Home Berita Terobosan 65 Bendungan Pertanian Oleh Jokowi Menjawab Kebutuhan Bangsa

Terobosan 65 Bendungan Pertanian Oleh Jokowi Menjawab Kebutuhan Bangsa

299
0

Focus Indonesia News – Sebagaimana rencana strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sedikitnya pembangunan enam puluh lima bendungan dalam kurun waktu lima tahun menjadi target yang harus diselesaikan.

Dikutip redaksi dari sejumlah sumber dan detikfinance, terkait rencana strategis ini terdiri dari 16 proyek lama dan 49 proyek baru.

Presiden Joko Widodo menekankan kekeringan dan kemarau panjang harus bisa diatasi. Bendungan akan menjamin ketersediaan air dan menjadi kunci ketahanan pangan Indonesia.

“Tidak akan mungkin jadi bangsa yang berdaulat di bidang pangan, kalau jumlah bendungan dan saluran irigasi yang mengaliri lahan-lahan pertanian kita di seluruh penjuru tanah air sangat terbatas,” kata Jokowi.

Sebuah video viral seorang Petani mengaku panen padi hingga dua kali setiap tahun usai peenuhan ketersediaan air mencukupi melalui saluran irigasi.

“Kalau dulu nggak ada waduk, satu tahun hanya nanam padi sekali. Kalau sekarang ada irigasi, sudah bisa dua kali,” katanya.

Sumber lain menerangkan, Jokowi: Bendungan Paselloreng Akan Mengairi 7.000 Hektare Sawah. Dengan dibangunnya 65 bendungan maka ketersediaan tampungan air di Indonesia akan meningkat menjadi 19,1 miliar meter kubik dari sebelumnya yang hanya 12,6 miliar meter kubik yang berasal dari 230 bendungan yang ada saat ini.

Saat ini dari 7,1 juta hektar sawah, 760.000 hektar sawah atau 10,5% dari irigasi yang sumber air dari bendungan, sementara sisanya masih berasal dari air non bendungan seperti tadah hujan maupun bendung saja. Dengan selesainya 65 bendungan tersebut, luasan sawah yang mendapat air dari bendungan bertambah 173.000 hektar atau secara total menjadi 933.000 hektar atau 13,5% yang bersumber dari air bendungan.

Dengan sumber air dari bendungan maka kebutuhan air pertanian diharapkan bisa terpenuhi sepanjang tahun. Namun membutuhkan waktu untuk membangun bendungan sekitar tiga sampai empat tahun. Belum lagi waktu untuk melakukan pengisian air ke bendungan hingga mencapai kapasitas optimalnya. Hal ini membuat dari 65 bendungan yang dibangun, ditargetkan akan ada 29 bendungan yang selesai pada 2019 dan akan selesai seluruhnya pada 2022.

Adapun biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan 65 bendungan tersebut mencapai Rp 70,1 triliun. Berbagai skema pembiayaan dilakukan pemerintah, termasuk kerja sama dengan badan usaha/swasta hingga pinjaman dari negara lain. (sumber/detikfinance/tim/red)