Home Sastra Orasi

Orasi

622
0
Orasi
Ilustrasi: Orasi Buruh. Orasi demonstran Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan-Konfederasi Serikat Nasional (FSPK-KSN) di samping Taman Gasibu, Jl. Japati pukul 9.54 pada (1/5/2014). Foto: Dede Lukman Hakim/Suaka

Tertegun aku mendengar orasimu
Orasi tentang kehidupan manusia
Yang mendiami satu bumi
Kau berteriak: Haram!
Ketika seharusnya napas hidup
Dapat berdetak dalam satu ritme
Tapi kau justru mengirisnya
Menjadi tulang-tulang berserakan
Dan daging-daging yang tersayat

Lalu umat manusia saling menjauh
Satu ciptaan dipilah atas kuasa manusia
Merobek kemakuasaan Sang Pencipta
Hidup dibangun pada pondasi rapuh
Mudah goyah dan terperosok
Dalam permusuhan dan kebencian
Dengan teriakan-teriakan: Najis!

Orasimu membakar sukma
Anak bangsa yang taat pada Tuhannya
Tetapi kasih mengalir ke tepian
Menyendiri hanya untuk seisi rumahnya
Sedang hidup di satu bumi
Mesti bersentuhan dengan keragaman
Satu keluarga dalam perbedaan
Sayang, kau tidak mengerti hal itu

Orasimu membangunkan orang hidup
Menepuk dadanya dan berkata: Aku!
Ia mengubah cara hidupnya
Menjadi dirinya sendiri
Dan merasa wajib berperang
Melawan mereka yang berbeda pandang
Dan mereka sama- sama terperangkap
Menjadi korban sia-sia belaka

Orasimu adalah letusan amarahmu
Menebarkan dahak kebencian pada sesama
Kata-kata yang kau lesatkan
Telah menjadi racun yang mematikan
Menghancurkan peradaban dunia
Yang seharusnya penuh damai
Kau telah melukai bumi
Yang Tuhan ciptakan untuk semua
Para hamba yang dicintai-Nya

Agust G Thuru
Denpasar, 19 Oktober 2018