Home Berita Usai Keterangan Kadis Kelautan Lembata, PMII Pastikan Turun Ke Jalan

Usai Keterangan Kadis Kelautan Lembata, PMII Pastikan Turun Ke Jalan

430
0

Focus Indonesia News – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang, Nusa Tenggara Timur masa khidmat 2018/2019 memastikan tengah memantapkan sejumlah materi dan poin sikap guna turun ke jalan menyuarakan aspirasi nelayan tradisional Lewoleba Kabupaten Lembata, NTT.

Penegasan ini diterima redaksi media ini (13/10/2018) disampaikan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang, Hasnu.

“Hari Senin PMII akan gelar aksi unjuk rasa di jalan dan menemui pihak-pihak terkait sehubungan dengan aspirasi para nelayan di Lembata. Kami mendesak pertanggunjawaban dan komitmen DKP Provinsi NTT”, kata Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang, Hasnu.

Sebelumnya Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang, Nusa Tenggara Timur masa khidmat 2018/2019 melakukan audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT dan mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur segera menyelesaikan masalah Kelautan dan Perikanan di Nusa Tenggara Timur, diantaranya di Kabupaten Lembata.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mahmud Rempe melalui konfirmasi redaksi media ini (13/10/2018) melalui wawancara telepon menyampaikan sejumlah keterangan penting menanggapi desakan kaum nelayan tradisional yang akhirnya diperjuangkan juga melalui dialog bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Untuk sementara ini kita masih menggunakan rekomendasi dari Provinsi. Untuk masyarakat nelayan disini, baik nelayan kecil maupun nelayan besar, sudah diberitahukan batasan-batasan penangkapan tertentu sesuai aturan atau batasan yang bisa dilakukan penangkapan. Ada batasan dua mil untuk nelayan kecil dan ataupun selanjutnya dari titik dua mil sampai dengan empat mil, seterusnya sebagaimana diatur sesuai Perda Provinsi Nomor 4 Tahun 2017”, ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mahmud Rempe.

Aksi turun ke jalan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang, Nusa Tenggara Timur masa khidmat 2018/2019 dipastikan final. (Red/)