Home Dokumen Acara Kerangka Acuan Kegiatan Temu Raya Pemuda GPIB Tahun 2018

Kerangka Acuan Kegiatan Temu Raya Pemuda GPIB Tahun 2018

72
0

Kegiatan Temu Raya Pemuda GPIB yang digelar di Wisma Kinasih Cimanggis-Depok, tanggal 26-28 Oktober 2018 kerjasama Departemen Germasa dan Dewan Pelkat GP GPIB Pemuda Penggerak Keadilan dan Perdamaian mempunyai acuan latar belakang serta visi kegiatan.

Latar belakang: Pemuda Gereja adalah masa depan pelayanan dan kesaksian gereja. Karenanya, memandang Pemuda Gereja bagaikan memandang masa depan Gereja, tak terkecuali bagi GPIB. Dewan GP GPIB dan Departemen GERMASA GPIB menilai sangat penting merayakan HUT ke-70 GPIB pada 31 Oktober 2018, secara khusus menjadikannya sebagai momentum refleksi keberadaan GPIB kini dan ke depan menurut pengalaman dan perspektif pemuda.

Bertepatan dengan itu, setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum besar Bangsa untuk merenungkan kembali Nasionalisme Indonesia di tengah tantangan terkini dan yang akan datang.

Tema Tahunan Pelayanan GPIB Tahun 2018-2019 adalah “Membangun Spiritualitas Damai Yang Menciptakan Pendamai” (Yak 3:13-18).

Tema ini yang akan menjiwai seluruh proses GP GPIB dalam merefleksikan dan memaknai HUT ke-70 GPIB dan Sumpah Pemuda sekaligus.

Pemuda GPIB perlu memberi perhatian pada beberapa poin Pemahaman Iman GPIB serta  menjadikannya sebagai salah satu landasan pijak dalam pengembangan diri dan komunitas GP maupun lembaga GPIB dalam membangun Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan bagi semua.

Poin-poin tersebut antara lain nomor 4, 7 dan 8, Angka Romawi I tentang Keselamatan menegaskan adanya Prinsip Kesaksian, Prinsip Anti Penindasan dan Prinsip Roh Kudus sebagai sumber hikmat Allah.

Nomor 3 dan 8, Angka Romawi II tentang Gereja, menegaskan adanya Prinsip Roh Kudus menuntun Pelayanan dan Kesaksian dan Prinsip Berkarya di tengah keberagaman.

Nomor 2 dan 4 angka romawi III tentang Manusia menegaskan adanya prinsip kebersamaan & kesejahteraan dan prinsip tugas mulia manusia. Nomor 1 angka romawi IV tentang Alam dan Sumber Daya menegaskan adanya prinsip adanya tanggung jawab negara.

Nomor 4, 5, 6 dan 7 angka romawi V tentang Negara dan Bangsa menegaskan adanya prinsip suara kenabian, prinsip ketaatan warga & pemberian saran, prinsip toleransi dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan HAM.

Sasaran Kesaksian PKUPPG Jangka Panjang II (2006-2026), khususnya terkait hal-hal tercipta kondisi dimana setiap warga jemaat bersama-sama siap untuk menyampaikan berita keselamatan di lingkungan sendiri, sampai lingkungan masyarakat dan bangsa dan hadir dalam dunia politik.

GP GPIB sebagai bagian dari Gereja dan Bangsa Indonesia perlu melakukan tindakan pernyataan Iman Kristen-nya berdasarkan Alkitab melalui pemahaman Iman GPIB dengan peduli terhadap isu-isu yang kebangsaan.

Sementara itu, usaha meraih cita-cita berbangsa bernegara sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945 selalu terhadang dengan kepentingan pragmatis. Bahkan dilakukan dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang terkandung di dalam Pancasila. Lebih parah lagi, seakan-akan mengatasnamakan Pancasila demi kepentingan pragmatisnya.

Politik Kesejahteraan semakin tergilas oleh Politik Kekuasaan. Guna melakukan tindakan pernyataan iman Kristennya tersebut di atas dan guna mempersiapkan tahun prioritas bidang Germasa di 2019-2020, maka Dewan GP perlu membentuk suatu wadah yang konsentrasinya terhadap hal itu. Wadah yang merupakan suatu tempat membicarakan kepentingan bersama dalam bingkai NKRI sesuai kontitusi.

Oleh karena itu, Dewan GP membentuk suatu wadah yang bernama Forum Konstitusi Nasional Gerakan Pemuda GPIB yang disingkat menjadi FORTURA. Untuk itu, sekaligus membekali GP GPIB, maka Dewan GP berkoordinasi dengan Departemen Germasa Majelis Sinode GPIB melalui kegiatan Temu Raya Pemuda GPIB merasa perlu merealisasikannya dengan melakukan pembekalan dalam bentuk Bina Penguatan Ideologi Pancasila GP GPIB atau disingkat menjadi BINTALA.

Dan, guna melakukan tindak lanjut akan dilakukan pembentukan Forum Konstitusi GP GPIB atau disingkat menjadi FORTURA.

Nama Kegiatan TEMU RAYA PEMUDA GPIB PENGGERAK KEADILAN DAN PERDAMAIAN. Tujuan Memperkuat persekutuan dan pergerakan pemuda GPIB melalui upaya mengidentifikasi potensi dan tantangan masing-masing, dan melakukan analisas sosial peta situasi dan kondisi pemuda GPIB pada umumnya.

Memperkuat kepekaan dan kepedulian GP GPIB terhadap berbagai masalah sosial yang terjadi kini dan ke depan. Memfasilitasi konsolidasi pemuda GPIB untuk merancangkan sumbangsihnya dalam melaksanakan visi dan misi pelayanan GPIB. Memperkuat pemahaman GP GPIB mengenai esensi, bentuk dan strategi Politik Kesejahteraan dalam mengupayakan tujuan berbangsa-bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

Waktu dan Tempat Tempat: Kinasih Resort Depok Jl. Tapos Cimpaeun Tapos-Cilangkap, Kota Depok JABAR. Hari/tanggal: Jumat – Minggu, 26 – 28 Oktober 2018

Fokus Kegiatan Study Meeting oleh Departemen Germasa GPIB 1. Potensi dan Tantangan Pemuda dalam rangka Pembangunan Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

Tiga narasumber membuka wawasan dan cakrawala pengetahuan peserta berdasarkan pengalaman dan sudut pandang masing-masing, diantaranya Korneles Galanjinjinay, Ketua Umum GMKI, berbagi pengetahuan berbasis perspektif dan pengalaman organisasi massa mahasiswa Kristen Indonesia/GMKI.

Sebagai organisasi, Mahasiswa Kristen yang memiliki rekam jejak panjang dan teruji sejak era kemerdekaan Republik Indonesia hingga kini, GMKI telah berhasil ikut mencetak kader pemimpin masyarakat dan bangsa Indonesia.

Bagaimanakah visi dan misi GMKI akan diwujudnyatakan hari ini dan ke depan? Apa potensi dan tantangan utama yang dihadapi GMKI?. Grace Natalie, Pendiri sekaligus Ketua Umum Partai SoIidaritas Indonesia, partai politik baru anak muda dan generasi milenial Indonesia yang berhasil menembus electoral treshold Pemilu 2019, mengupas visi dan strategi PSI.

Mengapa dan bagaimana PSI melakukan pendidikan politik yang kritis-konstruktif bagi generasi muda milenial. Bagaimana strategi PSI berjuang meyakinkan generasi muda/milenial tentang penting dan mungkinnya politik dan PSI sebagai jalan/alat mewujudnyatakan tujuan dan cita-cita mulia pembangunan bangsa Indonesia. Bagaimana PSI menghadapi dan menegosiasi kekuatan politik riil di lapangan maupun parpol besar yang berseberangan dengannya.

Pdt. Jacky Manuputty berbagi pengetahuan dan refleksi teologis tentang potensi dan tantangan generasi muda dalam memimpin dan menggerakkan rekonsiliasi/perdamaian lintas iman-budaya di tingkat komunitas.

Diharapkan akan terus memperkaya wawasan dan pengetahuan peserta tentang prinsip-prinsip, strategi dan beragam bentuk kaderisasi, pelibatan dan kepemimpinan generasi muda di ruang publik dengan mengedepankan nilai-nilai Persatuan, Kemanusiaan universal, Demokrasi, Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia (Politik Kesejahteraan).

Dialog Antar Agama dan Tantangan Fundamentalisme, Radikalisme & Terorisme bagi Pemuda Generasi Milenial Hasil riset dan pemetaan konteks sosial seluruh wilayah pelayanan GPIB selama lima tahun terakhir menyimpulkan bahwa “berdialog lintas iman” di semua aspek/bidang kehidupan masyarakat merupakan strategi kunci pelayanan dan kesaksian gereja-gereja di Indonesia yang sangat majemuk.

GPIB dipanggil untuk menggumuli kembali pemahaman dan praksis menggereja (ekklesiologi) agar lebih dialogis dengan banyak denominasi, agama, kepercayaan dan kebudayaan lain. Perkembangan terbaru di Indonesia yang dirasakan sangat kuat dampaknya, langsung atau tidak langsung, oleh jemaat-jemaat GPIB adalah menguatnya radikalisme dan munculnya gerakan terorisme dengan menggunakan kekerasan.

Irine Gayatri berbagi hasil riset mengenai seluk-beluk radikalisme dan terorisme yang juga menyasar generasi muda/milenial sebagai target operasi (rekrutmen). Serta bagaimana idealnya agama (agama) menyikapi fenomena ini.

Inayah Wahid secara khusus akan bercerita tentang perspektif dan pengalamannya menggerakkan generasi muda agar menjadi lebih terbuka, inklusif dan dialogis melalui ekspresi budaya. Salah satu eksperimentasi dialog lintas iman generasi muda yang menarik baru-baru ini adalah program Peace Train, yang diselenggarakan oleh ICRP bekerjasama dengan beragam lembaga dan komunitas.

Frengky Tampubolon, salah seorang inisiator, berbagi tentang eksperimentasi briliant, tentang mimpi di balik Peace Train. Tentang mengapa ia bersama tim nya memandang Peace Train layak diperjuangkan. Serta bagaimana mereka menyiasati tantangan dan hambatan mewujudkan mimpi anak muda beragama lebih inklusif, adil dan damai lewat Peace Train. Apa dampak Peace Train bagi para peserta dan komunitas asal peserta.

Optimalisasi Potensi dan Pengaruh Pemuda Milenial di Era Medsos. Kehidupan generasi muda milenial identik dengan kreativitas tanpa batas. Kreativitas tanpa batas ini mendapat instrumen percepatan yang juga revolusioner berkat berkat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menciptakan ruang eksistensial baru bagi generasi milenial yaitu dunia media sosial. Walaupun dunia maya berpotensi menciptakan kerentanan dan problem baru bagi generasi milenial, yaitu perasaan tercerabut dan terisolasi dari kehidupan nyata tempatnya berpijak, riset sejumlah pakar menyimpulkan bahwa generasi milenial memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial kekinian yang dihadapi masyarakat dan dunia global seperti kemiskinan, diskriminasi, ketidakadilan, kekerasan dan kerusakan ekologis.

Ketiga narasumber pada sesi ini adalah model kehadiran milenial ideal. Mereka champion pada bidangnya, menginspirasi publik terutama sesama generasi milenial dengan prestasi yang membanggakan.

Ahmad Fatkhi, aktivis HAM Penyandang Disabilitas, Faye Simanjuntak pendiri Rumah Faye dan Rowland Asfales pendiri Pijak Bumi, masing-masing akan berbagi mimpi, strategi dan tips terbaik mereka bagi peserta Temu Raya. Pemetaan Situasi dan Kondisi Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik Pemuda GPIB. Sesi ini merupakan upaya pemetaan awal situasi dan kondisi ekonomi, sosial, budaya dan politik pemuda GPIB di seluruh wilayah pelayanan. Pemetaan akan menggunakan pendekatan analisa SWOT per wilayah pelayanan/mupel atau pulau. Hasil pemetaan ini merupakan baseline bagi pendalaman tematik di kelompok-kelompok sekaligus dasar bagi rencana pembentukan Fortura.

Output Kegiatan: 1. Peta konteks sosial, ekonomi, budaya dan politik Indonesia serta masalah kunci bidang sosial, ekonomi, budaya dan politik menurut perspektif dan pengalaman pemuda. 2. Gagasan-gagasan sosial dan teologis baru yang segar mengenai partisipasi dan kontribusi generasi muda milenial di ruang publik untuk melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan sebagai murid Kristus, sekaligus memastikan partisipasi positif dan konstruktifnya sebagai warga negara yang baik untuk mencapai cita-cita pembangunan masyarakat, bangsa dan dunia. 3. Catatan tentang adanya ruang-ruang dan kesempatan baru bagi generasi muda/milenial untuk mengekspresikan diri dan mewujudnyatakan mimpi dan harapan masa depannya. 4. Peta terkini kekuatan, tantangan, kesempatan dan ancaman GP GPIB Business Meeting : oleh Pengurus Dewan GP GPIB Rencana Arah FORTURA Merancang 1 kegiatan Germasa di MUPEL masing2 untuk PKA 2019-2020 (tahun prioritas Germasa).

Perumusan Piagam I FORTURA Pembentukan Kepengurusan FORTURA Jadwal Kegiatan HARI PERTAMA 09.00 – 12.00: Registrasi Peserta 12.00 – 13.00: Makan Siang 13.00 – 15.00: Pembukaan Ibadah (PF: Pdt. Rommy Pelupessy, M.Th) Seremonial Pembukaan (Menyanyi Indonesia Raya, Mars GP GPIB, Sambutan Ketua Dewan GP GPIB, dan Arahan Ketua II Majelis Sinode GPIB Peresmian dan Keynote-speech: Bpk. Imam Nahrowi, Menpora RI* Orientasi Kegiatan 15.00 – 15.30 15.30 – 17.30: Rehat/Teh, Kopi & Kudapan Study Meeting I: Dialog Lintas Agama & Kebudayaan, Tantangan Fundamentalisme, Radikalisme & Terorisme bagi Pemuda Milenial. Narasumber: Irine Gayatri, Peneliti LIPI Inayah Wulandari Wahid, Aktivis Dialog Lintas Iman* Frengky Tampubolon, Penggagas Peace Train 17.30 – 19.30: Study Meeting II: Potensi & Tantangan Pemuda dalam rangka Pembangunan Indonesia berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika Narasumber: 1.Cornelis Galanjinjinay, Ketua Umum PP GMKI 2. Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia 3. Pdt. Jacky Manuputty, Asisten Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antar Agama & Peradaban 19.30 – 21.00: Renungan Malam MAKAN 21:00 –

HARI KEDUA 06:00 – 08:00: OR Pagi, Sarapan & Persiapan 08:00 – 09:00 09:00 – 11:00: Penelahan Alkitab (Pdt. Deassy Kalalo-Wattimena) Study Meeting III: Optimalisasi Beragam Potensi dan Pengaruh Pemuda Milenial di Era Medsos Ahmad Fatkhi, Aktivis HAM Penyandang Disabilitas Faye Simanjuntak, Pendiri Rumah Faye Rowland Asfales, Pendiri Pijak Bumi 11:00 – 11:30 11:30 – 13:00: Rehat Study Meeting IV: Pemetaan Situasi dan Kondisi Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik Pemuda GPIB di seluruh wilayah pelayanan GPIB (Pengantar & Diskusi Kelompok pembahasan dengan kerangka SWOT per wilayah). 13:00 – 14:00: Makan Siang 14:00 – 14:30: Pengarahan Business Meeting dan Pemilihan Pimpinan Pleno 14:00 – 16:00: Business Meeting II: Pembahasan per-kelompok Pulau (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali – Nusra, Jawa, dan Jabansibar 2) 16:00 – 16:30: Coffee Break 16:30 – 19:00: Business Meeting II: PLENO 19:00 – 20:00: Makan Malam 20:00 – 22:00: Malam Budaya (setiap peserta memakai pakaian adat daerahnya) 22:00 – 22:30: Ibadah Malam (Peserta)

HARI KETIGA 06:00 – 08:00: OR Pagi, Sarapan & Persiapan 08:00 – 09:00: Pembagian Sertifikat dan Evaluasi 09:00 – 10:30: Ibadah Penutup/Ibadah Hari Minggu dan Pelantikan Pengurus FORTURA oleh MS (PF. Pdt. Sally Neparasi, M.Th) 10:30 – 12:00: Cek Out *

Sasaran Peserta Pengurus GP ataupun warga jemaat kategori GP (sesuai Tata Gereja) yang sedang/pernah terlibat dalam kegiatan ataupun kepengurusan oikumene, lembaga keumatan ataupun kemasyarakatan pada umumnya baik aras nasional maupun daerah; dan/atau Pengurus GP ataupun warga jemaat kategori GP (sesuai Tata Gereja) yang mempunyai ketertarikan dengan wawasan kebangsaan dan kenegaraan dan oikumene baik aras nasional maupun daerah; dan Bersedia aktif dalam FORTURA. Penutup

Demikian Rancangan Dasar Kegiatan Temu Raya Pelkat GP GPIB disampaikan sebagai pedoman dasar pelaksanaan kegiatan. Hal-hal lain terkait administratif maupun teknis pelaksanaan dapat dikoordinasikan kemudian. Peserta membawa peralatan Alat tulis menulis, Alkitab, Pakaian & Sepatu OR, Payung. (Kerangka Acuan Kegiatan Temu Raya Pemuda GPIB).