Home Berita PMII Kupang Desak Stabilisasi Ekonomi Regional Dan Nilai Tukar Rupiah

PMII Kupang Desak Stabilisasi Ekonomi Regional Dan Nilai Tukar Rupiah

106
0

Focus Indonesia News – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Cabang Kupang bergerak melakukan unjuk rasa di sejumlah titik diantaranta Kantor DPRD ProvinsiNusa Tenggara Timur, Kantor Bank Indonesia Perwakilan NTT dan Kantor Gubernur NTT (10/10/2018). Dikutip redaksi, aksi unjuk rasa berlangsung mulai pukul 11.00 wita.

Sumber Puskominfo PMII memastikan aksi unjuk rasa ini disuarakan guna mendesak Pemerintah Daerah Provinsi NTT merumuskan berbagai langkah dan strategy positif trkait stabilitas perekonomian regional dan keuangan regional akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai 15.200.

Menurut Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kupang, Hasnu Ibrahim, aksi yang digelar merupakan salah satu bentuk upaya kritis PMII demi mengingatkan pemerintah agar jangan tertidur demi dapat mendorong terciptanya perekonomian dan keuangan regional NTT dan ataupun guna mencegah terjadinya inflasi.

Ditambahkan, juga sebagai salah bentuk kekecewaan PMII terhadap laporan Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT dalam pembahasan laporan terkait stabilitas ekonomi dan keuangan NTT yang berbanding terbalik dengan hasil laporan Badan Pusat Statistik ( BPS ) Provinsi NTT.

PMII Menilai Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT telah memanipulasi data, karena kondisi rill persoalan ekonomi di Kabupaten Sikka Maumere mengalami Inflasi, walaupun perekonomian Provinsi NTT secara keseluruhan tetap deflasi.

Terkait anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, PMII Kupang menilai pemerintah lebih sibuk mencari kambing hitam ketimbang mencarikan upaya substansi dalam menyikapi persoalan kenaikan harga tukar rupiah terhadap dolar AS.

Apabila nilai tukar rupaih terus melambung maka secara otomatis perekonomian nasional akan terganggu dan tergantung kepada pihak asing, tegas Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kupang, Hasnu Ibrahim.

Ditegaskan, krisis ekonomi bisa saja akan terjadi melebihi krisis ekonomiam nasioal di era 1997 hingga 1998 apabila pemerintah tidak mengambil langkah taktis dan strategis dalam menyikapi persoalan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

PMII Kupang mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT ) dan mahasiswa agar menyerukan terkait penyelamatan nilai tukar rupiah. Gerakan yang akan dilakukan oleh PMII Kupang merupakan suatu bentuk rasa peduli PMII dan rasa kritis PMII dalam merespon dan menyelamatkan nilai tukar rupaih agar tetap stabil, karena kekhawatiran PMII yakni melemahnya nilai tukar rupiah akan berdampak pada kenaikan harga sembako dan BBM.

PMII sangat prihatin dengan carut marutnya persoalan ekonomi dan keungan bangsa Indonesia yang kian hari terus bergantung pada perekonomian dan keuangan negara lain. PMII juga mengajak kepada seluruh pemuda, mahasiswa dan rakyat NTT agar senantiasa untuk tidak menukarkan rupiah terhadap dolar dan harus memperbanyak transaksi dengan menggunakan rupiah agar perekonomian nasional kembali pulih.

Berikut hasil kajian empiris PMII Kupang dalam bentuk pernyataan Sikap PMII, yakni

1. Sri Mulyani selaku Kemenkeu berpihak kepada Rakyat atau mundur

2. Pecat Gubernur Bank Indonesia karena dianggap gagal dalam menstabilkan ekonomi dan keuangan

3. Mendesak pemerintah agar tetap menjagah stabilitas harga bahan pokok ditengah melemahnya nilai tukar rupiah tanpa harus mengintimidasi produk-produk lokal.

4. Menekankan pemerintah untuk mempermudah akses peminjaman usaha dengan menjaga suku bunga kredit yang rendah

5. Mendorong pemerintah untuk memperluas ekspor dengan mencari pasar alternative ekspor dan mengurangi inport

6. Menghimbau masyarakat agar meningkatkan penggunaan produk lokal dan mengurangi konsumsi produk asing

7. Mengajak masyarakat untuk tidak menukarkan rupiah ke dolar dan memperbanyak transaksi dengan rupiah agar nilai rupiah menguat dan menukarkan dolarnya agar devisa dolar terjaga didalam negeri dan kondisi rupiah akan kembali membaik

8. Menekankan pemerintah supaya mempermudah sistem bongkar muat di pelabuhan yang akan berdampak mudahnya sistem ekspor dalam negeri ke luar negeri.

9. Mendesak pemerintah untuk mengakomodir produk lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Apabila tuntutan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Kupang tidak diindahkan selama 3 x 24 Jam maka PMII secara kelembagaan akan melakukan aksi demontrasi secara besar-besaran dengan menghadirkan massa lebih banyak lagi. (Sumber : Puskominfo PMII Kupang / Red )