Home Berita Aliansi Mahasiswa NTB Desak Kawal Kasus Ratna Sarumpaet Berujung Kisruh

Aliansi Mahasiswa NTB Desak Kawal Kasus Ratna Sarumpaet Berujung Kisruh

714
0

Focus Indonesia News – Rangkuman Redaksi, Demontrasi Aliansi Mahasiswa NTB (18/10/2018) yang mendesak Polda NTB mengawal dan membantu Mabes Polri atas kasus kebohongan Ratna Sarumpaet menyebar berita hoax, berujung kisruh.

Berdasarkan siaran pers diterima redaksi (18/10/2018), aksi di Mataram, massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polisi Daerah Nusa Tenggara Barat.

Mereka menuntut kepolisian untuk menindak tegas pelaku serta oknum di balik penyebaran pemberitaan hoaks.

Demonstrasi dimulai sejak pukul 10.00 wita dengan titik kumpul massa aksi di depan halaman Museum NTB dan melakukan long march menuju Kantor POLDA NTB, Kamis (18/10).

Massa aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Barat yang berjumlah sekitar 50 orang berada di bawah kordinator Kraeng Hamid yang merupakan tokoh aktivis Nusa Tenggara Barat dan dibantu oleh dua Koordinator lapangan, Zoelpaedi Zain dan Rikardus Nompa.

Menurut Zoelpaedi Kordinator lapangan 1, yang membuat aliansi mahasiswa turun adalah perbuatan yang dilakukan Ratna Sarumpaet yakni menyebarkan berita hoaks.

“Isu ini bukanlah isu lokal melainkan ini isu Nasional, sehingga kami Aliansi Mahasiswa NTB, turut mengkawal tentang kasus ini. Kami meminta KAPOLDA NTB untuk membantu KAPOLRI menuntaskan kasus ini “, tegas Presiden Mahasiswa UNIZAR Mataram,¬†Zoelpaedi.¬†

Sementara itu salah satu tokoh aktivis NTB, Rikardus menegaskan, aliansi sangat mendukung POLRI dalam menangkap dan memberantas para pelaku serta penyebar hoaks serta ujaran kebencian yang beredar di berbagai media sosial.

“Saya mengajak berbagai elemen masyarakat untuk sama-sama mengkawal masalah ini, biar masalah ini tidak membias begitu saja. Apabila POLRI tidak mengusut tuntas masalah hoax yang sudah membumi di tanah air kita, maka akan muncul persepsi masyarakat bahwa pihak kepolisian telah gagal total”, tegas Rikardus.¬†

Dirangkum redaksi, massa aksi sampai di depan Kantor POLDA NTB untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait kegaduhan yang sudah lama terjadi hingga membias.

Di depan pintu masuk Kantor POLDA NTB massa aksi tetap semangat menyuarakan aspirasi dengan diiringi nyanyian-nyanyian semangat pergerakan yang dikomandoi oleh dua orang Korlap.

Akan tetapi respon pihak POLDA NTB tidak begitu maksimal, hingga membuat massa aksi merasa tidak dihargai oleh pihak POLDA NTB dan massa aksi mendobrak pintu gerbang, membuat situasi semakin memanas dan saling dorong.

Tetapi belum satu pun pihak kepolisian yang bisa ditemui dan merespon tuntutan yang disuarakan oleh massa aksi. Membuat Kordum merasa geram dengan tindakan pihak kepolisian dan mengambil ban lalu membakar di depan pintu gerbang Kantor POLDA NTB.

Situasi pun semakin menegangkan antara massa aksi dengan kepolisian. Desakan ini membuat massa aksi diberikan izin untuk bertemu dengan perwakilan kepolisian NTB dan menandatangi kesepakatan antara massa aksi dan kepolisian untuk tuntaskan persoalan ini.

Ditegaskan, tuntutan diantaranta, menuntut pihak Kepolisian untuk terus usut penyebar Hoax Ratna Sarumpaet, tangkap aktor intelektual hoaks Ratna Sarumpaet serta dalang dibalik semua skenario hoaks ini, dan stop penyebaran hoaks. (Red/)