Home Artikel Syukur, Optimis dan Penuh Harap – 100 Tahun Paroki St. Ignatius Waibalun

Syukur, Optimis dan Penuh Harap – 100 Tahun Paroki St. Ignatius Waibalun

177
0
Paroki Waibalun
Foto: Annie Hallan

Paroki St. Ignatius Waibalun merupakan salah satu paroki di Keuskupan Larantuka. Paroki di ujung barat kota Larantuka ini sudah mengimani Katolik sejak 100 tahun silam, dan telah menghasilkan banyak Biarawan/I yang tersebar hamper di seluruh dunia. Paroki St. Ignatius Waibalun meliputi wilayah Desa Lamawalang, Kelurahan Waibalun, Kelurahan Lewolere dan Kelurahan Pantai besar dengan letak Gereja parokinya berada di Kelurahan Waibalun.

Di tahun 2018 ini, Paroki St. Ignatius Waibalun merayakan usianya yang ke-100 tahun. Dan sebagai ungkapan syukur, diadakan beberapa kegiatan dengan melibatkan seluruh umat yang dimulai sejak 30 Juni 2018 hingga 24 September 2018 sebagai puncak acara yang ditutup dengan Misa syukur serta ramah-tamah bersama. Adapun tema perayaan 100 tahun Paroki St. Ignatius Waibalun adalah: Syukur, Optimis, Penuh Harap dan Misi Pertobatan.

Jalan Santai, Misa Votip, Seminar Yubelium, Lomba menyusun Doa Yubelium Paroki, Lomba paduan suara kategori anak dan dewasa, Lomba Mazmur dan Alleluia, Lomba menggambar patung St.Ignatius tingkat SD, Lomba mewarnai Tuhan Yesus tingkat TK/PAUD, Lomba kuis Kitab Suci, Lomba baca Kitab Suci, Malam seni budaya, Reuni Biarawan/i asal Paroki St.Ignatius Waibalun, Misa Syukur 100 tahun Paroki St.Ignatius Waibalun diikuti peletakan batu pertama kantor paroki baru merupakan serangkaian kegiatan dalam memeriahkan peringatan Yubileum Paroki St. Ignatius Waibalun.

Kemeriahan Peringatan 100 Tahun Paroki St. Ignatius Waibalun
Foto: Annie Hallan

Misa Syukur yang dilaksanakan pada Senin, 24 September 2018 dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr dan didampingi oleh puluhan Imam Konselebran. Perayaan yang berlangsung dengan khidmat ini dimeriahkan oleh koor yang merupakan gabungan dari setiap umat dalam Paroki St. Ignatius Waibalun.

Dalam kotbahnya, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr menekankan tentang pentingnya pertobatan dari dalam diri masing-masing mengingat tahun 2018 merupakan tahun Evaluasi Keuskupan Larantuka dengan menitikberatkan pada keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga yang harus dibentuk sebelum diutus masuk ke dalam dunia yang semakin tergerus oleh arus zaman.

Kemeriahan Peringatan 100 Tahun Paroki St. Ignatius Waibalun
Foto: Annie Hallan

Perayaan 100 tahun Paroki St. Ignatius Waibalun, juga dihadiri oleh perangkat pemerintahan baik dari Kabupaten Flores Timur maupun dari utusan Pemerintahan Provisnsi Nusa Tenggara Timur, di antaranya Bupati Flores Timur, Wakil Bupati Flores Timur, Asisten I Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur.

Turut hadir dalam perayaan syukur ini Biarawan-biarawati baik yang berasal dari Paroki St. Ignatius Waibalun, maupun dari paroki di sekitarnya. Salah satunya adalah P. Yohanes Juang Tukan, SVD yang selama ini bermukin di Ruteng. Beliau sangat terkesan akan partisipasi aktif seluruh umat, namun di sisi lain beliau turut prihatin akan semakin berkurangnya benih-benih panggilan yang menjadi fenomena dewasa ini.

Pastor Paroki St. Ignatius Waibalun, P. Maxi Seno, SVD dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama semua tekun dalam doa, rajin menghadiri perayaan Ekaristi dan senantiasa berbuat baik, maka pohon iman paroki akan semakin tegak berdiri dan sarat buat. Sementara itu Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, ST yang juga putra kelahiran Paroki St. Ignatius Waibalun menyampaikan rasa syukur telah menjadi bagian dari umat Paroki St. Ignatius Waibalun.

Tarian Dolo-dolo, Sole
Tarian Dolo dan Sole

Menutup seluruh rangkaian peringatan syukur, seluruh umat diajak untuk saling berbalas pantun dalam Dolo dan Sole yang merupakan salah satu tarian khas Lamaholot.

Selamat Ulang Tahun yang ke-100 Paroki St. Ignatius Waibalun.