Home Renungan Harian Pater Noster ~ Bapa Kami

Pater Noster ~ Bapa Kami

322
0
Doa Bapa Kami
Ilustrasi: https://hop.church/blog/ajarlah-kami-berdoa

Rabu, 10 Oktober 2018
Pekan Biasa XXVII
¤ Gal. 2:1-2,7-14
¤ Mzm. 117:1,2
¤ Luk 11:1-4
“Pater Noster”
~ Bapa Kami ~

Inilah doa yang paling terkenal dalam sejarah agama Kristiani.
Doa yang baik dan sejati adalah hati yang dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan, bukan panjangnya kata-kata atau gerak-gerik tubuh sehingga cenderung bersikap munafik dalam berdoa.
Berdoa berarti ber-relasi, berkomunikasi dengan Tuhan dalam rahasia batinnya. Namun banyak kali kita terlalu terpaku pada rumusan kata-kata manusiawi sehingga menghalangi relasi kita dengan Tuhan.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, para murid minta agar Yesus mengajari mereka berdoa, “Domine, doce nos orare” ~ Tuhan, ajarlah kami berdoa ~ Selanjutnya, Yesus mengajarkan doa ‘Bapa Kami’. Doa ‘Bapa Kami’ atau ‘Doa Tuhan’ menurut Tertulianus adalah ringkasan dari seluruh Injil. Thomas Aquinas mengatakan “doa yang paling sempurna”.
Adapun dua karakter yang dimiliki doa ‘Bapa Kami’, antara lain:

1. Sederhana
Doa ‘Bapa Kami’ ini memiliki karakter sederhana namun tetap kaya makna yang membawa kita semakin bertumbuh ke dalam hubungan yang akrab, hangat dan bersahabat sebagai anak-anak-Nya bahkan kita bisa menyapa sebagai “Bapa” dan sesama sebagai anak-anakNya.
Betapapun indahnya suatu doa, yang tidak boleh terlupakan adalah bagaimana kita meresapkannya, sehingga kata-kata yang diucapkan bukan hanya sekedar hafalan (dimensi informasi /pengetahuan iman belaka), tetapi sungguh-sungguh keluar dari hati dan menjadi milik kita sendiri (dimensi internalisasi /pengendapan nilai-nilai).
Di sinilah kita diajak untuk berdoa yang mengalir sungguh-sungguh dari ungkapan hati.

2. Pola salib
Doa ‘Bapa Kami’ memiliki pola salib; artinya tidak hanya “aku dan Tuhan” (vertikal), tetapi juga “aku dan sesama” (horisontal).
Doa ‘Bapa Kami’ yang memiliki pola salib ini mengandung tujuh intensi sekaligus tujuh semangat yang terbagi menjadi dua bagian.

Bagian Pertama:
~ memuliakan nama Tuhan ~
1. Dimuliakanlah namaMu
2. Datanglah kerajaanMu
3. Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Bagian Kedua:
~ permohonan kebutuhan kita ~
4. Berilah kami rejeki pada hari ini
5. Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami
6. Janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan
7. Bebaskanlah kami dari yang jahat.

Jadi sadar atau tidak sadar, kita selalu mengucapkan semua intensi ini setiap kali mendoakan doa ‘Bapa Kami’. Dan Tuhan selalu menjadi prioritas utama dan pertama di dalam hidup, setelah itu manusia sebagai sesama kita. Kita memuji nama Tuhan kemudian memohon semua yang kita perlukan setiap hari termasuk bagaimana membangun relasi antar pribadi kita agar dapat terjalin dengan baik.
Dengan demikian doa ‘Bapa Kami’ membuat kita semakin bertumbuh dan akrab dalam ber-relasi dengan Tuhan sebagai Bapa dan sesama sebagai anak-anakNya. Karenanya doa ‘Bapa Kami’ patut kita hayati setiap hari. Di sinilah panggilan kita.
Saudaraku, marilah kita berdoa ‘Bapa Kami’ dengan sepenuh hati setiap hari.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang berusaha tekun berdoa ‘Bapa Kami’. Amin.