiran Tuhan.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang selalu ingin menyenangkan hati Tuhan. Amin.