Home Berita Krisis Air Di Ibu Kota Kecamatan Detukeli Ende

Krisis Air Di Ibu Kota Kecamatan Detukeli Ende

202
0

Focus Indonesia News – Kecamatan Detukeli yang terletak di wilayah Kabupaten Ende, Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur boleh dibilang merupakan salah satu contoh nyata kondisi wilayah tertinggal ataupun daerah terbelakang diantara peta keterbelakangan sejumlah wiilayah lain yang ada di Kabupaten Ende.

Kemajuan Kota Ende dengan jejeran pemandangan yang sudah seolah-olah menyerupai semi metropolitan, jelas-jelas berbanding terbalik dengan peta keterbelakangan sejumlah daerah yang ada di dalam wilayah Kabupaten Ende Pulau Flores.

Tidak hanya masalah masyarakat belum merasakan adanya penerangan Listrik PLN, namun bentangan jalan berlobang menuju titik Kecamatan Detukeli dan krisis air bersih menjadi litania panjang bagi warga Kecamatan Detukeli.

Krisis Air Bersih misalnya sudah menjadi tontonan biasa bagi wilayah di Ibu Kota Kecamatan, kampung Watunggere Marilonga, Kurukota, Detuara Maurole Selatan, Wolobalu dan sekitarnya.

Pantauan Redaksi (1/10/2018) Puskesmas Induk Kecamatan Detukeli yang terletak di Kampung Detuara Desa Maurole Selatan misalnya, bertahun-tahun dililit krisis air bersih. Tidak hanya untuk kebutuhan pasien dan ataupun puskesmas, tetapi juga untuk keperluan mandi, cuci pakaian dan ataupun buat masak konsumsi di rumah Dinas Dokter dan para tenaga medis.

Seperti ditampilkan dalam foto berita ini, inilah mata air untuk ribuan masyarakat, Puskesmas induk Kecamatan Detukeli, Kantor Camat Detukeli di Kabupaten Ende serta untuk masyarakat setempat. Nampak, untuk pemenuhan kebutuhan air, tenaga Dokter dan tenaga medis terpaksa ikut antre berjam-jam bersama warga kampung, menunggu giliran menimmba air dari balik bebatuan yang juga volume airnya disebut mati tidak-hidup enggan.

Demikian hal kondisi Kantor Camat Detukeli, sekolah-sekolah dan fasiltas umum lainnya, termasuk rumah-rumah warga serta MCK masyarakat, semuanya mengalami tradisi krisis air yang sama.

Warga masyrakat sangat berharap terobosan nyata pembangunan melalui pengentasan prioritas kebutuhan masyarakat, pemenuhan jalan raya layak pakai, listrik PLN dan air minum bersih. (Red/)