Home Berita BARNAS Jokowi Dipimpin Kaum Kartini Ery Primasari. Siapa Dia?

BARNAS Jokowi Dipimpin Kaum Kartini Ery Primasari. Siapa Dia?

1722
0
Ketum BARNAS, 'Ery Primasari
Ketum BARNAS, 'Ery Primasari

Focus Indonesia News – Garda Nasional Relawan Jokowi Dua Periode atau dikenal dengan sebutan Barisan Nasional (BARNAS) memastikan konsolidasi pergerakan untuk Joko Widodo Dua Periode oleh garda BARNAS berjalan secara bertahap, gerakan bersifat nasional dan atau sesuai strategi kemenangan yang diusung.

Berdasarkan data informasi Bidang Media Barisan Nasional (BARNAS), dikutip redaksi media ini, Surakarta-Indonesia (14/10/2018), dalam kerja besar mengusung perjuangan Jokowi Dua Periode, BARNAS tampil dengan komposisi Ketua Umum Nasional BARNAS dipimpin Kaum Kartini muda, Ketum Ery Primasari Kusuma Dewi, diapiti Ketua Harian Nasional, Suratmin, Sekjen Andreas Pandapotan Sihombing. Redaksi akan turunkan komposisi BARNAS pada edisi susulan.

Sebelumnya dikabarkan, Barisan Nasional atau disingkat BARNAS, yang didirikan pada tanggal 9 September 2018 berkedudukan pusat di Surakarta berdaya sebar saat ini terkonsolidasi seantero nusantara, bertahap memastikan pergerakan Relawan Barisan Nasional garda BARNAS poros Surakarta akan terus melangkah maju dalam pekikan Merah-Putih mendukung Joko Widodo Dua Periode dengan mendasari gerakan pada sandi dan ideologi Pancasila.

Berikut petikan singkat siapa Ketua Umum dari Kaum Kartini BARNAS untuk para pembaca? Dikutip sumber Bidang Media Barisan Nasional, berikut kilas sosok.

Mungkin tidak diingat lagi dalam benak pembaca tanah air ini. Atau mungkin tersisa segelintir orang, bahkan mungkin juga tidak sampai lima orang masih mengingat.

Sekitar 19 Tahun yang lalu, beranda Indonesia pernah dikabari seorang gadis remaja mengalami kelumpuhan sementara, akibat kecelakaan, Surakarta.

Kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk penuntasan rawat dan pengobatan gadis remaja itu atas jeritan kesehatan yang diderita, mengakibatkan kesehatan sang gadis terus menurun bersama ketidakberdayaan, trauma dan depresi sakit lumpuh yang diderita.

Kegelisahan gadis remaja dalam kelumpuhan sementara menjadi kian bertambah, bahkan mulai hilang harapan.  Tidak disangka, ditengah kesusahan dan sakit yang dideritanya, masih terdapat orang baik hati yang terpanggil menolong dari keterbatasannya.

Seseorang yang belum dia kenal memberi bantuan untuk pengobatannya. Namun kisah penolong itu pun tidak kelihatan. Penolong itu tidak pernah ingin melihat keadaan dan kondisi gadis yang menderita tersebut. Si penolong mengirim bantuan dan pembiayaan dan dia hanya percaya bahwa amanahnya tersampaikan.

Dari cara seseorang itu membantu, manusia belajar tentang kethulusan, kata gadis derita itu, dikutip redaksi.

Dan juga itu menjadikan semangat bagi gadis derita itu. Berangsur-angsur kondisinya pulih, dengan beban untuk bertemu sekedar mengucapkan terimakasih.

Siapakah sesama yang baik hati itu. Dia tak kunjung sua. Kebaikan tetaplah kebaikan. Jalan kebaikan selalu dibukakan.

Sampai akhirnya terdengar kabar bahwa malaikat yang dikirim Tuhan dalam kisah pertoloingan itu adalah seorang pelayan masyarakat dan begitu banyak kaum kecil mengusungnya akan mencalonkan menjadi seorang Walikota.

Ya, tak disangka. Dia adalah Jokowidodo. Lalu kini menjadi Presiden Republik Indonesia.

Hanya doa yang bisa gadis itu panjatkan untuk melandasi langkah kebaikan dalam setiap tujuan mulia untuk sesama.

Sampai detik ini, Gadis itu hanya bisa tercengang, menangis, bangga, bercampur ratapan setiap merenung kebaikan yang sebaik itu, setulus itu diterimanya.

Kini penolong  itu selalu dihujat, difitnah. Dia adalah orang yang bukan hanya baik pada dirinya, ternyata baik dan setia pada Bangsa Indonesia dan kepada semua penghuni tanah air ini, dia menebar segala kebaikan bagi negeri.

Dia setia membagi kebaikan sudah sejak jauh-jauh hari dari kepenatan politik dan kekuasaan hari ini. Dia seorang tokoh yang loyal bekerja untuk kebaikan umum, bagi mu negeri.

Gadis itu kini tumbuh menjadi dewasa. Gadis itupun memilih jalan bekerja tanpa pamrih untuk sesama.

Dia bergerak membantu para gelandangan, orang sakit yang keterbatasan ekonomi, dia menghibur kaum-kaum lemah, dia terjun ke jalanan bersama wong cilik, berbagi hati dengan para jompo, bergembira dan bergerak bersama kaum keterbatasan fisik dan mental, terus berkarya, kerja, kerja dan kerja bagi sesama dalam keterbatasannya tanpa pamrih.

Gadis lumpuh itu kini sehat untuk negeri dan mendapat amanat kokoh sebagai kaum Kartini memimpin Barisan Nasional Indonesia (BARNAS).

Gadis itu bernama ‘Ery Primasari Kusuma Dewi. Kelahiran, Surakarta, 25 Oktober 1981. Ketua Umum (Ketum) BARNAS. (Red/)