Home Renungan Harian Si Deus pro nobis, quis contra nos?

Si Deus pro nobis, quis contra nos?

252
0

Pekan Biasa XXII
¤ 1Kor 2:10b-16
¤ Mzm 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14
¤ Luk 4:31-37
“Si Deus pro nobis, quis contra nos?”

– Bila Tuhan beserta kita, siapa yang berani melawan kita? –
Inilah sikap dasar orang beriman yang setia bersatu denganNya secara pribadi, maka dia akan hidup sebagai orang yang benar-benar percaya pada kehendak dan kuasa-Nya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus menjadi kehendak dan kuasa Bapa sebagai prioritas utama saat Ia mengajar di Kapernaum dan semua orang kagum dengan pengajaran-Nya karena Ia mengajar penuh wibawa.
Adapun empat pola dasar hidup orang yang benar-benar percaya pada kehendak dan kuasa Allah, antara lain:

1. Kesendirian
Kesendirian yang tidak berarti kesepian karena kita tidak sendiri tapi bersama Allah. Inilah sikap dasar orang percaya pada penyertaan Allah.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari ‘panggilan’ dan kehendak Allah; bahwa Allah tidak selalu menjanjikan perjalanan yang nyaman, tetapi pendaratan yang aman. Hadiah dari ‘kesendirian’ adalah boleh hadir bersama Allah. Inilah kekuatan.

2. Keheningan
Keheningan tanpa kata-kata untuk mempertajam mata dan telinga hati agar kita semakin peka.
Di sinilah kita diajak berhenti dan tidak banyak bicara, bersabar dan tidak tergesa-gesa karena Allah sebenarnya selalu berjalan dengan manusia dan tidak berlari. Di tengah dunia instan yang kerap mengajar kita ingin serba cepat kita menjadi lupa bahwa ketika kita “berlari”, sibuk dan ribut, mungkin kita sedang berlari menjauh dari Allah dan tidak peka mendengarkan kehendakNya.

3. Ketenangan
Ketenangan di tengah dunia yang bergerak terus, yang gelisah. Kita kerap bergerak dan berlari tapi kita tidak banyak mendapat apa-apa. Ketenangan adalah berdiam diri secara penuh dengan sikap tenang dan hati yang stabil serta tidak mudah gelisah karena berasal dari kedamaian bersama Allah.

4. Kesederhanaan
Kesederhanaan lahir dan batin di tengah hidup yang makin rumit dan dihujani aneka arus iklan informasi dan komoditi. De facto, dunia kita menawarkan banyak pilihan, dimana kita kerap menghabiskan waktu untuk menumpuk dan memilih. Lupa fokus pada tujuan utama hidup kita kepada Allah.
Saudaraku, terus berusahalah dengan tekun untuk menjadi manusia yang benar-benar beriman!
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria yang senantiasa menyertai kita sekeluarga dalam proses berjuang untuk menjadi orang yang sungguh-sungguh beriman. Amin.

Oleh: Richard Pasang, SVD

Rikard Pasang,SVD