Home Berita Jauh Sebelumnya Sosiolog UI Pernah Sesalkan SBY Izinkan HTI

Jauh Sebelumnya Sosiolog UI Pernah Sesalkan SBY Izinkan HTI

390
0

Focus Indonesia News – Rangkuman redaksi, jauh-jauh hari sebelumnya, dikutip sumber Indonesia Satu.Co, pada tanggal 4 Juni 2017 diberitakan, keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ibarat makhluk halus, menyusup melalui cara intelektual untuk mengubah Pancasila dan NKRI. Berbeda dengan cara-cara radikal yang dilakukan ISIS, HTI sering menyusup masuk dalam dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola saat diskusi di Kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Jalan Cisadane 8, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017).

“Kalau hadapi HTI ini kayak genderuwo dia ada tapi tidak kelihatan. Dia memang terdaftar di Kemenkumham pada tahun 2006 era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” ujarnya.

Diberitakan, Thamrin sangat menyayangkan pemberian izin keberadaan organisasi HTI di Indonesia pada masa pemerintahan SBY. Ke depan, dia meminta pemerintahan Jokowi untuk lebih hati-hati memberikan izin keberadaan organisasi, terutama kepada organisasi yang secara jelas bertentangan dengan Pancasila.

Thamrin menilai operasi HTI di Indonesia dapat dilakukan lewat dakwah, argumen, dan perang wacana. Menghadapi HTI tidak perlu disertai  adu otot.

“HTI ini pernah bekerja sama dengan pemda di Indonesia, dia bisa menyusup masuk dengan ideologi-ideologi. Sebelumnya pemerintah pusat dan daerah tidak waspada siapa yang sebenarnya HTI dan bagaimana dia beroperasi,” pungkasnya. (sumber ; Indonesia Satu.Co / Tim / Red)