Home Berita KOMMAS Sebut Kabupaten Ngada Butuh Sekda Kriteria Reformis

KOMMAS Sebut Kabupaten Ngada Butuh Sekda Kriteria Reformis

663
0

Focus Indonesia News – Dukungan kritis terhadap uji kualifikasi Calon Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Flores (NTT) guna mengisi kekosongan usai Sekda Meda Moses pensiun, salah satunya datang dari Koalisi Masyarakat Ngada yang berada di Jakarta.

Kepada Redaksi media ini (19/10/2018) Ketua Kommas Ngada Jakarta, Roy Watu menyampaikan beberapa petikan diskusi partisipastif KOMMAS Ngada bagi tanah kelahiran Kabupaten Ngada.

Dikutip Redaksi (19/10/2018) KOMMAS Ngada menerangkan, seleksi Sekda Kabupaten Ngada, sebagai bentuk partisipasi publik kritis, Kommas ajukan syarat syarat ini, Posisi EB 03 (Sekda) diibarat seperti jantung bagi tubuh Ngada, yang sangat vital dan strategis, sekaligus barometer hajat pemerintahan yang efektif dan berwibawa.

“Jantung yang sehat bekerja maksimal untuk memastikan bahwa seluruh organ tubuh mendapat suply nutrisi dan oksigen yang dipompanya. Sejak OTT, Ngada mengalami depresi serius, kritis dan terkulai seperti sakratul maut. Ngada butuh energi baru untuk melakukan pemetaan ulang, penataan-birokrasi, pembaharuan spirit, perbaikan jaringan, pergantian sistem serta perubahan total. Paling sederhana bisa disebut, Ngada perlu tubuh dan jiwa reformasi”, ungkap Kommas Ngada.

Atas partisipasi pikiran kritis Kommas Ngada menyodorkan gagasan kriteria, dikutip redaksi berikut ini, diantaranya Kandidat Sekda adalah putra putri terbaik yang bersih berintegritas dan harus jauh dari indikasi korupsi, tidak ‘melibatkan diri’ atau mengabdi kepada regime sebelumnya.

Kommas berharap Pansel bekerja maksimal mencari dan menguji figur figur yang Cekatan dan Tegas. Menemukan Mosalaki (kader leader) yang menginspirasi ASN dalam mengawal derap pembangunan di daerah.

Ketua Kommas Ngada, Roy Watu
Ketua Kommas Ngada, Roy Watu

Kommas sebut Ngada butuh Sekda yang Tegas dan Cekatan dalam membasmi ajaran dan tradisi koruptif serta mentalitas berpura pura yang bersinergi dengan sikap permisif mologazi (benar salah sama dengan benar), ini yang harus dirubah, kata KOMMAS.

Mental koruptif, tambah KOMMAS, adalah virus mematikan dan bakteri pembusuk yang tengik. Sekda harus figur yang tidak hidup dengan cipiki cipika namun sekarat integritas.

Ngada sangat membutuhkan Sekretaris Daerah yang tidak berperilaku mental bagi bagi uang tunai layaknya orang kaya, penikmat fee proyek, pemain proyek pembangunan daerah.

Sementara, juru bicara KOMMAS Ngada Yoseph Godho menambahkan, moral womenise and seductio serta over termasuk dalam proyek pembangunan (dhele go gazi mea mea) Ngada harus kembali ke jalur asali. Pada jalan kebenaran sikap dan tindak, naluri logika dan ujar yang dituntun oleh ajaran iman, falsafah Budaya Reba serta aturan hukum Negara. Ngada itu tegak mendongak penuh wibawa. “Indonesia dan Katolik beruntung miliki Ngada yang jujur dan setia,” kata jubir Kommas, Yoseph Godho mengunci pembicaraan. (Red/)