Home Renungan Harian Poenitentia ~ Pertobatan

Poenitentia ~ Pertobatan

42
0
Alkitab
Ilustrasi: http://paroki-sragen.or.id

Senin, 15 Oktober 2018
Pekan Biasa XXVIII
PW. St. Teresia dari Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja
¤ Gal. 4:22-24,26-27.31 – 5:1
¤ Mzm. 113:1-2,3-4,5a,6-7
¤ Luk 11:29-32
“Poenitentia”
~ Pertobatan ~

Kebangkitan Kristus dari antara orang mati menjadi bukti agung bahwa Kristus adalah Mesias, sebab dengan tanda inilah Ia dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa. KebangkitanNya yang memahkotai tanda-tanda lainnya. Inilah ‘tanda’ yang tepat bagi pertobatan; karena Kristus adalah tanda kasih yang tanpa batas dari Allah bagi kita.
Namun demikian, kaum Farisi dan para ahli Taurat yang lebih mengenal Allah dari pada penduduk Niniwe tetap bersikukuh tidak mau bertobat dan tidak mau mengakui Yesus adalah Mesias. Itulah sebabnya mengapa Kristus menolak memberi tanda lain apa pun kepada mereka, selain tanda Nabi Yunus, yaitu Kebangkitan Kristus. Walaupun Kristus selalu bersedia mendengarkan dan menjawab keinginan-keinginan serta doa-doa yang kudus, Ia tidak akan mau memuaskan hawa nafsu dan tindakan-tindakan yang jahat serta mencari-cari alasan untuk tidak percaya.
Adapun tiga sikap dasar yang dapat kita pelajari dan mohonkan dari bacaan Injil hari ini, antara lain:

1. Pengampunan
Kita mohon pengampunan dari Tuhan atas segala pelanggaran dan dosa kita karena kurang percaya. Seringkali kita masih memakai prinsip hidup yang di dasarkan pada prinsip kebenaran menurut pemahaman kita sendiri yang bertentangan dengan kehendak-Nya.
Di sinilah kita diajak untuk bersikap rendah hati dan terbuka serta menerima pengajaran
tentang kebenaran Sabda Tuhan sebagai prinsip hidup kita.

2. Pembaruan
Kita mohon supaya pola pikir, tindakan dan sikap hidup kita diperbarui dan diteguhkan oleh Roh Allah. Percaya pada Kristus yang tersalib sudah cukup menjadi tanda agung keselamatan kita yang abadi. Iman dan cinta kita kepadaNya menjadi semakin diteguhkan
Di sinilah kita diajak untuk membuktikan iman dan cinta kita kepada-Nya dengan berlaku adil, setia, rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama.

3. Penyertaan
Kita mohon penyertaan Roh Kudus yang senantiasa memberikan kekuatan agar hati kita tidak lagi menuntut tanda tapi hati yang siap untuk mencintai Kristus selamanya.
Di sinilah kita diajak untuk membuktikan cinta dan kesetiaan kita pada-Nya dalam perbuatan kasihku setiap hari.
Saudaraku, marilah kita tempatkan Kristus dalam hati kita masing-masing sebagai anugerah yang istimewa untuk diri kita.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang percaya akan Kebangkitan Kristus. Amin.