Home Berita PMII Kupang NTT Gelar Perayaan Hari Santri Nasional

PMII Kupang NTT Gelar Perayaan Hari Santri Nasional

76
0

Focus Indonesia News – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang Masa Khidmat 2018/2019 selenggarakan Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) dan Refleksi Resolusi Jihad NU pada hari Minggu ( 21/10/2018 ) di Masjid Asrama Haji Kupang Oebufu.

Dikutip redaksi, Ketua Panitia Pelaksana, Hanafi melaporkan kegiatan yang dilaksanakan melibatkan sejumlah Pondok Pesantren, Pengurus asjid dan Imam Masjid se-Kota Kupang, Alumni dan Majelis Pembina PMII Kupang serta seluruh Anggota dan Kader PMII Kupang.

Peringatan Hari Santri Nasional oleh PMII Kupang kali ini mengusung Tema Meneguhkan Konsensus Berbangsa dan Bernegara, Bersama Santri Damailah Negeri.

Disebutkan, kegiatan Hari Santri Nasional, PMII Kupang berbentuk Testimoni dan Istigotsah Kubro.

Atas penyelenggaraan kegiatan, Ketua Umum PMII Kupang, Hasnu Ibrahim, menyampaikan limpahan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras mensukseskan kegiatan ini dengan lancar dan kondusif.

Diterangkan Hasnu, Hari Santri Nasioanl merupakan hari bersejarah bagi perjalanan pondok pesantren dalam mencetak kader agama dan kader bangsa. Pondok pesantren merupakan tempat yang dikhususkan bagi Umat Islam untuk belajar ilmu agama secara kaffah (utuh) tutur.

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober, ketentuan ini telah ditetapkan oleh Prisiden RI H. Ir. Jokowidodo pada tahun 2015 lalu.

Hari Santri Nasional juga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari Resolusi Jihad NU yang digelorakan oleh K.H. Hasym Asy’ari selaku pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan salah satu Organasasi Masyarat terbesar di Indonesia.

Resolusi jihad NU dengan tegas mengatakan kepada seluruh jamaah nahdlin bahwa mencintai agama dan bangsa merupakan suatu bentuk keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan semesta alam.

Sehingga nafas gerakan inilah yang memantik PMII sejak didirikan di bangsa ini selalu berkomitmen dalam mempertahankan nilai-nilai keIslaman, keindonesian dan kebangsaan.

Ditambahkan, akhir-akhir ini bangsa Indonesia secara nasional menghadapi tiga bencana, yakni Bencana Alam ( Lombok, Palu, Donggala dll ), bebrikutnya Bencana Ekonomi yakni nilai tukar rupiah terus dikuasai oleh Amerika dan Cina, selanjutnya Bencana Politik yang yakni negara selalu disuguhkan dengan berita-berita bohong atau Hoax, ujaran kebencian dll.

Sehingga momentum Hari Santri Nasional ( HSN ) kita berdo’a dan meminta pertolongan Kepada Allah agar negeri ini bisa bebas dari tiga bencana yang telah saya sebutkan diatas.

Kegiatan Hari Santri Nasional ( HSN ) PMII Kupang menghadirkan M. Zainal Fanani, ST, M.Si, MHI yang juga alumni PMII Cabang Malang.

Dalam testimoni singkatnya M.zainal Fanani Mengatakan bahwa satu-satunya kiai yang hebat adalah Kiai NU menurut saya.

Mengapa saya katakan demikian karena Hasim Asy’ari berhasil mengawinkan antar nafas keislaman dan nafas kebangsaan, sehingga jangan heran kalau orang NU sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Santri Secara umum adalah mereka yang berjuang demi mempertahankan agama dan bangsa Indonesia, serta membebaskan bangsa Indonesia dari kemiskinan dan keterbelakangan.

PMII merupakan anak muda pewaris dan pelangsung NU, sehingga tantangan bagi anggota dan kader PMII sangat besar.

Karena PMII diperhadapkan dengan hegemoni masyarakat Intelektual organik di Perguruan Tinggi ( PT ).

Kader PMII harus menanamkan dan menggelorakan secara berkelanjutan terkait komitmen keislaman yang ramah dan damai serta komitmen wathoniah ( kebangsaan ). Ini adalah tugas berat PMII.

lanjut M. Zainal, Resolusi jihad NU mengingatkan kita dalam bergerak dan berjuang yakni antar agama dan bangsa harus disamakan bukan malah dipisahkan.

Situasi kita pada hari ini, banyak orang-orang mengatakan dirinya sebagai ulama, namun tidak mencerminkan sebagai orang berilmu, karena ulama itu adalah orang yang berilmu, bukan radikal, bukan intoran dan bukan pula narasi-narasi ke Islaman keras lainnya.

Ada beberapa peristiwa menarik dalam catatan sejarah, tokoh nasional sekaliber Bung Karno dan Bung Tomo mereka dikala itu meminta petunjuk kepada kiai NU terutama kepada Pendiri NU. Sehingga walhasilanya Indonesia ini dapat menjadi negara tauladan bagi seluruh agama di dunia ini.

Jarang agama-agama di dunia ini yang bersatu seperti Indonesia. Sehingga inilah substansi penting yang harus kita jaga dan kita tamamkan ke generasi bangsa Indonesia selanjutnya.

(Sumber: Puskominfo PMII Kupang / Tim / Red)