Home Artikel Anggota Tim Kampanye Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono Lakukan Trial By The Press

Anggota Tim Kampanye Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono Lakukan Trial By The Press

353
0

Oleh: Petrus Selestinus

FERRY JULIANTONO, ANGGOTA TIM KAMPANYE CAPRES PRABOWO-SANDI, TELAH MELAKUKAN “TRIAL BY THE PRESS” TERHADAP TKN CAPRES-CAWAPRES JOKOWI-MA’RUF AMIN.

Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional/BPN Capres Prabowo Subianto tidak henti-hentinya memproduksi konten kampanye hitam atau kampanye negatif untuk menyerang kubu Petahana atau Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Yang terbaru adalah pernyataan Ferry Juliantono, Juru Kampanye BPN Prabowo-Sandiaga menuduh TKN Capres Jokowi menerima upeti dari Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi terkait dengan pemberian ijin kepada Meikarta.

Ini jelas tuduhan yang keji dan tak bermoral dengan model “trial by the press”, karena proses hukum atas Neneng Hasanah Yasmin tengah berlangsung dan belum ada Putusan Pengadilan Yang Berkekuatan Hukum Tetap. Ferry Yuliantono, seharusnya tahu bahwa TKN Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin memiliki organisasi Tim Kampanye Nasional yang paling taat asas, transparan dan akuntabel terlebih-lebih terkait dengan pembukaan rekening khusus dana kampanye yang semuanya dikelola sesuai dengan prosedure dan mekaniame UU dan PKPU.

Undang-undang sudah membatasi dengan jumlah maksimum sumbangan baik dari perorangan maupun dari Badan Hukum, yang pada gilirannya ada lembaga yang berwenang mengaudit. Karena itu sangat tidak berdasar tuduhan Ferry Yuliantono terhadap TKN Capres Jokowi. Tuduhan Ferry Yuliantono semakin memberi citra negatif terhadap BPN Capres Prabowo-Sandiaga, karena publik telah mempersepsikan dan memberi label BPN Prabowo-Sandi sebagai organ yang hanya mampu memproduksi berita hoax, tanpa visi misi yang jelas, untuk menjadi menu kampanye dalam memenangkan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga. Akibatnya elektabilitas Capres-Cawqpres Prabowo-Sandi semakin lama semakin menurun karena tergerus oleh perilaku tidak terpuji dan tidak bermoral dari elit-elit BPN Capres Prabowo-Sandiaga.

Ini jelas masuk dalam kualifikasi pelanggaran Pemilu, karena Ferry Juliantono telah melontarkan tuduhan palsu kepada Petahana, padahal perkara Neneng Hasanah Yasin sendiri masih berada dalam tahanan KPK demi pertanggungjawaban pidana korupsi, yang masih berproses atau belum ada putusan Pengadilan Yang Berkekuatan Hukum Tetap.

Ini kejahatan fitnah melalui “trial by the press”, karena telah melontarkan tuduhan fitnah, mendahului proses peradilan yang sedang jalan. Di mata publik, karakter yang terbentuk pada Tim Kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah karakter penuh tipu muslihat dan manipulatif karena materi kampanyenya, jauh dari konten “pendidikan politik” bagi warga masyarakat.

Pasca penyebaran berita hoax penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet, sejumlah elit BPN seperti Prabowo Subianto, Fadli Zon, Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais dkk., seperti kehilangan visi dan misi dalam berkampanye, akibat dihantui oleh perasaan akan dijadikan sebagai pelaku turut serta, untuk dimintai pertanggungjawaban pidana dalam kasus penyebaran berita hoax a/n. Tersangka Ratna Sarumpaet.

Penulis: Petrus Selestinus, Pimpinan Pusat Pengurus Nasional Harimau Jokowi & Koordinator TPDI / Press Release, 24 Oktober 2018 //