Home Berita Penutupan Festival Nubun Tawa Flores Timur 2018, Bupati Anton: Teruslah Mencintai Apa...

Penutupan Festival Nubun Tawa Flores Timur 2018, Bupati Anton: Teruslah Mencintai Apa yang Kita Miliki

663
0

Malam puncak penutupan pagelaran Festival Nubun Tawa 2018 diadakan di Desa Ile Padung Kecamatan Lewolema, Minggu (07/10/2018). Dihadiri Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Boli beserta beberapa kepala SKPD dan instansi Kabupaten Flores Timur. Acara yang dipandu oleh duet MC kondang, Awok Kleden dan Selvi Belang ini berlangsung meriah dengan berbagai acara dan pertunjukan seni serta tradisi dari desa-desa di Kecamatan Lewolema, beberapa komunitas seni di Kabupaten Flores Timur, fashion show dan juga penampilan seniman tamu dari luar daerah.

Beberapa acara menarik yang disaksikan langsung oleh netizen journalist adalah pertunjukan drama Belo Baja dari desa Ile Padung. Kisah cinta Nogo Letek Ose Bole dibalut dalam sebuah pertunjukan drama yang sangat menghibur penonton malam ini. Tantangan demi tantangan yang harus dilalui oleh sang kekasih untuk membuktikan kuatnya cintanya pada Nogo Letek Ose Bole pada akhirnya meluluhkan kerasnya hati saudara-saudara Nogo Letek untuk menghalangi perkawinan keduanya. Pesan cinta dan kasih sayang menjadi pesan penting dari pertunjukan drama ini.

Panampil seni selanjutnya dalam pagelaran ini adalah kelompok peniup Suling dari desa Lamaole, Solor Barat hadir tampil sempurna dengan melantunkan beberapa lagu instrumen menggunakan tiupan seruling. Penampilan ‘nyentrik’ sang pemimpin kelompok melengkapi kekhasan pertunjukan mereka.

Desainer lokal berbakat, Beatrix Tukan menggandeng MUA (make up artist), Zem Make Over hadir dengan pertunjukan fashion show, menampilkan tiga pasang model yang tampil elegan penuh pesona di atas panggung mengenakan desain baju pengantin berbahan dasar kain sarung Flores Timur.

Yasuhiro Morinaga, seniman Jepang yang sedang melakukan penelitian tentang suara gong ini kemudian berkolaborasi dengan Eda Tukan dan Petronela Tokan dalam sebuah pertunjukan seni musik etnik kontemporer menghasilkan sebuah tontonan seni kontemporer yang sangat menghibur. Suara Eda dan Petronela yang mendengungkan lagu daerah dipadukan dengan sempurna oleh Morinaga dengan sentuhan musik kontemporer dan tabuhan gendang.

Sanggar tari dari desa Kiwangona tampil dengan Sole Oha, sebuah tarian berkelompok dengan gerak tari yang sangat dinamis dan ekspresif berbalut lantunan syair-syair penuh makna mampu menghentakan panggung Nubun Tawa malam ini.

Dalam laporan penutupannya, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh masyarakat Kecamatan Lewolema serta seluruh pihak yang telah menunjukan partisipasinya dalam setiap kegiatan yang digelar dalam festival ini. Secara khusus, Apolonia memberikan apresiasi kepada Garasi Institute yang menjadi mitra kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur. Dengan kesuksesan pagelaran festival ini maka tahun depan festival ini akan tetap digelar sebagai event tahunan. Apolonia berharap festival ini mampu mempromosikan pariwisata Flores Timur, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sambutan penutupannya, Bupati Anton Hadjon mengungkapkan bahwa Festival Nubun Tawa yang baru pertama digelar ini mengajak kita untuk mencintai apa yang kita miliki. “Festival Nubun Tawa membangkitkan rasa percaya diri akan apa yang kita buat. Fetival Nubun Tawa juga membuat Pemerintah Kabupaten Flores Timur semakin percaya diri untuk menggelar fetival Nubun Tawa tahun depan, dan festival Adonara, serta di Solor nantinya,” ungkapnya.

“Tahun depan, kita punya tiga festival; Festival Nubun Tawa, Festival Adonara dan Festival Kegembiraan Paskah,” jelasnya. Bupati Anton juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur yang telah berhasil menggelar festival yang digelar di beberapa tempat berbeda di Kecamatan Lewolema ini. Pada akhir sambutannya, Bupati Anton tetap mengajak semua masyarakat Flores Timur agar melalui festival ini kita selalu mencintai apa yang kita miliki.

“Luar biasa Festival Nubun Tawa Flores Timur 2018,” tutupnya.

Sampai bertemu lagi pada Festival Nubun Tawa Tahun 2019.
(nj: berrye_p)