Home Renungan Harian Suara kebajikan lebih dahulu berbicara

Suara kebajikan lebih dahulu berbicara

307
0
Ilustrasi: http://disinilahgudangnya.blogspot.com/2014/02/differences-of-sound-voiced-voiceless.html

Rabu, 05 September 2018
Pekan Biasa XXII
¤ 1 Kor 3:1-9
¤ Mzm 33:12-13,14-15,20-21
¤ Luk 4:38-44
“Prius vox virtuis”
– Suara kebajikan lebih dahulu berbicara –
Kebajikan adalah pedoman hidup orang beriman. Kebajikan-kebajikan teologal atau kebajikan ilahi memampukan kita untuk bersatu dengan Tuhan. Hidup kristiani bermakna karena kita memiliki iman, harapan dan kasih kepada Tuhan. Ketiga kebajikan ilahi ini adalah gambar diri Allah sendiri, yang kita imani dan ikuti. Karena iman kepada Tuhan Yesus maka banyak orang berdatangan untuk merasakan kasih dan pengampunan juga penyembuhan dari Tuhan.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus membantu kita untuk menyadari kebajikan-kebajikan besar yang dilakukan-Nya kepada kita.
Adapun kebajikan-kebajikan yang dilakukan Yesus, antara lain:

1. Menyembuhkan
Yesus selalu siap sedia untuk melayani manusia. Ia tanpa basa-basi berkenan menyembuhkan ibu mertua Simon yang sedang sakit. Iapun menghardik demam yang menguasai tubuh wanita itu dan demam itu lenyap.
Di sinilah kita diajak untuk meneladani kebajikan Yesus yang selalu siap untuk melayani dan menyembuhkan penyakit. Yesuspun juga lebih berkuasa atas ‘penyakit’ yang menguasai hidup kita.

2. Mengajarkan
Yesus berdiri di sisi mertua Simon. Ia tidak pernah membantah sebelum menolong manusia. Kebajikan Yesus yang selalu menyertai kehidupan kita.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa Yesus selalu berdiri di sisi atau menyertai kehidupan kita. Yesus mengajarkan kita untuk selalu hadir secara aktif dalam kebersamaan baik di dalam keluarga maupun dalam komunitas.

3. Mendoakan
Yesus selalu menyediakan waktu untuk ber-relasi secara pribadi dengan Bapa sekaligus dengan kita. Yesus bukan hanya menjadi ‘man for others’ tapi sekaligus juga menjadi ‘man of prayer’. Yesus juga menunjukkan teladan bersyukur-Nya dengan mencari tempat yang sunyi untuk berdoa dan mengucap syukur kepada Bapa. Segala sesuatu dilakukan bukan atas nama-Nya sendiri tetapi atas nama Bapa di surga.
Di sinilah kita diajak untuk meneladani Yesus dengan saling mendoakan. Yesus mengajar kita bahwa doa adalah ungkapan syukur yang sangat bernilai. Ia tidak puas dan berhenti setelah bersabda dan berkarya tetapi juga menyatakan syukur-Nya kepada Bapa.
Saudaraku, Yesus melakukan kebajikan-kebajikan ini karena Ia merasa sebagai bagian dari karya Allah Bapa yang harus dituntaskan-Nya. Ia sendiri berkata: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”(Luk 4:43).
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang berupaya setia mengikuti Yesus dengan gembira melakukan kebajikan-kebajikan. Amin.

Oleh: Richard Pasang, SVD

Rikard Pasang,SVD