Home Serba-serbi TENTANG IMAMAT: KORBAN DAN MARTIR

TENTANG IMAMAT: KORBAN DAN MARTIR

226
0
Ilustrasi: https://rubrikkristen.com

#inspirasi malam#

TENTANG IMAMAT: ‘KORBAN DAN MARTIR’

Dalam enam bulan terakhir, 3 imam Katolik di Filipina ditembak mati oleh orang yang tidak dikenal. Mereka adalah Pastor Mark Ventura, Pastor Tito Paez dan Pastor Richmond Nilo.

Menjadi pertanyaan besar karena di negara yang mayoritas beragama Katolik, para imam justru mengalami nasib yang sangat menyedihkan.

Menanggapi situasi tersebut, baru-baru ini, seorang seminaris, calon imam bertanya kepada seorang uskup. “Apakah bapa uskup bisa memberikan nasihat dan peneguhan kepada para seminaris dan para calon imam yang merasa takut, tidak bersemangat atau putus asa untuk menanggapi panggilan karena akhir-akhir ini ‘korban’ dari pembunuhan adalah para imam?”

Beginilah jawaban Uskup Pablo Virgilio David, Uskup keuskupan Kalookan- Filipina, sekaligus menjawab alasan mengapa ketiga imam itu ditembak mati.

Saya tegaskan, ‘Jika seorang imam dibunuh karena ia membela hak asasi manusia seperti yang dilakukan Pastor Tito Paez, atau menyuarakan perlindungan terhadap lingkungan dari eksploitasi alam seperti yang dibuat P. Mark Ventura, atau karena ia membela para korban dan mempertahankan iman katolik dari serangan-serangan luar seperti yang dilakukan P. Richmond Nilo, dan karena itu membuat kamu putus asa dan bukannya menginspirasi kamu, maka saya sarankan kepadamu untuk melupakan tentang imamat dan meninggalkan seminari sesegera mungkin.

Imamat bukan untuk para pengecut. Imamat bukan untuk para penakut. Jika kamu bertanya kepada Yesus tentang kemalangan dan penganiayaan ini, Yesus mungkin akan menjawab, “Saya minta maaf, saya tidak pernah menjanjikan sebuah taman mawar yang indah kepadamu.”

Dan mohon jangan salah mengerti akan istilah yang kamu pakai! P. Paez, P. Ventura dan P. Nilo bukan ‘korban’ (victims). Korban adalah mereka yang tidak punya pilihan akan nasib sehingga pasrah begitu saja. Tidak! Para pastor yang ditembak itu sudah membuat sebuah pilihan berani. Mereka memilih untuk menjadi saksi dan martir (martyrs) sejak dari awal.

Mereka memilih jalan ini, jalan yang hanya bisa ditempuh sedikit orang. Mereka menanggapi secara bebas tawaran untuk memilih jalan Yesus. Mereka sudah tahu dan sadar bahwa keputusan mereka adalah pertaruhan nyawa. Inilah yang disebut semangat martir. Ini bukan tentang meninggal karena suatu alasan atau sebab, melainkan tentang meninggalkan segala alasan atau sebab untuk mengikuti Yesus, tak peduli jika harus menderita dan mati. Ketika mereka memutuskan untuk mengikuti jalan Yesus, mereka sudah memilih jalan penderitaan dan kematian. Jadi, bagaimana mungkin kamu menyebut mereka korban (victims)?

Imam-imam Perjanjian Lama mempersembahkan ‘korban’ di atas altar. Korban adalah binatang tertentu yang dibunuh, dibakar dan dipersembahkan sebagai persembahan. Tidak seperti yang dilakukan oleh para imam Perjanjian Baru. Imam adalah tanda dan saluran imamat Yesus Kristus, yang mana korban dan yang dikorbankan, imam dan korban adalah satu. Para imam tidak akan mengatakan, “Saya akan mengorbankan seekor domba kepadamu.” Tetapi ia katakan, “Saya akan menyerahkan hidupku kepadamu karena saya adalah teman Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia.”