Home Berita Paul Talo: Ngada Butuh Sekda Yang Datang Dari Kabupaten Lain Tidak Koruptif

Paul Talo: Ngada Butuh Sekda Yang Datang Dari Kabupaten Lain Tidak Koruptif

736
0

Focus Indonesia News – Salah satu tokoh masyarakat Ngada yang juga perna tampil dalam bursa Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Paulus Talo menyikapi kebutuhan Kabupaten Ngada saat ini, secara khusus komposisi pengisian jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Flores (NTT).

Rangkuman Redaksi (19/10/2018), Paulus Talo mengungkapkan Kabupaten Ngada benar-benar membutuhkan penyegaran secara masif pada sejumlah pos penting di daerah, bahkan nantinya termasuk cara memilih Wakil Rakyat (DPRD).

“Ngada memerlukan Sekda yang datang dari Kabupaten lain di NTT. Sekda baru tidak hanya cukup seorang reformis tetapi juga dengan mind set Disruptif. Dia harus mampu melihat Ngada sebagai kabupaten yang membutuhkan perubahan, perubahan mind set. Dia mampu membuka mata Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk Ngada ke depan yang baru, bersih dari KKN, bersih dari kelompok2 yang mementingkan diri dan kelompoknya”,ungkap Paul Talo.

Ditambahkan, Mengapa tidak dari Ngada saja?. Ngada memiliki kader-kader pemimpin yang pasti banyak, pertanyaannya apakah selama ini sistim kaderisasi/ jenjang dan kepangatan di Kabupaten Ngada berlaku dan atau berjalan seusai rel? Kalau ya, kata dia, dimana kader-kader kategori berintegritas berada ketika kasus-kasus di Ngada muncul satu persatu tetapi tidak ikut bertanggung jawab sehingga “mengorbankan” bupatinya tersangkut kasus Korupsi.

Ditambahkan Paul Talo, ASN di Ngada sudah lama bertugas di Ngada, mengetahui Ngada tetapi mendiamkan diri ketika Kabupaten Ngada dan pemimpinya terkena musibah.

ASN yang terpojokkan, honorer-honorer bertumpuk, pembangunan dari Desa yang paling diutamakan jalan raya, apakah Ngada hanya membutuhkan jalan raya? Mind set ASN perlu ditata ulang oleh Sekda yang baru apakah dia orang Alor, Rote, Manggarai dan seterusnya. Dia harus meneropong kebutuhan rakyat, tidak hanya jalan ber-aspal, jalan ber-lubang, jalan rusak sesudah setahun di-bangun. Tanyakan rakyat apa yg mereka butuhkan? Bukan apa yang saya mau bangun untuk masyarakat, tutup tokoh Ngada yang satu ini. (red/)