Home Berita Obral Bali di Tiongkok, Yusdi Diaz: Sudah Waktunya Aturan Ditegakkan

Obral Bali di Tiongkok, Yusdi Diaz: Sudah Waktunya Aturan Ditegakkan

686
0
Yosep Yulius Diaz, Calon Anggota Legislatif Propinsi Bali
Yosep Yulius Diaz, Calon Anggota Legislatif Propinsi Bali

LarantukaNEWS, Denpasar – Bali adalah salah satu destinasi wisata dunia yang memiliki daya tarik luar biasa bagi setiap wisatawan yang datang berkunjung. Julukan Pulau Dewata maupun Pulau Surga bukanlah sekedar sematan tanpa makna. Beragam jenis suguhan wisata yang ditawarkan mulai dari alam, budaya hingga kuliner mampu menghipnotis setiap orang yang datang.

Rilis yang dikeluarkan oleh Tripadvisor menempatkan Bali pada urutan ke-4 destinasi wisata dunia setelah Paris, London dan Roma. Keindahan alam budaya yang ditawarkan Bali, nyata-nyatanya telah menarik para pelaku pariwisata, bukan saja dari dalam negeri melainkan juga dari luar negeri untuk dapat menikmati manisnya gula pariwisata Bali.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki Bali, adalah wajar jika pemerintah Indonesia memilih Bali sebagai tempat pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB yang baru saja berakhir pada tanggal 13 Oktober 2018 yang lalu.

Di tengah kemeriahan dan puja-puji, pariwisata Bali justru disoroti oleh kabar miring terkait bagaimana paket wisata ke Bali “diobral” murah untuk wisatawan mancanegara yang berasal dari Tiongkok. Sebagaimana yang diberitakan oleh nusabali.com, para wisatawan asal Tiongkok bahkan dapat menghabiskan waktu selama 5 hari di Bali hanya dengan biaya 600.000 rupiah saja. Praktek menjual pariwisata Bali dengan murah seperti ini dapat saja merusak nama bali, bahkan dapat menghancurkan pariwisata Bali.

Menanggapi hal ini, Yosep Yulius Diaz yang akrab disapa Yusdi Diaz, yang telah bergelut di dunia pariwisata sejak tahun 1980-an pun angkat bicara.

Yusdi Diaz yang turut bertarung pada perhelatan pemilihan legislatif Propinsi Bali 2019 yang akan datang mengatakan bahwa hal ini merupakan isu yang telah lama berhembus namun kurang mendapat perhatian serius dari pihak-pihak yang terkait.

“Ini issue yang cukup lama tetapi sepertinya kurang mendapat atensi dari pihak-pihak terkait. Regulasinya perlu diupdate dan fungsi pengawasan harus dilakukan sebagaimana seharusnya. Pemerintah dan stake holder terkait harus segera bertindak sebelum masalah ini semakin menjadi-jadi”, kata Yusdi Diaz saat dihubungi melalui percakapn WhatsApp.

“Sudah saat ini Bali mengimplementasikan Perda No. 1 tahun 2010 secara tegas sembari malakukan penyesuaian-penyesuaian yang dipandang perlu dalam penyempurnaan Perda tersebut”, lanjut Yusdi Diaz. (HH)